
Terlihat seorang lelaki tampan mengenakan pakaian formalnya berjalan dengan gagah menuju loby . Siapa lagi kalau bukan Sekertaris Al , dia menjemput keluarga Alexander . Sudah terlihat 4 orang dengan pakaian yang sama formalnya berjalan beriringan ke arahnya
" Selamat datang Tuan - Tuan " sapa Al ramah pada mereka . Yang dibalas anggukan , lalu mereka berjalan menuju tempat dimana Alea dirawat
Keempat orang dibelakang Al merasa grogi , tapi mereka sudah berjanji untuk tidak menyinggung masalah Alea dulu . Tunggu sampai Alea benar - benar pulih .
Tok tok tok
" Masuk " terdengar suara dari dalam , ceklek kelima lelaki berbeda umur itu memasuki kamar Alea . Berjalan menuju ranjang tidur Alea , terlihat Alea yang sedikit kurang nyaman . Davian memegangi tangan Alea menenangkan .
" Selamat sore semuanya , perkenalkan saya Darren . Ini Papa saya , dan mereka Sekertaris kami . Maaf jika kami datang lebih awal , karena ada hal yang perlu kami selesaikan . Semoga lekas sembuh ya Nona " Dareen berkata ramah sambil sesekali melirik wajah pucat Alea , terlihat Alea tersenyum dan mengucapkan terimakasih
" Selamat sore juga , saya Davian ini istri saya Alea , mereka semua keluarga saya . Tidak masalah Tuan Dareen , kita bisa membahas kerja sama disana . Mari " Davian menunjuk pada sofa dan menuntun agar mereka berjalan ke sofa mengikutinya
Tuan Besar Alexander , Yoga benar - benar ingin memeluk Alea sekarang . Tapi dia berjanji untuk tidak mengatakannya hari ini . Lihatlah wajahnya sangat mirip denganku , matanya sangat mirip dengan Mamanya . Bahkan tanpa tes DNA pun , aku sudah yakin dia adalah Gaby kecilku
Tidak berbeda jauh dengan Dareen , dia ingin sekali memeluk dan berkata kamu adikku . Adik yang selama ini aku rindukan , tapi dia harus bersabar dulu . Tidak ingin adiknya merasa tidak nyaman , apalagi dia masih sakit
Semua lelaki berjalan menuju sofa , tertinggal Mommy dan Fira yang menjaga Alea . Beruntung sofa dikamar ini panjang , jadi muat untuk mereka duduk
Dareen dan Kevin mulai memberikan sedikit presentasi mengenai kerja sama yang akan mereka jalin . Davian dan Al pun menyimak dengan seksama , mereka menjalin kerjasama untuk membangun sebuah hotel dan resort berbintang di kota S . Tempat yang bagus , dimana disekelilingnya ada beberapa pantai yabg indah
Bukan hanya hotel , mereka berencana akan membangun tempat - tempat makan dan juga pusat oleh - oleh . Berbeda dengan Dareen anaknya , Yoga tampak tidak fokus . Sebentar - sebentar dia melihat ke arah Alea , Morgan Daddy Davian menyadari itu dan hanya diam saja .
Bukan hanya Morgan , tapi keempat lelaki lainnya juga menyadari itu . Ada rasa iba dihati Morgan , tapi mau bagaimana lagi . Kondisi Alea lebih penting kan pikirnya
Setelah beberapa lama mereka saling bertukar pendapat dan ide , akhirnya kerjasama itu terjalin . Dan akan dilangsungkan bulan depan
__ADS_1
" Maaf Tuan Yoga jika kami belum mengizinkan anda mengungkap kebenarannya pada Alea " Morgan memecah kehengingan , walaupun Alea sudah tahu , tapi berbeda jika kalian yang berbicara nanti gumamnya
" Tidak masalah Tuan Morgan , kami bisa memahami keadaan Alea . Mohon beri kami kabar nanti saat kondisi Alea sudah membaik " pinta Yoga tulus
" Tentu saja kami akan memberi anda kabar nanti "
Setelah perbincangan basa - basi akhirnya Tuan Alexander dan yang lainnya pamit kembali ke hotel . Dan akan segera kembali ke Kota nya . Akhirnya mereka pergi setelah berpamitan dengan semuanya
Tak lupa mereka berpamitan pada Alea , semoga lekas sembuh begitu kata mereka . Alea hanya tersenyum dan lupa mengucapkan terimakasih atas doanya
Sedikit rindu di hati keluarga Alexander terobati , hanya satu orang yang belum tahu yaitu Narumi Aiko . Bagaimana reaksinya ya kaau dia tahu ?
Waktu berjalan begitu cepat , Malam sudah mulai menyapa . Yoga , Dareen beserta Sekertaris mereka sedang dalam perjalanan ke Kota Z . Berbeda dengan wanita paruh baya yang kerap di sapa Nyonya Alexander itu . Dia sedang menunggu tamu yang sudah membuat janji dengannya tadi
Tak butuh waktu lama , penjaga gerbang memberi informasi bahwa Nyonya Alenia sudah tiba . Kepala pelayan langsung keluar menyambut dan membawa Alen menuju ruang makan . Nyonya Alexander sudah menunggu di meja makan katanya
" Selamat malam juga , tidak kok . Saya juga baru turun , silahkan dinikmati dulu makanannya . Nanti kita bisa mengobrol setelah makan malam " ramah , ya Aiko memang ramah selama ini ada siapapun
" Baik Nyonya , terimakasih " lalu keduanya makan malam dalam keheningan . Hanya suara dentingan sendok yang beradu
Selesai makan malam , Aiko mengajak Alen keruang bersantai
" Silahkan Alen , apa yang ingin kamu sampaikan padaku ? "
" Ini mengenai gelang yang pernah anda tanyakan dulu Nyonya " perkataan Alen membuat Aiko tegang , Asisten pribadi yang selalu menemani Aiko langsung sigap memegang pundak majikannya itu . Aiko tersenyum dan berkata tidak apa - apa
" Apa yang terjadi dengan gelang itu ? "
__ADS_1
" Tadi siang ada kenalan saya dari kota B datang kerumah saya Nyonya . Dia memperlihatkan video gelang kepada saya , berharap ingin menemukan informasi dari gelang itu " terang Alen lugas
" Bolehkah aku melihat Videonya Alen ? "
" Tentu Nyonya " spontan Alen mengeluarkan ponselnya dari dalam tas , lalu memperlihatkan video yang dia dapat dari Ve tadi
Aiko melihat dengan seksama video didepannya .
Deg ini , bukankah ini gelang milik Gaby ku gumamnya . Karena masih tidak percaya dia mengulang kembali video itu berkali - kali . Asisten pribadi yang ikut menyaksikan video itu juga terharu , ini milik Nona muda gumamnya
" Siapa dia Alen , siapa yang memperlihatkan video ini padamu ? ini adalah gelang anak perempuanku yang hilang " Terlihat wajah syok , terharu dan juga bahagia diwajah Aiko
" Kenalan saya bernama Veronica Anastasya Nyonya . Dan gelang ini milik menantu sahabatnya yang bernama Zeenanta Prameswari dari kota B " ucapan Alen kali ini membuat Aiko lebih terkejut lagi
Mereka sahabatku gumamnya , tak terasa air matanya mengalir begitu saja . Ternyata kalian yang menjaga anakku selama ini . Terimakasih Tuhan , maaf kan aku karena sampai saat ini aku belum memberi kalian kabar . Tubuhnya bahkan sampai bergetar karena menangis , wajahnya juga sudah terlihat pucat
" Maaf Nyonya Alen , saya akan mengantar anda kedepan . Nyonya Alexander sedang sedikit tidak enak badan . Maaf atas keadaan ini , dan terimakasih atas informasinya . Nanti saya akan mengirim hadiah ke rumah anda " ucap Asisten pribadi Aiko
" Baik saya mengerti , tidak perlu repot - repot memberi saya hadiah . Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya Alexander " pamit Alen pada Aiko yang hanya ditanggapi dengan anggukan
Sungguh perasaan yang tak bisa Aiko jabarkan . Ada rasa lega , ada juga rasa gelisah . Apakah Gaby bisa menerima ku dan memaafkanku nanti ? Banyak sekali pikiran yang dia rasakan sekarang . Apa anak dan suaminya sudah tahu sehingga mereka pergi bersama ? Banyak pertanyaan di benaknya sekarang
Asisten pribadi sudah mengantar Aiko sekarang , bahkan sudah menghubungi Tuan Alexander . Apa yang akan terjadi nanti ?
Bersambung
Jangan lupa vote like dan hadiahnya ya 😍
__ADS_1
Nantikan kisah Alea dan Davian selanjutnya ya