
Hari ini adalah perjalanan Tante Ve dan suaminya menuju ke kota Z . Tante Ve tidak lupa memberi kabar pada Mommy Zee perihal keberangkatannya . Sayang sekali aku tidak bisa ikut , Alea sedang terkena musibah , bawa kabar baik ya . Begitu ucap Mommy Zee saat dihubungi tadi . Tante Ve meminta maaf dan menyesal karena tidak bisa menjenguk Alea di Rumah Sakit .
" Sudah siap semuanya Mi " ucap Gio Alatas suami Veronica Anastasya yang kerap dipanggil Tante Ve
" Sudah Pi , ayo berangkat sekarang " berjalan sambil menenteng tas mahalnya . Sopir sudah menunggu di depan untuk mengantar Tuannya menuju Bandara
Membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk perjalanan ke kota Z . Sepasang suami istri itu teelihat seperti orang yang sedang berbulan madu saja .
Pasangan Ve dan Gio memiliki 2 orang anak , mereka sudah berkarir . Sang Kakak membantu Papinya di Perusahaan , sedangkan sang Adik menekuni hobby nya sebagai pelukis . Keduanya laki - laki , usianya juga hampir sama dengan Davian . Mereka kembar namun tidak identik . Sang Kakak bernama Erlando Alatas dan Sang Adik bernama Erlangga Alatas . Sampai disini aja ya perkenalannya hehe
Setibanya di Kota Z mereka menginap di hotel yang dekat dengan tempat pertemuan sang suami .
" Pi , aku mandi dulu ya . Papi pesan makanan gih , laper banget tau Pi " ucap Tante Ve
" Oke " jawabnya
Beberapa saat kemudian pesanan makanan datang , Gio dan Ve sudah selesai bebersih dan mereka menyantap makanannya .
" Kamu jadi ketempat Alen kapan Mi ?"
" Habis ini Pi , Papi ikut kan ? "
" Tentu saja , kamu sudah menghubunginya ?"
" Sudah donk Pi " selesai makan mereka berdua langsung siap - siap
Disebuah Bangunan Rumah Megah
" Hai Ve , hai Gio . Aih kenapa tidak menginap disini saja sih . Banyak kamar kosong di sini " sapa Alen ramah
" Eh tidak perlu repot - repot Len . Kami juga ingin bulan madu yang kesekian kalinya , ya nggak Pi ?" seloroh Ve , suaminya hanya tersenyum
" Dimana suamimu Len ?"
" Sebentar lagi juga pulang kok , ayo dinikmati dulu "
__ADS_1
" Baik lah Alen , terimakasih jamuannya " Tante Ve tersenyum manis pada kenalannya itu
" Oiya Len , ini video gelang yang ingin aku tunjukkan padamu . Lihatlah " menyodorkan ponselnya pada Alen , video berdurasi beberapa menit itu menampilkan bentuk gelang secara detail .
" Gelang itu terdapat ukiran huruf G , saat sisi sebelah ini terkena sinar " Ve mencoba menjelaskan dan menunjukkan sisi dimana gelang itu memperlihatkan ukirannya .
Deg , inikan sama persis dengan gelang yang ditunjukan oleh Nyonya Aiko , gumamnya
" Hei " Ve menyenggol lengan Alen , membuat sang empunya kaget
" Eh maaf , sepertinya aku tahu ini gelang milik siapa . Aku pernah bicara padamu kan , tentang keluarga yang kehilangan anaknya 20 tahun lalu . Mereka keluarga Alexander , keluarga paling berpengaruh dikota ini Ve "
" Benarkah , apa kamu yakin ?"
" Tentu saja , bahkan anak laki - lakinya juga memiliki gelang yang mirip dengan ini . Hanya ada sedikit perbedaan ada desainnya . Yang menyamakan dan menjadi ciri khas adalah ukiran yang terlihat saat terkena sinar saja "
" Bukankah ini kabar bagus Pi ?" Gio menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan istrinya
" Lalu dimana sekarang anak itu Ve ?"
" Dia sudah menikah ternyata . Aku akan menghubungi keluarga Alexander nanti , kasian Nyonya Alexander sangat tertekan sekali . Dia sudah menderita sekian lama menahan kerinduan , semoga dengan titik terang ini bisa memulihkan kesehatannya " ucap Alen tulus
" Iya , aku akan mengabari Zee dulu nanti "
Dan akhirnya mereka mengobrol banyak sekali , tentang anak - anak mereka , tentang bisnisnya dan masih banyak lagi .
Masih Di Kota Z , Di Sebuah Bangunan yang tak kalah mewah
Seorang wanita paruh baya sedang menatap foto masa mudanya sambil menggendong bayi mungil dalam dekapannya , disampingnya ada seorang lelaki gagah dan tampan sedang menggendong anak balitanya .
Ya itu adalah foto terakhir sebelum kecelakaan yang membuatnya kehilangan bayi mungil itu terjadi . Kecelakaan naas yang tak akan pernah terlupakan , bahkan sakit dihatinya masih terasa .
Terlintas bayangan saat dia melahirkan anak perempuannya yang hilang . Kebahagiaan yang terpancar dalam keluarga itu benar - benar membuat orang iri melihatnya .
Seandainya saja dulu kita tidak jadi pergi , seandainya saja dan seandainya saja . Itu yang selalu terucap dihatinya . Kehilangan harta masih dicari , tapi kehilangan buah hati membuat kewarasan kita ikut hilang .
__ADS_1
" Nak , ada dimana kamu sayang . Mama sangat rindu , apakah masih ada kesempatan untuk kita bertemu ?" tes , air mata jatuh mengenai foto yang sedang dia pegang
" Jangan sedih Nyonya , semoga suatu saat nanti ada kabar bahagia tentang Nona Muda " Orang yang selalu menemani keseharian wanita paruh baya itu ikut prihatin dan terharu
" 20 tahun sudah berlalu , kenapa lama sekali . 20 tahun bukanlah waktu yang sebentar " ucapnya sambil menerawang jauh
" Kita hanya bisa berdoa Nyonya , semoga Doa yang selama ini kita panjatkan segera terjawab " mencoba menenangkan majikannya yang kini mulai terisak
Selalu seperti itu , kehidupan yang dilalui oleh wanita paruh baya yang masih cantik nan pucat itu . Dia Narumi Aiko , Seorang ibu yang masih mencoba bertahan hidup . Demi untuk bisa bertemu dengan anak perempuannya lagi .
Di Kota B
Karena rencananya untuk melihat kondisi Alea gagal . Keempat lelaki beda usia itu akhirnya memutuskan untuk mendatangi Panti Asuhan dimana Alea pernah tinggal .
Membutuhkan waktu yang lumayan , karena jarak dari hotel menuju panti asuhan lumayan jauh . Mereka berharap semoga mendapat berita baik .
Sesampainya di Panti Asuhan , mereka disambut hangat oleh Ibu panti yang terlihat sudah tua dan keriput . Tak lupa mereka membawa beberapa kantong plastik dan kardus berisi makanan dan kebutuhan sehari - hari . Setelah memperkenalkan diri , akhirnya mereka menyampaikan tujuannya datang ke panti .
" Apakah 20 tahun lalu anda menemukan seorang bayi perempuan Bu ?" tanya Dareen halus dan sopan
" 20 tahun lalu ya ?" Ibu panti mencoba mengingatnya " sebentar ya , saya minta tolong anak - anak untuk mengambil buku besar dulu . Saya sudah lupa , maklum sudah tua , permisi sebentar . Silahkan dinikmati dahulu minumannya " sambil tersenyum dan berdiri Ibu panti menuju ruangannya untuk mengambil buku besar . Dimana didalamnya tertulis data anak yang dirawat dipanti ini .
Sepertinya hanya 1 anak yang aku bawa kemari 20 tahun lalu . Ah ya benar ini kan Alea , gadis manis itu . Setelah menemukan nama Alea , Ibu panti pun keluar membawa data diri Alea .
" Maaf lama menunggu , ini data anak yang saya temukan dan saya asuh 20 tahun lalu . Hanya ada 1 anak saat itu " sambil menyerahkan data berupa foto bayi Alea yang diambil kala itu , fotonya pun terlihat sudah sedikit usang dimakan waktu
" Ini juga baju dan selimut yang dipakai anak itu dulu , apakah anda mengenalnya ? atau mungkin anda keluarganya ?" sambil memberikan kotak penyimpanan yang berisi baju dan selimut . Ibu panti sudah memberikannya pada Alea , namun Alea meminta agar Ibu panti saja yang menyimpannya
Deg , ini . Air mata dari lelaki paruh baya , Papa Dareen menetes begitu saja . Menandakan jika anak itu adalah anak yang selama ini dia cari .
Bersambung
Jangan lupa Vote Komen dan tinggalkan jejak kalian ya 😍
Apresiasi mu sangat berharga bagi author
__ADS_1
Salam sayang dan salam hangat ❤