Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Haruskah Bertahan - 46


__ADS_3

...🍁 Happy Reading 🍁...


Alea sudah terlihat segar , masih ada handuk dikepalanya . Davian yang melihat itu langsung berdiri dan menyuruh Alea duduk di kursi meja rias


" Duduklah sayang , aku akan mengeringkan rambutmu "


" Ha , eh aku bisa sendiri kok sayang " Alea malu , belum pernah ada yang mengeringkan rambutnya . Kecuali pegawai salon


" Hais , kemarilah " menepuk - nepuk kursi empuk di depannya


Alea berjalan pelan kearah kursi , dia nervous dan juga tegang . Hei dimana Alea yang keras itu , kenapa saat jatuh cinta jadi sok lembek 😂


Davian mencolokkan kabel hairdryer , lalu menyisir rambut Alea menggunakan tangan . Ya seperti profesional saja . Davian juga terlihat amat sangat serius


" Bagaimana , apa badanmu sudah terasa segar ? "


" Iya segar sekali . Berendam air hangat dicampur aroma teraphy memang menenangkan dan meredakan lelah sayang "


" Bagus , apa sekarang kamu lapar ? "


" Iya sedikit " Davian yang mendengar itu tersenyum . Dia mencabut colokan kabel hairdryernya


" Sudah selesai , ganti dulu bajumu . Aku akan memesankan makanan untuk kita " berdiri dan berjalan menuju ruang tamu . Disana letak telepon berada


Davian memesan menu spesial disana , khusus untuk istri tercinta , harus yang istimewa kan . Makanan ringan saja , karena makanan berat dipesan Davian sebagai menu makan malam . Lelaki tampan itu memesan beberapa cake dan juga ice cream


Pintu kamar terbuka , Alea terlihat cantik dengan dress tanpa lengan berwarna biru muda . Dia juga memakai topi lebar yang menambah kecantikannya


" Kamu cantik sekali , mau kemana sayang ? "


" Aku mau menikmati sore hari di depan sayang , sepertinya menyenangkan . Ayo pergi bersama " Alea berkata dengan ceria


" Baiklah , tunggu disini aku mandi dulu . Kita bisa pergi setelah memakan beberapa camilan ringan "


" Baiklah , aku akan menunggu disini "


Alea duduk dikursi sambil membaca majalah yang ada di atas meja . Ponselnya kebetulan berdering , itu panggilan dari Mommy . Alea lupa belum memberi kabar


" Halo Mom ? " sapa Alea ramah

__ADS_1


" Kalian sudah sampai , kenapa tidak memberi kabar pada Mommy ? " Zee sedikit merajuk


" Maafkan Alea Mom , kami baru saja sampai . Alea bahkan baru selesai mandi , dan sekarang Kak Dav yang sedang mandi "


" Baguslah , bagaimana tempatnya sayang . Apa bagus ? "


" Sangat bagus Mom , seperti surga dunia saja . Sangat indah dan masih alami " Alea berbicara dengan senang


" Ya ya itu sangat bagus sayang . Nikmati bulan madu kalian dengan baik . Kami semua menunggu kabar baik dari kalian ya ? " Mommy tertawa sambil mengatakan itu


" Baik Mom , boleh aku tutup Mom . Sepertinya ada yang mengantar pesanan makanan kami ? "


" Ok sayang , Bye salam buat Davian ya ? "


" Bye juga Mom , salam buat semua keluarga dirumah "


Zee sudah memutus panggilan teleponnya , Alea lalu berjalan menuju pintu . Benar saja , petuga penginapan mengantar makanan pesanan Davian tadi


" Permisi Nona , saya akan membawakan makannya ke dalam " ramah petugas lelaki itu


" Baik Kak , silahkan "


Alea berjalan dibelakang petugas itu , saat meletakkan makanan pas bebarengan dengan pintu kamar terbuka . Davian sudah keluar dengan celana jeans selutut , baju warna putih dengan luaran kemeja yang warnanya senada dengan baju Alea . Tampan satu kata yang mewakili penampilannya


" Wah sepertinya enak sekali sayang " Alea yang tidak sabar langsung mengambil salah satu piring kecil yang berisi cake


" Makanlah sepuasmu sayang . Tapi jangan terlalu kenyang . Aku sudah menyiapkan makan malam romantis nanti " Mengambil salah satu cake lalu memasukkan kedalam mulutnya


" Ah baik sayang " Ini enak , lembut manis dan ada crunchynya . Kenapa bisa selezat ini , gumam Alea


Davian memakan 2 jenia cake , Alea pun sama . Masih ada tersisa 2 cake disana , akan dimakan nanti katanya . 2 mangko ice cream juga sudah tandas , Mereka berdua akhirnya keluar


" Wah indah sekali ya , hawanya juga segar . Ayo kita kesana sayang " menunjuk jembatan yang sudah ada beberapa pengunjung juga disana .


" Baiklah ayo " menggandeng tangan Alea dengan mesra


Boy melihat itu , lalu mengabadikan foto Tuannya . Dia juga mengikuti dari belakang , dengan jarak 5 meter . Agar tidak begitu kentara


Lihat , Boy merasa kesepian dia iri . Semuanya membawa pasangan dan dia hanya berjalan sendiri . Bodyguard yang dibawanya tidak diperbolehkan ikut , agar tidak menimbulkan kecurigaan katanya

__ADS_1


Angin sepoi - sepoi meniup baju Alea dan juga Davian . Rambut Alea pun ikut menari tertiup angin . Boy banyak mengabadikan foto-foto Tuannya , ah seperti paparazi saja dia


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Waktu sudah mulai malam , angin juga bertiup kencang . Di kolam renang sudah tertata menu makan malam , jangan lupakan dekorasi yang cantik dan romantis


Alea mengenakan gaun selutut berwarna merah , terlihat sangat cantik dan sexy , Davian juga mengenakan pakaian formalnya . Mereka sangat serasi , walaupun makan malam dikolam penginapan harus tetap rapi dan cantik ya


Davian membawa sebuket mawar merah untuk Alea , sebagai tanda cinta . Dan juga dia membawa kotak perhiasan untuk Alea


" Terimakasih sayang , sudah bertahan mendampingiku sampai saat ini . Terimakasih untuk semua kesabaranmu padaku . Aku mencintaimu selamanya " membuka kotak itu dan mengambil kalung berlian didalamnya . Kalung yang dipesan sendiri oleh Davian dan Tante Ve yang merancang itu


" Terimakasih juga sayang untuk semuanya , kalungnya juga sangat cantik . Aku juga mencintaimu , semoga kedepannya kita bisa selalu saling berpegangan tangan . Apapun yang terjadi nanti jangan sampai membuat kita berpisah . Kecuali maut yang memisahkan " Davian mengecup kepala Alea lembut


" Baiklah ayo sekarang kita makan dulu , makanannya sudah agak dingin "


" Iya sayang "


Mereka berdua makan sambil bercerita banyak hal , tentang masa kecil yang menyenangkan . Tentang sekolahnya , bagaimana mereka menjalani hari - harinya dulu


Banyak sekali hal yang mereka ungkapkan , sungguh ini adalah pertama kalinya bagi mereka . Memiliki waktu seintim ini , menyenangkan bukan , jika bisa berbagi dengan belahan hati


Karena angin diluar sudah cukup kencang , Davian mengajak Alea masuk . Dia sudah memperkirakan jika kamarnya pasti sudah didekorasi sebaik mungkin


Alea membuka pintu kamar , dia kaget sekaligus senang dan juga malu . Lihatlah , lampunya sudah menjadi sedikit redup . Jangan lupakan ranjang yang penuh kelopak mawar berbentuk hati , membentang di atas sprei putihnya


Gorden jendelapun tidak ditutup , terlihat pemandangan pantai yang indah , dengan kehadiran sang rembulan yang membuat semakin cantik . Eits jendelanya tidak tembus pandang ya , yang diluar tidak bisa melihat keadaan didalam kamar


Davian menutup pintu , dan memeluk Alea dari belakang . Dia merasai wangi tubuh Alea , harum dan menenangkan , mampu membangkitkan gairahnya


" Aku menginginkanmu sayang , apa kamu sudah siap " Davian berkata dengan suara seraknya


" Ehm , iya sayang aku sudah siap . Aku milikmu malam ini " Alea menjawab dengan yakin , bukankah ini memang harus mereka lakukan dari dulu


Davian langsung membalikkan badan Alea , mencium pucuk kepala dan juga bibir Alea . Ciuman hangat terjadi disana , sepasang suami istri itu sangat menikmatinya . Mereka berjalan perlahan menuju ranjang


Alea terduduk diranjang , Davian mendorong bahu Alea pelan , membuat kelopak mawar berserakan begitu saja . Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi . Bayangkan sendirinya hihihi


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih ya , sudah mampir di kisah Davian dan Alea ❤


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ❤


__ADS_2