Haruskah Bertahan ??

Haruskah Bertahan ??
Haruskah Bertahan - 49


__ADS_3

...🍁 Happy Reading 🍁...


..." Melangkahkah selagi kamu mampu , walaupun itu dengan sedikit tertatih . Jangan terburu putus asa dan menyerah . Siapa tahu satu langkah didepanmu , adalah langkah menuju keberhasilan " Aleandra Maheswari...


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Waktu berjalan begitu cepat . Matahari maupun Bulan sama sekali tidak merasa kelelahan . Mereka hadir bergantian dengan waktu sekejap mata


Alea sudah kembali bekerja di Toko Kue nya , kedua sahabatnya merasa senang atas kepulangan Alea . Juga sangat berterimakasih untuk oleh-oleh yang dia bawa


" Terimakasih Alea sayang , tolong segera berikan kami keponakan yang lucu "


Begitu kira-kira yang diucapkan Brenda dan Ayana berulang kali . Mereka bahkan bertanya seperti apa rasanya malam pertama , apakah sakit ?


" Kalian akan merasaknnya nanti , makanya cepat menikah ! "


Hanya itu yang terucap dari mulut Alea , sebenarnya dia malu . Mana mungkin dia menceritakan hal seintim itu kan ? Walaupun dengan sahabatnya sendiri , tapi untuk sesuatu yang terlalu intin juga tidak boleh diceritakan


Brenda dan Ayana tidak puas dengan jawaban Alea , mereka sebenarnya ingin melihat wajah malu-malu Alea saat bercerita


Sore ini sepulang kerja , Alea Brenda dan Ayana menuju Panti Asuhan . Mereka membawakan banyak oleh-oleh dan juga kebutuhan sehari-hari untuk Panti . Alea sudah meminta izin pada suaminya , namun Davian tidak bisa ikut karena banyak janji penting


" Alea , terimakasih kamu sudah datang nak . Kami semua sangat merindukanmu , kamu semakin terlihat cantik dan dewasa sekarang " Ibu Panti bicara dengan halus sambil memegang tangan Alea


" Alea minta maaf ya Bu , baru bisa datang lagi kesini . Ibu jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan , hubungi Alea jika Ibu membutuhkan sesuatu . Bagaimanapu juga Alea tetap anak Ibu kan ? "


Tubuh renta dihadapannya inilah yang sudah merawat Alea sejak kecil , Dia memberikan kasih sayang yang tulus , bukan hanya untuk Alea saja , namun untuk semua anak panti


" Ibu juga bisa menghubungi kami jika membutuhkan bantuan . Jangan sungkan ya Bu " Ayana dan Brenda ikut mengeluarkan suaranya


" Terimakasih untuk kepedulian kalian pada wanita tua ini . Ehm bagaimana kabar orang yang katanya orang tua kandungmu itu nak ? "


" Hasilnya akan keluar sebentar lagi Bu . Ibu jangan terlalu memikirkan hal itu ya " Alea tersenyum manis sambil menepuk pelan punggung tangan Ibu Panti

__ADS_1


" Iya nak Ibu tahu . Apapun hasilnya nanti , semoga itu yang terbaik . Baiklah ayo kita makan dulu dibelakang , sepertinya mereka sudah selesai menyiapkan camilan "


Mereka berempat bangun dan menuju dapur , sebenarnya Alea dan sahabatnya ingin menolak . Namun takut membuat kecewa Ibu Panti , mereka tidak ingin merepotkan sebenarnya


Di dapur sudah ada beberapa camilan yang tersaji . Dihalaman belakang juga tampak banyak anak-anak yang sedang bermain . Sungguh pemandangan yang sangat indah , melihat senyuman dan tawa tulus dari anak-anak yang polos


Selesai makan dan sedikit berbasa-basi , mereka berpamitan untuk pulang . Tak lupa Alea memberikan amplop coklat berisi uang untuk keperluan anak-anak . Ibu Panti sangat terharu dan berterimakasih , sampai sekarang Alea masih peduli pada anak-anak


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Satu minggu berlalu , semenjak kelupangan Alea . Keluarga Alexander juga sudah berkunjung ke Kota dimana Alea tinggal . Mereka menginap dirumah Aiko , kedatangan mereka juga disambur hangat oleh kedua orang tua Aiko


" Kalian sudah datang , istirahatlah dikamar . Bibik sudah membersihkan kamar yang akan kalian tempati "


Semua orang dari Keluarga Alexander mengucapkan terimakasih . Karena hari sudah malam , mereka langsung pergi tidur .


Pagi hari sudah datang , semua orang dipenjuru dunia sudah bangun dan melakukan aktifitasnya masing-masing . Keluarga Alkendrick sudah dapat kabar jika Keluarga Alexander akan datang ke kediaman


Mereka semua tidak perlu datang ke Rumah Sakit , Dokter yang menangani akan berkunjung langsung ke kediaman Alkendrick


" Mama sangat gugup sekali Pa , bagaimana dengamu ? " Aiko bertanya pada suaminya


" Sama , aku juga sangat gugup . Semoga hasilnya sesuai harapan kita . Karena terlihat banyak sekali kecocokannya "


" Iya Pa , semoga saja begitu "


...🍁🍁🍁🍁🍁...


" Selamat datang di Mansion Alkendrick . Silahkan masuk , semua orang sudah menunggu didalam " Kepala Pelayan menyapa ramah rombongan yang baru saja datang , siapa lagi kalau bukan rombongan Alexander


Kepala pelayan membawa mereka menuju ruang santai , disana semua sudah duduk dengan manis . Hanya tinggal menunggu Dokter datang


Tidak butuh waktu lama , Dokter yang dipercaya Morgan juga sudah sampai . Dia membawa amplop putih dengan cap Rumah Sakit yang masih belum dibuka

__ADS_1


" Silahkan anda buka Tuan Morgan . Hasil yang ada didalamnya adalah hasil resmi dari pihak Rumah Sakit kami " menyerahkan amplop dan langsung diterima oleh Morgan


" Terimakasih atas kerjasama dan kerjakeras anda Dok "


Lelaki paruh baya itu mulai membuka amplop dengan hati-hati . Semua orang disana sangat tegang menunggu hasilnya . Setelah dibuka dia membaca dengan seksama , lalu tersenyum tipis . Zee disampingnya juga ikut membaca , mereka saling bertatapan


Davian dan Alea tak kalah penasaran , bagaimana hasilnya ? apakah memang cocok atau tidak ?


Morgan memberika kertas putih itu pada Davian dan Alea dulu , mereka berhak tahu lebih dulu . Melihat apa yang tertulis Alea terlihat diam tak bergeming . Entah apa yang dia pikirkan


Davian lalu memberikan kertas itu kepada Yoga . Keluarga Alexander tersenyum senang saat melihat tulisan tebal "99,99% Cocok "


" Hasil yang ada dikertas itu asli Tuan , bahkan saya sendiri belum membuka dan membacanya . Jadi tidak ada manipulasi disini " Dokter angkat bicara , setelah gilirannya melihat hasil lab


" Nona Alea memang anak dari Keluarga Alexander . Selamat atas kabar baik ini , kalau begitu saya permisi . Pasti banyak hal yang akan dibicarakan oleh kedua keluarga " Dokter itu ternyata tau kondisi


" Terimakasih untuk semuanya Dok " Zee berterimakasih dengan tulus


Setelah berpamitan , Kepala Pelayan mengantar Dokter itu keluar .


" Ternyata kamu memang benar Gaby kami sayang . Maafkan Mama nak , maafkan kami karena baru menemukanmu " Aiko menangis lalu berjalan menghampiri Alea , Dia duduk disamping Alea lalu memegang tangannya , Alea belum angkat bicara , namun matanya berkaca-kaca


" Terimakasih karena sudah bertahan dan tumbuh menjadi wanita yang luar biasa . Kami tahu pasti tidak mudah bagimu menerima kami . Tapi kamu harus tahu , bahwa kami sangat menyayangi dan merindukanmu "


" Iya Alea tahu kok , ini memang sudah menjadi jalan takdir ku . Dan mungkin Tuhan memang sudah memilihkan hari ini , untuk menunjukkan semuanya . Bahwa ternyata aku masih nemiliki keluarga " Alea tersenyum manis


Alea sudah memantapkan hatinya , apapun hasilnya dia harus bisa menerima itu . Karena hasilnya cocok , dia akan menerima Keluarga Alexander yang memang Keluarga kandungnya


" Terimakasih karena sudah mau membuka hatimu untuk menerima kami nak " Aiko memeluk tubuh Alea erat


Yoga dan Dareen melakukan hal yang sama . Semua yang ada diruangan itu merasa terharu , dan juga bangga dengan sikap Alea


Bersambung

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir ya ❤


Jangan lupa tinggalkan jejak dan apresiasi kalian untuk author ❤


__ADS_2