
rumah riki pun kini sudah terjual, dan akan di tempati sama pemiliknya sekitar satu minggu lagi,sementara pernikahan riki dan sisil tinggal menghitung hari saja maka ia dan sisil akan sah menjadi sepasang suami istri, tapi sebelum itu mereka membebas kan desi terlebih dahulu.
"rik buruan, kita harus menjemput mbak mu sekarang"ucap ibu nya.
"iya buk, aku udah siap kita berangkat sekarang"balas riki.
riki beserta ibu nya pun berangkat menuju ke kantor polisi, sekitar satu jam mereka di perjalanan riki dan ibu nya pun tiba, mereka langsung masuk kedalam setelah membayar ongkos taxi yang mereka naiki,setelah urusan mereka selesai dengan petugas keamana, desi pun kini sudah di bebas kan.
"terimakasih ya buk, rik, aku senang banget akhirnya aku bisa bebas juga"ucap desi senang.
"iya mbak sama sama, sekali lagi kalo mau bertindak di pikir dulu,jangan asal iya iya aja"ujar riki.
"dengar tu adek kamu, di sekolahin tinggi tinggi bukan nya pintar, malah jadi bodoh"timpal ibu nya.
"hehehe iya buk, aku janji deh nggak akan ngulangi nya lagi, aku kan nggak tau kalo akhir nya akan terjadi seperti ini"ucap desi.
"sudah lah nggak usah di bahas lagi, yang penting sekarang kamu udah bebas, lebih baik sekarang kita pulang"ucap ibu nya.
riki dan desi pun mengangguk tanda mengiyakan ucapan ibu mereka.
sementara di tempat lain, ratna beserta keluarga nya sedang bersantai sambil ngobrol ngobrol.
"sayang, mulai hari ini,kalo kamu ingin pergi kemana mana harus ada yang nemanin ya, dan nggak boleh pergi sendirian "ucap galang di sela sela obrolan mereka.
"iya mas, aku janji kalo mau pergi kemana mana, aku pasti minta di temani sama mami atau nenek"sahut ratna.
"harus sayang, karna aku nggak mau kejadian kemarin terulang lagi, apa lagi anak buah aku baru ngabarin,kalo desi sudah di bebas kan"sambung galang lagi.
"apa? kamu serius lang? emang siapa yang menjamin nya?"tanya nenek galang.
"menurut kabar dari anak buah ku, riki menjual rumah nya dan kekurangan nya sisil yang nambah, mungkin uang itu lah yang mereka gunakan untuk menebus desi"jawab galang.
__ADS_1
"oh,berarti kamu harus hati hati nak,kemungkinan besar perempuan itu akan berniat melukai kamu lagi"ucap nenek galang.
"iya nek"balas ratna.
"mami sama papi,kira kira pulang jam berapa nek dari rumah tante nia?"tanya galang.
"nenek juga kurang tau lang, mungkin malam, kamu tau sendiri, kan pernikahan sisil sama laki laki itu tinggal beberapa hari lagi"jawab nenek galang.
"terus nenek kenapa nggak ikut kesana, cucu nenek sebentar lagi akan menikah loh, masa nenek nggak ikut sibuk sih"goda galang.
"nenek takut,kalo nenek ketemu sama perempuan tua itu lagi, nenek nggak jamin bisa nahan emosi,apa lagi lihat perempuan bernama desi itu, mau langsung nenek hajar aja"ucap nenek galang geram.
ratna dan galang tertawa mendengar ucapan nenek mereka.
sedangkan di rumah sisil, orang orang pada sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara pernikahan,termasuk keluarga riki juga ikut hadir membantu di rumah sisil.
"sisil,gimana sama baju pesanan kita? apa udah siap?"tanya bu nia pada sisil.
"oh syukur lah, kirain kamu lupa?"sahut bu nia.
sementara desi dan ibu nya sangat takjub melihat dekorasi pernikahan riki begitu mewah.
"buk, mewah banget ya? aku juga pengen buk, jika aku menikah nanti dekorasi nya mewah seperti ini"bisik desi,
"ya harus dong des, pokok nya kamu harus cari calon suami yang kaya, sama seperti adik mu punya calon istri kaya, nggak masalah dia mau suami orang atau sudah tua, yang terpenting banyak uang nya"balas ibu nya berbisik.
"isssh, ibu apaan sih? masah nyuruh aku buat jadi pelakor sih, nggak mau ah"ucap desi.
"alah, tampa ibu suruh pun, kamu aja udah berniat ingin merebut suami nya ratna,terus apa itu nggak disebut sebagai pelakor juga"sahut ibu nya.
"iya sih buk, tapi beda lah buk, pak galang kan orang nya ganteng terus kaya raya lagi, jadi nggak salah dong,kalo aku pengen miliki dia"ucap desi tersenyum.
__ADS_1
"tapi kan tetap aja di sebut sebagai pelakor, udah lah,mending kamu nggak usah berharap lagi sama si galang itu,sekarang aja kamu udah di pecat gara gara kebodohan kamu, jadi lebih baik kamu cari mangsa lain aja"bisik ibu nya agar orang orang nggak bisa mendengar obrolan mereka.
"iya juga sih buk, gimana aku mau dekatin pak galang, sementara aku aja udah nggak bekerja di perusahaan dia lagi"ucap desi pelan ia membenarkan ucapan ibu nya.
"nah itu kamu sadar juga"balas ibu nya.
"ibu sama mbak desi lagi ngomongin apa sih? dari tadi aku lihat kalian berdua bisik bisik aja"ucap riki tiba tiba datang dan duduk di dekat mereka.
"nggak ada kok rik, mbak mu tadi cuman bilang, kalo dia udah menikah nanti, dia juga pengen dekorasi nya mewah seperti ini"ucap ibu nya tersenyum.
"iya rik, soal nya dekorasi pernikahan kamu sama sisil bagus dan mewah banget, mbak kan juga pengen kalo udah menikah nanti, kamu emang beruntung rik bisa menikah dengan sisil"timpal desi.
"iya dong mbak, wajar lah mewah selain kaya,sisil kan anak perempuan satu satu nya di keluarga wijaya"ucap riki bangga.
mereka bertiga pun mengobrol ngobrol dengan hati bahagia.
"sisil, om sama tante pulang dulu yah"ucap mami rosa.
"loh, kok pulang sih mbak? mbak sama mas nggak makan malam dulu sama kita?"tanya bu nia.
"iya tante om, benar apa kata mama"timpal sisil.
"nggak usah sil, nia, kamu makan malam di rumah aja, takut nya nanti mereka nungguin kami, tadi kami udah janji setelah selesai urusan disini,aku sama rosa akan segera pulang"ucap papi haris.
ada rasa kesal dan kecewa yang di rasakan nia dan sisil,tapi mereka nggak bisa berbuat apa apa.
"yaudah lah kalo gitu,terserah mbak dan mas aja, aku sama sisil nggak bisa nahan kalian berdua disini"ucap bu nia kesal.
"yaudah kalo gitu,kami pamit dulu ya, assalamualaikum"ucap mami rosa.
"hmmmm,,!"jawab bu nia.
__ADS_1
andaikan aja dulu aku berhasil menyingkirkan kamu rosa, mungkin aku lah yang ada di posisi kamu sekarang,kamu pikir aku senang melihat mu bahagia bersama mas haris"batin bu nia menatap kepergian rosa dengan benci.