Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 57[sisil di operasi ]


__ADS_3

riki dan semua keluarga nya baru aja tiba di rumah sakit, sementara sisil sudah tidak sadarkan diri, akibat pendarahan yang di alami nya.


"dokter,,!"teriak riki.


dokter dan suster pun datang dan langsung membawa sisil ke dalam sebuah ruangan.


"tolong selamat istri dan calon anak ku dokter"ucap riki.


"baik pak, kami akan berusaha melakukan yang terbaik buat kedua nya, jadi bapak dan yang lain nya silahkan tunggu di luar"ucap dokter tersebut.


"ini semua gara gara kamu bu darmi, coba kamu nggak mendorong sisil, pasti semua nya nggak akan seperti ini"ucap bu nia.


"aku kan nggak sengaja bu nia, aku cuman berniat ngasih pelajaran sama perempuan yang sudah menghajar desi, jadi mana aku tau kalo kejadian nya akan seperti ini"ucap ibu riki membela diri.


"anak mu juga bodoh, sudah tau di hajar gitu, bukan nya berusaha kabur malah diam aja,"ucap bu nia kesal.


"bu nia jangan bilang anak ku bodoh dong, ibu juga lihat tadi? gimana ibu ibu yang ada disitu menghalangi dia, jadi gimana mau kabur"ucap ibu riki geram.


"emang dia bodoh, ngapain coba mau jadi pelakor, kirain selama ini desi punya kerjaan bagus, eh tau tau nya? kerjaan nya cuman jadi simpanan suami orang"gumam bu nia.


"bu nia jangan menghina desi ya, bukan nya selama ini bu nia yang nyuruh dia buat bekerja? udah gitu bu nia juga ikut kan menikmati hasil nya"ucap ibu riki marah.


bu nia masih ingin menjawab ucapan mertua putri nya, tapi sudah di potong duluan sama riki.


"sudah cukup, mama sama ibu bisa diam nggak sih? sekarang bukan waktu nya untuk berantam, apa kalian lupa di dalam sisil sedang berjuang,seharus nya mama sama ibu doain sisil, bukan nya malah berantem terus"ucap riki marah.


sementara di dalam ruangan desi meringis menahan sakit, sekarang dia sedang di periksa sama dokter.


"pelan pelan dong dok, sakit tau"ucap desi menahan sakit.


"iya mbak, ini juga pelan kok? mbak tahan bentar ya"ucap dokter masih berusaha tenang, lantaran dari tadi desi nggak mau diam dan tenang.


"pelan gimana dok? kalo pelan nggak mungkin aku kesakitan,pasti dokter sengaja ya?"ucap desi marah.


"mbak bisa diam nggak? dari tadi saya udah coba bersabar menghadapi sikap mbak, kalo nggak mau di obati pulang sana, udah untung mbak nya masi saya obati, mbak mau saya suntik mati, biar nggak ngerasa sakit lagi?"ucap dokter tersebut geram.


"maaf dok,"ucap desi gemetar.


sementara di lain ruangan dokter baru saja keluar dari ruangan sisil,mereka bertiga pun langsung menghampiri dokter tersebut.


"gimana keadaan anak saya dok?"tanya bu nia.

__ADS_1


"pasien harus segera dioperasi bu, untuk menyelamatkan bayi yang ada di dalam kandungan pasien tersebut,"jawab sang dokter.


"apa? emang nggak ada tindakan lain dok? selain di operasi"ucap riki.


"nggak ada pak, cuman itu satu satu nya cara untuk menyelamatkan bayi nya, itu di sebab kan pendarahan yang di alami pasien pak, jadi saya minta bapak segera melunasi biaya nya, agar kami bisa segera bertindak"ucap dokter tersebut.


"baik dok"ucap riki.


"ma, mama ada simpanan kan?" tanya riki.


"nggak ada rik, pendapatan dari butik pun nggak seberapa"jawab bu nia lesu.


"terus gimana dong ma? sisil butuh penanganan segera, aku nggak mau terjadi sesuatu sama mereka berdua"ucap riki pelan.


"coba kita tanya desi aja, siapa tau dia masih punya simpanan kan"ucap ibu riki.


mereka bertiga pun langsung menuju ke ruangan desi, dengan tergesa gesa.


"gimana keadaan kamu des?"tanya ibu riki.


"udah mendingan bu, tinggal nunggu ngilangin bekas bekas lebam nya aja"ucap desi.


"desi, kamu masih punya uang simpanan nggak"tanya bu nia.


"sisil harus dioperasi des, karna pendarahan yang di alami nya, dan dokter menyuruh untuk melunasi biaya nya,secepat mungkin"ucap bu nia lirih.


"aku nggak ada uang lagi tan, tante kan punya butik? kenapa nggak butik itu aja tante gadaikan"ucap desi.


"betul itu ma, sekarang kita udah nggak punya banyak waktu, kita harus nyelamatin sisil dan calon anak ku"ucap riki.


"baik lah, kalo bukan karna sisil, aku nggak sudi buat menggadaikan butik ku, punya menantu tapi nggak berguna, kalo tau gini mending aku suruh sisil aja buat gugurin kandungan nya"ucap bu nia kesal.


"kok mama bilang gitu?"ucap riki tak terima.


"emang benarkan,semenjak kamu menjadi suami nya sisil, kamu belum pernah kasih dia nafka, tau nya cuman nyusahin aja"ucap bu nia.


"pokok nya, kamu harus cari kerja supaya bisa bayar cicilan butik ku, kalo sampe butik ku nanti di sita gara gara nggak bisa bayar cicilan, siap siap kamu dan keluarga mu keluar dari rumah ku"ucap bu nia sambil keluar dari ruangan desi, karna dia harus pergi ke bank untuk meminjam uang.


"gimana dong ini rik? kalo kita di usir terus kita mau tinggal dimana? ibu nggak mau ya jadi gembel, apa kata orang orang nanti?"ucap ibu riki.


"ibu nggak usah khawatir gitu, aku janji akan cari kerjaan, tapi untuk sementara aku minta sama ibu, ibu ataupun mbak desi harus nuruti semua permintaan mama nia"ucap riki.

__ADS_1


"loh kok gitu rik? berarti kami berdua harus nuruti permitaan mertua mu, termasuk jika nanti mertua mu menyuruh kami jadi pembantu?"ucap ibu riki sewot.


"yah mau gimana lagi bu, dari pada kita di usir ibu mending pilih mana?"ucap riki.


"kirain bakal jadi ketularan kaya, setelah kamu nikahin anak orang kaya rik? eh tau tau nya makin susah"gumam ibu riki.


"udah lah bu, ibu nggak usah kebanyakan ngeluhh kenapa sih? aku makin pusing ni, aku mau pergi keruangan sisil dulu"ucap riki sambil keluar dari ruangan desi.


"kamu juga des, kok bisa bisa nya sih kamu ketahuan gitu,terus kenapa kamu nggak mau jujur soal kerjaan mu sama ibu? bikin malu aja"ucap ibu riki.


"ibu jangan marah marah dong? aku mau mana tau kalo istri sah nya ada disitu, lagi pula bukan nya ibu sendiri yang bilang? aku boleh kerja apa pun asalkan menghasilkan uang,ibu juga yang mengajari aku kan buat cari orang kaya, biarpun dia udah tua atau suami orang"ucap desi.


"kok kamu jadi balik nyalahin ibu sih?ucap ibu riki kesal.


"ibu juga ngapain nyalahin aku terus, udah lah bu,aku mau istirahat biar cepat sembuh"ucap desi menutup seluruh tubuh nya.


"dasar anak nggak ada akhlak,orang tua masih ngomong tapi malah di cuekin"umpat ibu riki.


di tempat lain keluarga galang sedang membahas kejadian tadi, sementara ratna di suruh istirahat sama mertua nya.


"assalamualaikum,,!ucap galang.


"walaikumsalam,,!"sahut mami rosa dan yang lain nya.


"ratna mana mi?"tanya galang karna nggak melihat keberadaan istri nya.


"ratna lagi istirahat lang, kamu jangan ganggu dia, mungkin dia kelelahan karna mengelilingi mall seharian"jawab mami rosa.


"oh ya mi,gimana sih cerita nya yang di mall tadi?"tanya dirga penasaran.


"itu sodara nya si riki, habis di hajar sama bu rahma, karna ketahuan selingkuh sama pak yudi"ucap nenek galang semangat.


"serius nek? soal nya vidio yang aku lihat tadi kurang jelas"ucap dirga lagi.


"serius lah dir, kan nenek kamu yang ngasih tau sama bu rahma, kalo suami nya lagi jalan sama si desi, tadi kami nggak sengaja ketemu bu rahma saat mau makan siang, kami ajak gabung, eh tau tau nya nenek kamu lihat pak yudi dan langsung ngomong ke bu rahma"ucap mami rosa menjelaskan.


"iya dir, kamu tau nggak ternyata bu rahma itu jago juga berantam, dia menghajar suami sama pelakor itu secara bergantian,tapi saat bu rahma sedang menghajar perempuan itu tiba tiba ibu nya datang"ucap nenek galang.


"terus nek? berarti nggak lanjut lagi dong berantem nya?"ucap dirga.


"lanjut dong dir, tapi pada saat ibu nya desi mau menyerang bu rahma, yang kena malah sisil, akibat nya sisil mengalami pendarahan,dan nggak tau kabar nya gimana"ucap nenek galang.

__ADS_1


sementara galang dan mami rosa hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan nenek galang sama si dirga.


__ADS_2