Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 11[ketahuan ratna]


__ADS_3

"ratna yang baru saja tiba di rumah heran, tumben sepi pada kemana semua orang pikir ratna,tak mau ambil pusing ratna pun bergegas ingin masuk kamar, baru saja ia hendak membuka pinta, tapi dia mendengar suara aneh berasal dari kamar rani, karna penasaran ratna pun mendekat suara itu pun makin jelas"


"ratna mencoba membuka, pintu ingin melihat apa yang terjadi di dalam dan ratna pun melihat pemandangan yang menjijikkan kan, dua manusia yang bukan muhrim sedang berzinah"


"mas" teriak ratna


"riki dan rani yang mendengar teriakan ratna jadi gugup dan takut


"dek,mas bisa jelasin ini cuman salam paham,"ucap riki gemetar


"salah paham kamu bilang mas, keterlaluan kamu mas, jadi ini yang kamu lakukan di belakang aku dengan tidur dengan wanita murahan itu, jawab mas"teriak ratna


"plak"


"dasar wanita murahan,di bayar berapa kamu sama suami ku hah"


"dek, lepasin kasihan rani"ucap mas riki menarik tangan ku kasar, dan kulihat rani tersenyum sinis pada ku


"apa kamu bilang? kasihan kamu lebih bela dia di bandingkan aku istri sah kamu"ucap ku lirih sakit itu yang kurasakan saat ini


"bukan gitu dek, kita bisa bicara baik baik"


"tampa mendengar ucapan mas riki aku bergegas meninggal kan dua manusia laknat ini, masuk kamar dan mengunci nya"


"mas, maafin aku ya, gara gara aku mbak ratna sama mas jadi berantem"ucap rani menangis


"kamu nggak salah ran,ini semua salah mas, mas yang nggak bisa nahan diri, kamu nggak usah nangis lagi ya kita hadapi sama sama apa pun yang terjadi"ucap riki memeluk rani


"tapi mas,aku taku kalo aku hamil gimana? kalo sampe orang orang tau aku hamil di luar nikah gimana mas? ucap rani terisak di pelukan riki


"kamu tenang aja, mas akan tanggung jawab, karna ini perbuatan mas,jadi kamu yang tenang ya"


"apa mbak ratna akan setuju mas?

__ADS_1


"setuju atau nggak,mas akan tetap nikahi kamu, sekarang kamu mandi habis itu istirahat,mas mau ngomong dulu sama ratna ya"


"iya mas,ucap rani tersenyum dalam hati nya yes berhasil


"dek, kamu nggak papa kan? mas benar benar minta maaf, kamu nggak usah nangis lagi ya semua nya udah terjadi"


"setelah apa yang udah kamu perbuat? kamu masih nanyak apa aku baik baik aja? dan apa kamu bilang maaf, emang dengan kata maaf luka ini akan sembuh? nggak kan, salah ku apa sampe kamu tega gini'in aku" teriak ratna


"kamu nggak salah apa apa dek, mas minta maaf mas akan lakuin apa pun,salah adek bisa maafin mas! mas cinta banget sama adek"


"cih, cinta aku udah nggak butuh cinta kamu lagi, cinta ku sama kamu udah terkikis habis, kini hanya tinggal benci yang ada dalam hati ku,jadi simpan aja kata cinta mu itu karna aku udah nggak butuh"


"dek, kamu jangan bilang gitu dek, mas tau kamu itu masi cinta sama mas, cuman karna kamu lagi di penuhi amarah dan emosi maka nua kamu bilang gitu"ucap nya dan ingin merahi tangan ku tapi langsung aku tepis


"jangan sentuh aku lagi, karna aku udah jijik di sentuh sama kamu, sekarang kamu keluar"


"tapi dek"


"keluar, aku bilang keluar"teriak ratna


"braaak,aku pun menutup pintu dengan kencang setelah melihat mas riki keluar dar kamar"


"aku menangis bukan karna cinta atau pun takut kehilangan, tapi aku merasa manusia paling bodoh karna masih bertahan dengan penghianat,selama ini aku masih diam karna tidak di kasih nafka cukup, aku diam karna dia berlaku kasar terhadap ku, tapi aku tidak akan tinggal diam jika di hianati"


"kalian semua akan aku balas, satu persatu kalian harus merasa kan sakit yang aku rasa kan juga"batin ku


"mas, gimana? apa mbak ratna setuju kalo mas nikahi aku"


"kamu sabar dulu ya ran! sekarang ratna masih di penuhi emosi dan amarah, kalo mas tetap nekat bicara soal ingin menikah kamu, mas takut dia hilang kendali dan melakukan tindakan berbahaya"


"mas, benar ya, kalo mbak ratna udah tenang mas harus ngomong, biar kita cepat nikah soal nya aku takut hamil mas"ucap rani bergelut manja di tangan riki


"iya ran, mas janji, setelah keadaan membaik mas akan langsung bicara sama ratna"

__ADS_1


"makasih mas"


"iya,sekarang mas beli makan dulu ya, pasti kamu udah lapar kan? ucap riki lembut


"iya mas,aku udah lapar banget"jawab rani


"yaudah mas keluar bentar ya"


iya mas,ucap rani tersenyum


"gimana mbak,gimana rasa nya di hianati sama suami sendiri,pasti sakit kan"


"rasa nya biasa aja,lagi pula aku udah nggak butuh laki laki macam si riki, ternyata kamu bangga juga ya jadi wanita pelakor dan murahan"ucap ratna sinis


"alah, sekarang aja mbak bilang nggak butuh, tapi pas nanti udah di cerain pasti mohon mohon"ucap rani mengejek


"maaf aku sebagai perempuan masih punya harga diri, jadi nggak sudi memehon apa lagi mengemis sama sampah seperti kalian"


"apa kamu bilang? aku bukan sampah"teriak rani


"kalo bukan sampah jadi apa dong, penghianat sama murahan kan serasi, jadi cocok di sebut sebagai sampah"


"kamu" ucap rani marah dan ingin menampar ratna tapi ratna langsung memegang tangan rani dengan kuat"


"jangan coba coba sentuh aku dengan tangan kotor mu, kamu belum tau apa yang biasa aku lakuin sama kamu, kalo kamu berani sentuh aku"


"kamu nggak usah ngancam aku mbak, aku nggak takut sama wanita lemah seperti kamu, lebih baik kamu bersiap saja karna sebentar lagi mas riki akan cerain kamu"


"bagus lah, emang itu yang aku tunggu, terbebas dari manusia seperti calon suami mu itu, dan satu lagi lebih baik kamu banyak berdoa ran, semoga keinginan mu menikah dengan suami ku cepat terkabul"


"aku bergegas meninggal kan wanita yang tak punya malu itu, dari pada aku nggak bisa nahan emosi"


"ran,kamu kenapa? kok kamu melamun gitu kamu lagi mikirin apa sih? aku tanya riki yang tiba tiba datang

__ADS_1


"eh, mas udah pulang? maaf ya aku nggak tau kalo mas udah datang, mungkin gara gara lapar kali mas maka nya aku jadi melamun"ujar rani


"mereka pun menikmati makan siang berdua"


__ADS_2