Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 48[desi dan sinta di penjara]


__ADS_3

"jadi desi dalang dari semua ini? kamu jangan coba coba bohongi saya sinta"tatap galang tajam.


"ng,, nggak pak, saya nggak bohong"jawab sinta cepat.


"sekarang kamu telfon desi, dan suruh dia datang ketempat ini, jangan buat dia curiga usaha kamu berbicara seperti biasa"perintah galang.


"baik pak"lagi lagi sinta hanya mampu menjawab seadanya saja.


sinta pun segera menelfon desi, dan menyuruh desi untuk segera menemui nya,galang pun langsung menyuruh anak buah nya untuk segera membawa desi jika ia sudah sampe di tempat ini.


"kalian berdua bersiap lah tunggu di depan, jika perempuan itu datang, kalian langsung bawa aja dia masuk ke dalam"ucap galang.


"baik tuan"sahut mereka dan langsung ke luar.


sementara di tempat lain desi sedang bersiap siap untuk menemui sinta,tampa merasa curiga.


"kamu mau kemana des? kok udah rapi gitu, apa kamu mau ketemu sama teman kamu lagi?"tanya ibu nya.


"ibu tau aja kalo aku mau ketemu sama teman aku, tadi teman aku ngajak ketemuan buk, kata nya ada yang ia mau bicarakan penting, yaudah aku pergi dulu ya buk"pamit desi.


desi pun menaiki ojek pesanan nya yang sudah menunggu di depan rumah nya.


"kamu hati hati ya, dan ingat jangan pulang malam"teriak ibu nya sebelum ojek yang membawa desi menjauh.


"mbak desi mau kemana buk? kok seperti nya dia lagi buru buru banget,?"tanya riki.


"biasa lah rik, mbak mu mau ketemu sama teman teman nya"sahut ibu nya.


sementara desi sudah sampe di tempat alamat yang sinta kasih, desi pun segera turun dari ojek dan membayar ongkos nya.


apa nggak salah sinta ngajak ketemuan di tempat beginian, ah lebih baik aku telfon sinta aja buat mastiin nya"ucap desi berbicara sendiri ia pun segera mengeluarkan hp dari dalam tas nya.


[halo sin, aku udah sampe ni alamat yang kamu kasih]ucap desi setelah sambungan telfon nya terhubung.


[kamu masuk aja langsung des, aku ada di dalam kok, aku nggak mungkin keluar takut, nya ada yang lihat kita nanti bahaya]sahut sinta


[baik lah sin, tapi kamu lagi nggak ngerjain aku kan? kamu serius kan ada di dalam?]ucap desi sedikit ragu.


[serius lah des, buat apa sih aku ngerjain kamu, udah buruan masuk aku tunggu]sahut sinta dan langsung mematikan telfon nya.


desi pun yang awal nya takut dan ragu, memutus kan untuk segera masuk ke dalam sesuai perintah sinta,setelah desi masuk ke dalam tiba tiba ada seseorang yang menutup mulut nya, hingga desi tidak bisa berteriak.


"diam dan nurut lah, kalo kamu masih pengen bernafas"ucap anak buah galang dingin,mereka langsung membawa desi masuk ke dalam ruangan tersebut dan mengikat nya.


tiba tiba lampu di nyala kan, dan desi kaget dan syok melihat orang orang di sekitar nya.


"apa kabar desi? pasti kamu kaget kan melihat kami disini?"ujar galang menatap tajam desi.


"pak galang, apa maksud bapak melakukan ini sama aku pak? salah aku apa?"teriak desi.


plak,,!"


plak,,!"


"rasakan itu, dasar perempuan iblis,kamu masih nanya salah kamu apa hah? kamu kan yang udah menyuruh orang buat menculik cucu ku? gara gara kamu cucu ku jadi celaka dan hampir kehilangan bayi nya"bentak nenek galang.


"nggak itu nggak benar, aku itu di fitnah, aku nggak pernah ngelakuin itu"ucap desi menangis menahan perih di pipi nya akibat tamparan dari nenek galang.


"kalo bukan kamu siapa lagi hah? orang teman kamu sendiri yang bilang"ucap nenek galang melotot.


"maksud nyonya apa? teman siapa yang nyonya maksud,?"tanya desi gugup.


"bawa perempuan itu kesini"perintah galang


"baik tuan"mereka pun langsung membawa sinta kehadapan desi.


"kamu kenal dia kan? dia perempuan yang menelfon kamu tadi, dan dia juga yang bilang bahwa kamu yang udah nyuruh orang buat menculik dan mencelai istriku"ucap galang.


"itu fitnah pak, aku nggak ngelakuin itu sama sekali, sinta maksud kamu apa fitnah aku seperti itu? bukan nya kamu sendiri yang mempunyai rencana ini? tapi kenapa kamu malah fitnah aku sinta"maki desi,


"pak galang, aku mohon pak tolong bebasin aku, ini semua rencana nya sinta pak, dia nggak rela bapak bahagia bersama ratna, untuk itu dia menyuruh anak buah nya buat menculik ratna"ucap desi memohon.


"bohong pak, justru desi yang udah menyuruh orang buat menculik ratna, dia nggak rela buk ratna bahagia, apa lagi desi bilang bahwa dia menyukai pak galang"ucap sinta tak mau kalah.


"sinta tutup mulut mu, kamu jangan memutarbalikkan fakta"bentak desi tak terima atas ucapan sinta.


"cukup,,, kalian berdua nggak usah saling menyalahkan,dan buat kalian berdua dengarkan saya baik baik, mulai hari ini kalian berdua saya pecat,dan yang terpenting kalian berdua harus mempertanggungjawabkan,atas perbuatan kalian terhadap istri saya"ucap galang dingin.


"apa? tapi pak aku nggak salah apa apa pak, aku mohon pak jangan penjarahin saya pak"ucap desi terisak.


"bawa mereka pak, dan saya minta bapak memberikan mereka hukuman yang setimpal, atas apa yang sudah mereka perbuat"ujar galang.


"baik pak, kalo begitu kami permisi dulu, terimakasih atas kerja sama nya"ucap petugas tersebut dan langsung membawa desi dan sinta beserta anak buah sinta.


"lepas, aku nggak salah pak"ucap desi meronta.


"diam, nanti anda bisa jelaskan di kantor"ucap polosi tersebut.


"sinta awas kamu, gara gara kamu di penjara,aku akan balas kamu"maki Desi,sementara sinta cuman diam aja ia tak menanggapi makian desi.


"akhir nya semua beres juga, mending sekarang kita balik ke rumah sakit aja, pasti mereka udah nungguin kita"ucap nenek galang.


"nek, ternyata kuat juga ya tenaga nenek? nenek menampar dua perempuan sekaligus"ucap dirga.


"iya lah, biarpun nenek udah nggak muda lagi, kalo soal masalah gituan nenek masih kuat"sahut nenek galang sombong.


"cih dasar sombong,"umpat galang.


"apa kamu bilang hah? kamu ngatain nenek sombong, kamu mau nenek gampar sama kaya perempuan iblis tadi"ucap nenek galang menjewer telinga cucu nya.


"ampun nek, lagi pula mana ada aku bilang gitu"ucap galang menahan sakit.


"jewer terus nek,bila perlu sampe telinga nya kendor"ucap dirga kompor.


"dasar sialan,"ucap galanf kesal.

__ADS_1


mereka bertiga pun bercanda di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit.


"assalamualaikum,,!"ucap mereka bertiga ketika membuka pintu ruangan ratna.


"walaikumsalam,,!"sahut mami dan ratna bersama.


"gimana sayang keadaan nya? apa kamu udah merasa enakan?"ucap galang mencium kening ratna.


"alhamdulillah mas, aku merasa udah jauh lebih baik dari sebelumnya"sahut ratna tersenyum.


"papi mana mi? kok mami cuma berdua sama ratna di ruangan ini"ujar galang.


"papi kamu udah pulang duluan ke rumah, papi nggak tahan mencium bau obat obatan yang ada disini, kamu kayak nggak tau aja papi kamu"sahut mami rosa.


"oh ya mas, gimana soal kasus nya? apa semua nya udah beres?"tanya ratna.


"udah nak, ternyata bukan cuman perempuan yang bernama sinta itu aja yang terlibat, tapi mantan kaka ipar kamu juga ikut terlibat"bukan galang yang menjawab melain kan nenek nya.


"serius nek?"ucap ratna kaget.


"iya sayang, desi juga ikut terlibat,tapi kamu nggak usah khawatir lagi, mereka berdua sudah aku serahkan kepada pihak yang berwajib, biar mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka udah perbuat sama kamu"sahut galang.


"iya mas, syukur lah kalo gitu, semoga aja mereka jera"ucap ratna.


di tempat lain ibu nya riki sedang gelisa ia mondar mandir nggak jelas.


"ibu kenapa sih? dari tadi aku lihat mondar mandir nggak jelas seperti itu"


"rik, kok perasaan ibu tiba tiba nggak enak ya, ibu kepikiran terus sama mbak mu"sahut ibu nya


"mbak desi kan udah pamit tadi sama ibu, jadi ngapain sih ibu masih khawatir gitu, entar lagi juga mbak desi pasti pulang"ucap riki santai.


"iya ibu tau rik, tapi nggak tau kenapa ibu merasa terjadi sesuatu sama mbak mu, kamu sih belum punya anak jadi kamu belum ngerasain nya, asal kamu tau ya firasat seorang ibu itu nggak bakalan pernah salah"omel ibu nya riki sambil terus mondar mandir.


"daripada ibu mondar mandir nggak jelas seperti itu, bikin mata aku sakit aja, mending ibu telfon mbak ratna sekarang, biar ibu lebih tenang"ujar riki.


"itu dia masalahnya rik, hp mbak mu nggak bisa di hubungi, ibu juga nggak bakalan segelisah ini kalo ibu udah ngomong sama mbak kamu"ucap ibu nya.


disaat mereka sedang berdebat soal desi tiba tiba hp ibu nya riki berbunyi,dari nomor yang tak di kenal.


"siapa buk yang nelfon"tanya riki.


"nggak tau rik,soal nya nomor nya nggak ada nama lagi"sahut ibu nya cepat.


"udah ibu angkat aja, siapa tau penting"timpal riki lagi.


[halo selamat sore, maaf ini dengan siapa ya]ucap ibu riki mengawali pembicaraan.


[apa? tidak mungkin kalian pasti salah orang? baik lah saya akan segera kesana]ucap ibu riki syok


"ibu kenapa buk? siapa yang nelfon tadi buk"ucap riki kaget melihat ibu nya menangis, setelah selesai berbicara lewat telfon tadi,


"riki, sekarang kita ke kantor polisi ya, mbak mu di tahan disana, tadi yang nelfon ibu petugas kepolisian "ucap ibu riki menangis.


"apa? emang mbak desi salah apa buk? kok mbak desi bisa sampe di tahan gitu"riki masih aja terus bertaya sementar ibu nya masih menangis mendengar kabar ini.


sedangkan di rumah sisil ia sedang menyiapkan semua keperluan untuk acara pernikahan nya yang sebentar lagi akan tiba.


"sisil, jika kamu sudah menikah nanti, berarti kamu akan ninggalin mama dong sendirian di sini? mama akan kesepian setiap hari karna nggak ada kamu"ucap buk nia sedih.


"mama nggak usah sedih gitu dong, biarpun nanti aku udah menikah sama mas riki, aku janji aku bakalan sering sering kok datang kesini"sahut sisil menghibur mama nya.


"apa nggak sebaik nya kalian tinggal di rumah ini aja sil? lagi pula kan rumah calon suami mu itu kecil, dan mereka juga nggak memiliki pembantu,mama nggak mau sampe kamu kecapean nanti disana apa lagi kamu lagi hamil gini,"ucap buk nia lagi.


"betul juga apa yang mama bilang, apa aku suruh aja mas riki menjual rumah nya"sahut sisil ia setuju dengan usul mama nya.


"iya sil, rumah ini juga terlalu besar jika cuman mama sama bibik dan supir yang menempati nya"ucap buk nia memelas agar sisil tetap tinggal di rumah ini bersama ya.


"iya ma, nanti coba aku tanya kan ke mas riki nya, mereka setuju apa nggak buat tinggal disini"ucap sisil tersenyum.


di tempat lain ibu dan riki baru aja sampe di kantor polisi tempat desi di tahan.


"maaf buk mas, ada yang bisa saya bantu"ucap salah satu petugas.


"iya pak, saya ingin bertemu dengan seorang perempuan yang baru aja di bawa kesini"ucap ibu riki sopan


"apa perempuan yang ibu maksud adalah sodari desi? baik lah kalo gitu mari saya antar keruangan nya"


ibu dan riki pun mengikuti petugas keamanan tersebut.


"silakan buk,, pak,kalo gitu saya permisi dulu!"


setelah itu ibu dan riki pun langsung duduk.


"pak, emang salah anak saya apa pak?kenapa kalian menahan nya"ucap ibu riki marah.


"lebih baik ibu tenang dulu, kita bicarakan masalah ini dengan baik,"ucap nya sopan.


"gimana saya bisa tenang pak, kalian menahan anak saya disini, tampa alasan apa pun"ucap ibu riki masih tak terima.


"ibu tenang dulu dong, kita dengar dulu penjelasan bapak ini,kalo ibu nggak bisa tenang bisa bisa nanti kita malah di usir buk"ucap riki pelan agar ibu nya tenang.


tiba tiba desi muncul bersama seseorang petugas.


"buk, riki,, tolongin aku buk, aku nggak mau di penjara buk"ucap desi menangis.


"silakan duduk sodari desi, biar kita bahas soal kasus ini, jadi saya harap kalian tenang dan jangan ada yang bikin keributan"ucap nya tegas.


"begini buk, putri ibu terbukti bersalah, sodari desi dan salah satu teman nya yang bernama sinta, mereka berdua bersekongkol untuk melakukan penculikan terhadap nona ratna yang tak lain adalah Istri tuan galang"ucap petugas tersebut.


"apa? benar des apa yang di katakan pak polisi ini"tanya ibu nya syok.


"jawab mbak, apa benar mbak terlibat"kini giliran riki yang bertanya.


"iya buk,,,rik, tapi ini semua bukan rencana aku buk, aku cuman menyetujui nya aja, selain itu aku nggak tau apa apa lagi,karna ini semua ide nya nya sinta buk"ucap desi gugup.

__ADS_1


"kenapa kamu bodoh sekali si des, kenapa kalo bertindak nggak pake mikir dulu hah? kamu itu malu maluin ibu aja tau nggak"bentak ibu nya.


"maafin desi buk, aku juga nggak tau kalo akhirnya nya seperti ini, karna sinta bilang rencana ini akan aman dan nggak bakalan ketahuan"ucap desi masih mencoba membela diri,


"terus kamu percaya aja gitu? kamu ini memang bodoh des, kamu tau sendiri kan kalo suami nya ratna itu bukan orang sembarangan, tapi kamu masih aja nekat, kalo udah seperti ini siapa yang rugi kamu sendirikan"ucap ibu riki marah


"tolong tenang buk, pelan kan kan suara ibu agar yang lain nya tidak terganggu"ucap polisi tersebut.


"pak, tolong bebasin anak saya pak,bapak dengar sendiri kan tadi anak saya cuman di hasut sama teman, agar dia mau melakukan ini jadi tolong lepasin dia pak, anak saya nggak bersalah pak"ibu riki memehon.


"maaf buk, bagaimana pun anak ibu tetap bersalah, mereka berdua sama sama merencanakan tindakan itu, jadi anak ibu tetap kami tahan"ucap polisi tersebut.


"buk, tolongin aku buk, aku nggak mau di penjara aku nggak salah buk"rengek desi pada ibu nya.


"pak,tolong bawa sadori desi, dan masuk kan dia ke dalam sel"ucap polisi tersebut pada bawahan nya.


"siap komandan"sahut nya dan langsung membawa desi.


"buk tolongin aku buk, aku nggak mau disini buk"teriak desi.


ibu dan riki pun nggak bisa berbuat apa apa, mereka berdua hanya pasrah melihat desi di bawa sama petugas.


"buk, lebih baik kita pulang aja"ucap riki.


"tapi rik, desi gimana rik?"sahut ibu nya menangis.


"lebih baik kita pulang aja dulu buk, nanti kita pikirin gimana cara nya buat ngebebasin mbak desi"balas riki.


mereka berdua pun pergi meninggalkan kantor polisi tersebut,setelah berpamitan kepada petugas tersebut.


sementara ratna sudah mulai bosan berada di rumah sakit, lantaran sudah beberapa hari di rawat.


"kamu kenapa sayang? kok seperti nya kamu lagi mikirin sesuatu? emang kamu lagi pikirin apa hmmm? ucap galang ngelus kepala ratna.


"nggak ada kok mas, aku cuman bosan aja disini, aku pengen cepat cepat pulang"ujar ratna.


"kamu yang sabar ya sayang, tunggu sampe kamu benar benar sembuh dulu, baru kita pulang"balas galang.


"iya mas, tapi aku bosan tau"ucap ranta cemberut.


"sayang aku mohon kamu jangan cemberut gitu, kamu tau kan aku nggak bisa tahan melihat wajah cemberut mu itu, apa kamu mau aku terkam disini"bisik galang.


"maaf mas,,


belum sempat ratna melanjutkan ucapan nya, galang sudah membungkam mulut ratna dengan sebuah ciuman,ratna pun tak menolak nya ia pun membalas ciuman dari suami nya, lantaran ia juga rindu dengan sentuhan suami nya mereka berdua pun sama sama menikmati nya, sampe sampe mereka tidak sadar dengan kehadiran mami rosa dan yang lain nya.


"sayang ini mami"ucap mami rosa terhenti karna melihat anak dan menantu nya bermesraan.


"galang"ucap nenek galang


galang dan ratna pun terkejut mereka langsung melepaskan ciuman mereka, galang seperti biasa aja dia tidak merasa malu sedikit pun, beda dengan ratna yang wajah nya sudah memerah karna kepergok sama keluarga nya.


dasar tukang ganggu, nggak bisa apa melihat orang bermesraan sebentar aja"gerutu galang.


"dasar anak nakal, kamu tau sendirikan istri mu masih sakit, kenapa masih kamu serang aja"ucap mami rosa menarik telinga putra nya.


"ampun mi, nama nya aku udah pengen"jawab galang santai.


"pengen sih pengen, tapi kamu harus lihat lihat kondisi dong"timpal dirga.


"alah, bilang apa kamu pengen,dasar syirik"ucap galang mengejek dirga.


"sudah sudah, lebih baik kamu mandi sana, itu mami udah bawa baju ganti sama makanan buat kamu"ujar mami rosa.


"siap mami"sahut galang cepat.


galang pun segera menuju ke kamar mandi.


"sayang kamu nggak papa kan? anak nakal itu nggak ngelakuin apa apa kan sama kamu"ucap nenek galang.


"nggak kok nek, aku baik baik aja"balas ratna gugup. lantaran ia malu.


"yaudah sekarang kamu makan dulu ya, tadi mami udah masakin yang enak buat kamu, biar kamu cepat sembuh dan segera pulang"ucap mami rosa sambil menyuapa menantu nya.


"enak banget mi, maafin aku ya mi, gara gara aku di rawat disini membuat mami kerepotan deh tiap hari harus bolak balik"ucap ratna.


"sayang kamu itu nggak boleh ngomong gitu, mami senang kok ngerawat kamu, selain kamu menantu mami, kamu juga udah mami anggap sebagai putri mami"balas mami rosa lembut.


"terimakasih mi, aku sayang banget sama mami"sahut ratna memeluk mertua nya.


"sama sama sayang, mami juga sayang banget sama kamu"ucap mami rosa membalas pelukan menantu nya.


"dirga, dari pada kamu bengong aja disitu dan nggak ada kerjaan, lebih baik kamu beliin nenek bakso yang ada di ujung sana"ucap nenek galang sambil duduk di dekat dirga yang sedang asyik dengan hp nya .


"emang nenek belum makan ya tadi?"tanya dirga.


"makan sih tapi cuman dikit,melihat ratna makan gitu nenek jadi lapar juga"sahut nenek galang..


"yaudah deh, papi sama mami mau nggak?biar sekalian gitu"ujar dirga.


"mami nggak lagi deh dir, soal nya mami masih kenyang"sahut mami rosa.


"papi mau juga lah dir, kayak nya enak makan yang pedas pedas, apa lagi cucuaca nya lagi dingin gini"timpal papi haris


dirga pun segera pergi untuk membeli pesanan nenek dan papi nya.


di rumah ibu nya riki masih aja menangis, sejak pulang dari kantor polisi ibu nya tidak bisa tenang.


"ibu jangan nangis terus dong, aku jadi nggak bisa berfikir jernih ini"ucap riki kesal.


"gimana ibu mau tenang rik, sementara mbak mu di tahan disana, gimana kalo sampe orang orang tau soal ini? bisa bisa kita malu rik, apa lagi waktu pernikahan kamu sama sisil udah dekat, ibu malu rik di gosipin sama tetangga"balas ibu riki ketus.


benar juga apa kata ibu, apa kata orang orang nanti apa lagi keluarga nya galang,bisa bisa mereka nanti berubah pikiran lagi, nggak ini nggak boleh terjadi"batin riki.


"ibu nggak usah khawatir ya, aku akan cari uang buat bebasin mbak desi, dan kalo ibu ibu sini nanyak soal mbak desi, ibu bilang aja kalo mbak desi di tugas kan di luar kota untuk beberapa hari"ujar riki.

__ADS_1


"kamu serius rik, iya ibu akan bilang gitu ada orang yang nanyain soal mbak mu"ucap ibu nya tersenyum.


__ADS_2