
Alea dan Davian terlihat sedang berbaring di ranjangnya
" Kamu kenapa sayang ?" Davian bertanya sambil menglus kepala istrinya lembut
" Entahlah , aku hanya sedikit gelisah saja sayang " merasa nyaman saat tangan suaminya mengelus pucuk kepalanya
" Jangan terlalu dipikirkan . Masalah gelang itu , apapun hasilnya nanti aku akan selalu disampingmu "
" Terima kasih sayang , terima kasih karena kamu sudah mempedulikanku "
" Tentu saja , kamu kan istriku . Sekarang tidurlah , ini sudah sangat larut " mengecup kening sang istri lalu mematikan lampu kamarnya
Akhirnya sepasang suami istri yang belum saling mengungkapkan cinta itu tidur lelap . Pengakuan cinta memang sangat penting bagi seorang wanita maupun pria . Tapi terkadang kita bisa menebak seperti apa perasaan seseorang hanya dari cara dia berbicara dan melihat mata kita . Lalu dua orang diranjang itu , ahh sebenarnya mereka sudah saling cinta , hanya belum mengungkapkannya saja .
Alea mencoba tidur dengan perasaan gelisah , bagaimana jika ternyata orang tuanya memang masih hidup . Seperti apa mereka , apa aku punya kakak atau aku punya adik ? Berbagai macam pikiran sudah mulai memasuki otaknya .
Tidak jauh berbeda dengan Davian , dia juga sedikit khawatir sebenarnya . Bagaimana jika nanti ternyata keluarga Alea memang benar masih ada dan bukan orang biasa , apakah mereka akan memisahkannya dariku ? Entahlah
Dikamar Mommy dan Daddy
" Dad , bagaimana kalau ternyata Alea adalah anak orang berada . Bagaimana kalau tiba-tiba mereka datang untuk mengambil paksa Alea ?" mereka berdua berbincang sebelum tidur
" Kalau memang Alea masih memiliki keluarga , kita harus ikut bersyukur dan bahagia untuk itu Mom . Dari keluarga berada atau tidak itu tidak masalah . Mereka juga tidak bisa sembarangan mengambil Alea , Davian lebih berhak karena dia suaminya . Mommy tenang saja "
" Aku juga pasti senang Dad , jika memang keluarga Alea masih ada . Aku cuma takut saja Dad , semoga semuanya baik-baik saja nantinya "
" Iya , sudah ayo tidur . Apa kita harus olahraga dulu , biar gelisah kamu hilang Mom " menggoda sang istri sambil menaik turunkan alisnya
" Ish Daddy genit " Lalu ya begitulah ya . Hei Davian dan Alea , lihat kalian kalah sama kedua orang tua ini wkwkwk
__ADS_1
Dikediaman Tante Ve
Sepulang dari rumah Mom Zee , Tante Ve bersantai menunggu suami sambil masih memperhatikan video gelang yang dia ambil tadi . Sambil mengingat dimana dia pernah melihatnya . Selang beberapa saat terlihat sang suami pulang , bertegur sapa sebentar , lalu makan malam bersama dan mengobrol di kamar mereka
" Pi , aku tadi habis dari rumah Zee "
" Tumben Mi , ada acara apaan " tanya suaminya
" Tadi Zee menunjukkan gelang Alea , katanya itu merupakan gelang peninggalan orang tuanya . Lihat deh Pi , barangkali Papi pernah lihat yang mirip seperti ini " menunjukkan video gelang Alea
Sang suami melihat dengan serius sampai diulang - ulang . Seperti kenal model gelang ini , tapi masa ini keluarga itu sih . Mengerutkan alisnya lalu memandang sang istri
" Kamu tahu Mi , aku pernah melihat gelang ini saat berkunjung ke Kota Z . Bukan sama persis sih , hanya terlihat mirip saja . Waktu itu ada perjalanan bisnis , dan disana banyak para pengusaha yang datang ke acara yang Papi datangi . Nah waktu Papi ke kamar mandi tidak sengaja menabrak seorang pengusaha muda , dan dia menjatuhkan gelang yang hampir mirip dengan gelang ini "
" Siapa pengusaha muda itu Pi ?" sang istri sangat antusias
" Hais aku juga tidak tahu Mi , dia hanya menoleh sekilas lalu pergi . Sepertinya sedang terburu-buru , karena dia juga sedang menelfon seseorang "
" Jadwal kesana diundur akhir bulan Mi . Disini sedang ada proyek yang lebih penting , jadi sabar ya Mi . Ayo kita tidur dulu sudah larut , Papi juga sudah sangat lelah " menciun kening sang istri lalu mematikan lampu kamar dan tidur sambil memeluk tubuh harum istri tercinta
Di Kota Z
Terlihat seorang wanita paruh baya yang masih cantik hanya saja sedikit pucat , duduk manis di ruang makan menunggu anak dan suaminya datang
" Mama sudah dari tadi , maaf ya membuat Mama menunggu lama " ucap sang anak , ya anak itu adalah Dareen . Kevin duduk lalu tersenyum pada sang Nyonya
" Tidak apa nak , Mama senang kok . Kamu sudah wangi sekali , kapan kalian ngenalin pasangan kalian sama Mama ?"
" Nanti Ma , kalau sudah waktunya . Dareen masih sibuk Ma "
__ADS_1
" Kalau kamu gimana Vin ?" tanya sang Nyonya . Selama ini Orang tua Dareen menganggap Kevin sebagai anaknya sendiri
" Saya juga masih belum memikirkannya Nyonya "
" Aish kalian ini , Mama kan juga pengen cepat punya menantu " Canda sang Mama
" Nanti kalau sudah waktunya pasti kita kenalin Ma "
" Eh Papa , sini Pa . Ayo kita makan sekarang " Mama masih tersenyum manis
Mereka berempat makan bersama dengan khitmad , sungguh terlihat seperti keluarga harmonis tanpa ada satu masalah pun . Selesai makan mereka berbincang diruang santai , membahas masalah pekerjaan dan lain - lain
" Seandainya Gaby ada disini , bukankah itu menyenangkan Pa ?" Aiko mencoba memancing , terlihat wajah ketiga pria berbeda usia itu berubah tegang sebentar lalu kembali santai
" Jangan terlalu dipikirkan ya Ma , semoga nanti Tuhan memberikan petunjuk . Jika memang Gaby masih hidup , dia pasti akan kembali pada kita . Jika tidak kita hanya bisa mendoakan yang terbaik saja Ma " Mengelus tangan istrinya lembut . Maaf sayang aku belum bisa memberi tahumu , gumam lelaki paruh baya itu
" Iya Pa , Mama mengerti . Mama hanya membayangkan saja " terlihat , sangat terlihat pancaran kesedihan dimatanya yang sayu itu
Dareen memandang sang Mama dengan tatapan yang entah hanya dia yang tahu artinya . Ada rasa bersalah sedih dan juga marah pada dirinya sendiri . Kevin yang tahu perubahan mimik muka pada Tuan Mudanya itu langsung menepuk pundaknya dan mengisyaratkan untuk pergi dari sana
" Ma Pa , kami keruang kerja dulu . Ada pekerjaan yang harus diselesaikan " berdiri bersama Sekertarisnya lalu melangkah menuju ruang kerja . Mama dan Papa tersenyum mengiyakan .
Di sebuah apartemen
Diana masih mencoba memikirkan cara mengelabuhi Alea dan merebut Davian . Setelah pertemuannya dengan Alea waktu itu , dia menyimpulkan jika Alea bukan orang yang mudah dibodohi . Diana tidak tahu saja jika semua pergerakannya diawasi oleh anak buah Sekertaris Al
Memakai sebuah gaun tipis dibadannya , dan juga segelas minuman ditangannya , Diana melihat foto - foto Alea . Hasil dari orang suruhannya .
" Aleandra , hmmm lihat saja . Aku akan melakukan segala cara untuk memisahkanmu dengan Davian . Ya Davian hanya milikku . Hahaha apa bagusnya kamu Alea " masih kukuh dengan pendiriannya , jika dia bisa mendapatkan hati Davian
__ADS_1
Seandainya saja Diana tahu jika Alea dan Davian sebenarnya saling mencintai , bagaimana jadinya ya . Mungkin dia akan menggila hehehe .