
Hai semuanya ...
Jangan lupa tinggalin jejak ya 😘😘
Klik Like Vote dan Komentar juga 😍😍
Apresiasi kalian sangat membuat author semangat 😍😍
Lope banyak banyak dari author untuk semua reader tercinta ❤❤❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mommy zee dan Tante Ve merupakan sahabat lama . Walaupun sekarang mereka sudah memiliki keluarga masing masing , namun hubungan mereka berdua masih terbilang baik . Saat ini mereka berdua sedang berada di taman , mau curhat katanya .
" Zee apa kamu sudah dengar kabar mengenai Aiko , teman kita dulu "
" Entahlah , sudah berapa lama ya aku tidak mendengar kabarnya . Dimana dia sekarang saja aku tidak tau Ve . Kamu tau dia dimana ?" Mom Zee antusias
" Dengar dengar dia ada di Kota Z sih . Masih ingatkan bagaimana dulu dia diusir dari rumahnya . Seandainya Aiko tidak diusir mungkin masih bisa berkumpul bersama kita "
" Wah , kamu dapat kabar dari mana Ve . Itu sudah menjadi keputusan Aiko . Kita hanya harus mendukungnya , walaupun dia melupakan janjinya untuk menghubungi kita lagi " menerawang jauh sambil memikirkan masa lalu
" Hei kamu lupa , aku ini punya banyak koneksi karena perhiasan . Ada yang pernah bilang ada pengusaha terkaya disana yang suka pesan perhiasan untuk anaknya . Dan anehnya , anaknya ini hilang sejak masih bayi Zee . Namanya juga Aiko , tepatnya Narumi Aiko . Bukankah itu sahabat kita ?"
" Ah Ve , aku ikut kamu ke sana . Aku ingin memastikannya langsung " seperti biasa Mom Zee selalu heboh dan antusias
" Ish kamu ini Zee , aku mau memastikannya dulu . Nanti jika sudah pasti benar , ayo kita kesana bersama . Lagian memang kamu boleh pergi sendiri tanpa suamimu . Suamimu over protektif gitu sama kamu " ledek Ve sambil menyesap minumannya
" Ahhh iya juga ya . Pasti dia bilang tidak boleh , kemanapun kamu pergi aku harus ikut . Kita pergi bersama . Ya ya ya sudah tua juga kenapa masih bucin sih "
" Yang bucin kan juga suamimu sendiri " Ve cekikikan . Masih ingat saat ingin pergi berlibur berdua denga Zee , pasti suaminya itu selalu ikut . Alhasil mereka pergi berempat , dengan suami masing masing . Suami Zee dan Suami Ve merupakan teman satu relasi , jadi berliburpun tetap masih sering membahas pekerjaan
Kedua wanita yang sudah tidak muda lagi itu bercengkrama mengenang masa - masa mudanya dulu . Ahh senangnya bisa mengenang masa muda dengan sahabat lama . Sekecil apapun kenangannya pasti bisa membuat kita tertawa atau tersenyum sendiri .
Diruang Santai
" Kak , jadi kapan nih Kakak mau ngenalin aku sama Dion ?" Fira merengek
__ADS_1
" Masih banyak lelaki tampan diluar sana Fir , lebih baik jangan Dion deh " Alea menasehati
" Memangnya kenapa sih Kak , kelihatannya dia baik kok "
" Memang baik sih , tapi sudah ada pawangnya " Jawab kakak ipar Fira cengengesan
" Huuu , belum jadi istri kan "
" Hei walaupun belum jadi istri , kamu juga jangan jadi perusak hubungan orang sayang " Mengacak rambut Fira . Maaf Fir , aku gak bisa ngenalin kamu sama Dion , ada mak lampir di dekatnya , aku gak mau kamu kenapa kenapa gumam Alea . Fira hanya memanyunkan bibirnya , lalu mereka kembali mengobrol bersama . Membahas kegiatan mereka sehari - hari dan masih banyak lagi . Pasti udah pada tahu kan kalau sesama perempuan udah ngumpul yang dibahas apa hehe .
Di Belahan Bumi Yang Lain
Terlihat sebuah mobil mewah memasuki mansion yang tak kalah mewah . Dareen dan Kevin sampai Di Mansionnya , terlihat beberapa pelayan menyambut mereka . Kedua lelaki itu hanya menganggukkan kepal lalu berlalu menuju kamar sang Mama . Kevin sang Sekertaris pun ikut masuk , seperti biasa jika mereka pergi ke luar kota maupun luar negri , sepulangnya harus menghadap sang Mama . Biar hilang rasa khawatirnya .
Ceklek suara pintu terbuka
" Mama " tersenyum manis lalu memeluk sang Mama
" Dareen Kevin kalian baik - baik saja ?" sambil mengusap punggung lelaki tampan itu
" Kami tentu saja baik Ma , memangnya Mama ingin kami kenapa - kenapa ?" canda Dareen
" Iya Ma " Wanita paruh baya nan cantik itu langsung berdiri dan keluar dari kamar di dampingi pelayannya . Kondisi nya langsung membaik saat sudah melihat anaknya itu
Lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan itu hanya tersenyum . Selalu seperti itu gumamnya .
" Ayo ikut keruang kerja Papa dulu sebentar "
berjalan keluar diikuti Dareen dan juga Kevin . Kedua lelaki itu saling pandang , Pasti Papa sudah tahu , begitu yang tersirat dalam mata mereka
Sesampainya diruang kerja
" Papa tahu kamu tidak ada perjalanan bisnis ke luar kota hari ini . Apa kamu masih berusaha mencari adikmu nak ?" Papa bertanya dengan nada rendah
" Iya Pa , maaf kalau aku tidak memberitahukan hal ini pada Papa . Kami masih mencari kepastian Pa "
" Apa ada ciri - ciri kalau dia memang adikmu ?"
__ADS_1
" Ada Pa , wajahnya sangat mirip dengan Papa dan Mama . Lihatlah Pa , aku punya fotonya " menyerahkan ponsel Kevin pada sang Papa . Terlihat seorang gadis yang cantik dengan tampilan sederhana . Benar wajahnya mirip dengan ku , gumam Papa Dareen
" Ini , antar Papa kesana nak . Papa akan membawa dia kembali agar Mamamu kembali ceria seperti dulu "
" Tidak bisa Pa , gadis ini sudah menikah dan juga kita tidak bisa seenaknya langsung membawa kemari . Kita harus memastikannya dulu , apa benar dia Gaby atau bukan " menenangkan sang Papa , terlihat di matanya jika lelaki paruh baya itu terlihat bahagia dan juga ada gurat kerinduan disana
" Sudah menikah , bukankah itu masih terlalu muda nak ? siapa nama gadis ini ?"
" Alea Pa namanya , dia istri dari pengusaha ternama di kota B Davian Zeggar Alkendrick . Tentu saja suami Alea tidak akan semudah itu mengizinkan kita membawa seenaknya Pa "
" Jadi Alea menantu keluarga Alkendrick ya " terlihat Papa menerawang jauh
" Apa Papa mengenal keluarga Alkendrick , jika memang iya bukankah semuanya akan menjadi mudah Pa ?"
" Papa hanya pernah mendengar nama keluarga itu , bahkan keluarga kita belum pernah menjalin kerjasama dengan mereka . Hanya saja Mamamu pernah bercerita jika salah satu sahabatnya juga merupakan menantu keluarga Alkendrick . Entah Alkendrick yang dimaksud sama atau tidak dengan suami Alea "
Kedua lelaki didepannya hanya diam dan menganggukkan kepalanya.
" Lalu dimana dulu Alea dibesarkan nak ?"
" Dia dibesarkan di panti asuhan Pa . Sebenarnya tadi kami mau kesana , tapi Papa menghubungi Kevin untuk kembali secepatnya . Jadi kami tunda dulu . Mungkin besok atau lusa kami akan ke panti asuhan itu "
" Papa ikut , Papa juga ingin melihat gadis ini secara langsung "
" Apa Papa tidak sibuk ?" Dareen bertanya
" Bukankah ini lebih penting dibandingkan pekerjaan nak ?"
" Baiklah nanti Papa bisa ikut . Tapi Pa , tolong jangan beritahu Mama dulu ya . Dareen hanya tidak ingin Mama kecewa dan kembali bersedih jika nanti hasilnya tidak sesuai " pinta sang anak pada Papanya
" Tenang saja , Papa akan merahasiakannya dulu dari Mama . Sekarang kalian mandilah , setelah itu turun untuk makan "
" Baik " kedua itu menjawab serempak lalu keluar dan menuju kamarnya masing - masing . Kevin disediakan satu kamar untuknya di Mansion ini . Jadi dia juga bisa menginap kapan saja
Tanpa sepengetahuan mereka ternyata Narumi menguping pembicaraan tentang gadis bernama Alea . Dia langsung berusaha tenang dan mencoba untuk terlihat biasa - biasa saja . Walaupun didalam hatinya berontak , tapi dia mencoba mengendalikannya . Bukankah jika Alea itu memang Gaby artinya dia harus bisa menjadi dirinya yang dulu lagi ? Wanita cantik , anggun , penuh kasih ? Narumi lalu melangkahkan kakinya kembali ke kamar untuk ganti baju , berjalan dengan sedikit gemetar dan menahan air mata agar tidak jatuh . Harus sabar menunggu kabar dari anak dan suaminya , begitu gumamnya .
Bersambung
__ADS_1
Mau tau lanjutan ceritanya ??
Jangan lupa like , coment and Vote ya 😍