
17 Tahun telah berlalu.kini Gibran kini sudah dewasa,Gibran kini sudah kelas 3 SMA.sementara kedua orang tua Galang kini sudah pindah rumah,mereka lebih memilih tinggal di rumah yang lebih sederhana untuk menghabiskan masa tua mereka.
"Gibran,sebentar lagi kan kamu udah mau lulus sekolah,rencana nya kamu mau kuliah dimana,?"tanya Ratna pada putra nya.
"Gibran,juga belum tau bun,"
"Saran,Ayah sih.lebih baik kamu kuliah disini aja,"ucap Galang.
"Emang,kenapa harus di kota ini mas,?"tanya Ratna.
"Nggak papa,sayang.Mas cuman pengen Gibran kuliah disini,agar dia bisa belajar bisnis juga,setelah pulang kuliah,"
"Bunda,sih.setuju aja mas,gimana menurut kamu nak,?"ucap ratna.
"Gibran,belum tau bun.Ayah,lagi pula Dirga belum kepikiran buat belajar bisnis,"tutur Gibran pada Bunda dan Ayah nya.
"Kamu,harus mulai belajar nak.kalo bukan kamu yang bakalan nerusin perusahaan Ayah kamu,siapa lagi.karna kamu anak kami satu-satu nya,"kata Ratna.
"Nanti Gibran pikirin lagi bun,sekarang Gibran berangkat dulu,takut telat,"ucap Gibran buru-buru pergi.
"Aku, juga berangkat ya sayang.kamu baik-baik di rumah,"ucap Galang pamit setelah mencium kening Ratna.
"Iya mas,kamu hati-hati ya di jalan,"sahut Ratna tak lupa juga ia mencium tangan suami nya.
Kini tinggal Ratna sendiri di rumah,karna asisten rumah tangga nya sedang cuti karna pulang kampung.
DI SMA SATU HARAPAN.
"Woy,lo kenapa? dari tadi gue lihat lo melamun terus Gib,ada masalah apa sih,cerita aja sama kita ya nggak Dim"ucap Firman sahabat Gibran.
"Ho'o"Ucap Dimas,yang sedari tadi nggak berhenti ngunyah makanan.
"Telan dulu makanan lo,keselek tau rasa lo,"ucap Firman kesal.
"Kebelet nikah kali,si Gibran,"ucap Dimas asal.
__ADS_1
"Sembarangan aja lo,gue itu lagi pusing.orang tua gue nyuruh gue kuliah disini sambil belajar bisnis,tapi gue belum kepikiran kesana,"ujar Gibran ketus.
"ooh,kirain lo kebelet nikah,kalo menurut gue sih,nggak ada salah nya lo nurut apa kata orang tua lo,"ucap Dimas.
Belum sempat Gibran menjawab ucapan Dimas,tiba-tiba Putri dan kedua teman nya datang menghampiri mereka.
"Hai,kak Gibran.kami boleh ikut gabung kan sama kalian,"ucap Putri berbicara semanis mungkin agar cowok incaran nya luluh.
"Yaelah,ni ondel-ondel pake datang segala lagi,bikin gue jadi selera makan,"Gumam Dimas,tapi mulut nya tetap nggak berhenti buat ngunyah.
"Nggak selerah,tapi tinggal sisa-sisa nya aja,masih di makan,"ujar firman.
"hehehe,daripada mubazir Fir.soal nya ini di beli pake uang,bukan pake daun kelor,"ucap Dimas cengengesan
"Kak,nanti temanin aku beli buku ya."ucap Putri yang duduk di sebelah Gibran.
"Maaf Put,Gue nggak bisa.hari ini gue ada janji sama Jihan,"ucap Gibran dingin.
Jihan lagi Jihan lagi,apa sih yang gibran lihat dari cewek miskin itu,kalo soal cantik udah pasti dong cantikan aku,awas kamu cewek miskin"Batin Putri.
"Kok,kalian jadian nggak bilang-bilang sih? kita kan mau minta di traktir makan,"timpal Dimas.
Bugh.
"Makan aja,yang ada di otak lo,"ucap Gibran sambil meninju lengan Dimas.
"Awwww,!sakit bego"
"Apa,! jadi kak Gibran sama Jihan udah jadian,"ucap Putri kaget.
"Biasa aja dong Put,nggak usah kaget gitu.lagi pula nggak ada salah nya kan? kalo Gibran sama Jihan pacaran,"
Gibran cuman diam tampa berniat menjawab pertanyaan Putri.Sementara Putri dan ke dua teman nya langsung pergi.
"Napa tu anak,"tanya Firman heran dengan tingkah Putri.
__ADS_1
"Biasa lah,orang kalo lagi cemburu kan gitu,"sahut Dimas.
"Maksud kamu Dim,"
"Ya ampun Fir,masa'gitu aja kamu nggak ngerti sih? maka nya jangan kelamaan ngejomblo,"ejek Dimas.
"Sialan lo,emang kamu nggak jomblo rupa nya,"
"Udah,diam.! sesama jomblo nggak usah saling hina,"ucap Gibran lantang.
"Mentang-mentang udah punya pacar,tapi btw sejak kapan kalian berdua pacaran,"tanya Firman kepo.
"Sudah hampir dua minggu,"jawab Gibran cepat.
"Apa! hampir dua minggu? tapi kalian berdua nggak ngasih tau gue sama sekali,"
"Buat apa ngasih tau lo,nggak ada guna nya juga,lagian kan dua minggu yang lalu lo itu libur,"ucap Dimas.
Emang dua minggu yang lalu Firman tidak masuk sekolah lantaran sakit,akibat kebanyakan begadang.
"Iya sih,kalo gitu selamat ya Gib,gue doain semoga hubungan kalian berdua berjalan dengan lancar,hingga ke tahap yang serius nanti, dan jangan lupa traktiran nya,"ucap Firman tulus.
"Thaks ya, atas doa nya.kalo gitu entar sore,lo berdua gue tunggu di cafe bintang,"
"Serius ni? tapi,-
"Itu cuman alasan gue aja,soal nya gue malas kalo jalan saman Dia,soal nya banyak alasan kalo gue bareng dia,"ucap Gibran.
Sedangkan di toilet perempuan,Putri sedang melampiaskan amarah nya.
"Dasar brengsek! pokok nya gue harus bisa hancurin hubungan mereka,karna Gibran itu milik gue,"teriak Putri.
"Put,udah dong marah-marah nya.teriakan kamu itu bisa mengundang murid-murid buat datang kesini,"ucap mita.
"Iya Put,daripada kamu teriak- teriak nggak jelas giti,mending sekarang kita ke kelas dulu,soal nya bel tanda masuk udah bunyi,timpal nisa.
__ADS_1
Mereka bertiga pun bergegas keluar dari toilet.menuju ke dalam kelas mereka.