Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 52[riki ingin bekerja di perusahaan galang]


__ADS_3

satu minggu telah berlalu riki dan sisil menjalani pernikahan mereka seperti biasa padam umum nya.


"sil, aku pengen ngomong sesuatu sama kamu,"ucap riki saat mereka sedang berdua di dalam kamar.


"mau ngomong apa mas? kayak nya penting banget?"tanya sisil.


"aku pengen kerja di perusahaan milik galang, jadi aku minta kamu tolong sama kamu, tolong bujuk sodara kamu agar dia mau nerima aku"ujar riki.


"kamu serius mau kerja mas? emang kenapa harus kerja di tempat galang sih mas?"tanya sisil lagi.


"ya nggak papa sil, kalo di tempat galang kan mudah masuk nya, terus disana nanti pasti aku langsung dapat posisi yang enak,lantaran kan aku suami kamu,sementara kamu sepupu nya aku yakin lah galang langsung nuruti permintaan kamu"sahut riki.


"yaudah lah mas, nanti aku coba ngomong sama galang"jawab sisil.


sementara di tempat lain galang sedang pokus pada pekerjaan nya,tiba tiba hp milik nya berbunyi.


[halo, ada apa sil?]tanya galang langsung ke inti nya.


[halo mas, kamu sibuk nggak hari ini? aku sama mas riki ada perlu sama kamu]jawab sisil.


[aku masih di kantor, kalo emang perlu banget datang aja langsung kesini]ucap galang.


[baik mas, kalo gitu kami berdua otw ya]ujar sisil.


"mas, kita langsung aja ke kantor nya galang, tadi aku udah telfon dia, sekarang kita langsung kesana aja"ucap sisil pada riki.


"ayok sil"ucap riki semangat.


"kalian berdua mau kemana?"tanya bu nia yang sedang mengobrol ngobrol dengan ibu nya riki.


"kita berdua mau ke kantor nya galang ma, kita mau nanyain kerjaan buat mas riki,"jawab sisil.


"ya pasti ada lah nak,kalo perlu langsung minta posisi yang tinggi"ucap ibu riki.


"benar tu sil yang di katakan sama mertua mu, kita ini kan masih keluarga nya wijaya, jadi kita masih punya hak disitu"sambung bu nia.


"iya ma, yaudah kami pergi dulu ya"pamit sisil dan riki.


sedangkan ratna ia baru saja tiba di kantor suami nya, ratna sengaja datang untuk mengantar makan siang buat galang.


"siang mas"sapa ratna.


"sayang, kok kamu datang nggak bilang bilang sih?"ucap galang menghampiri ratna.


"sengaja mas, oh iya mas udah makan apa belum?"tanya ratna.


"belum sayang, kamu datang datang sendiri atau gimana?"tanya galang.

__ADS_1


"aku di antar supir mas, terus sama pengawal,mami sama nenek tadi kedatangan tamu, jadi mereka berdua nggak bisa nemanin aku"jawab ratna tersenyum ia tau pasti suami nya khawatir sama dia gara gara kejadian waktu itu.


"oh, tapi nanti kita pulang nya bareng aja ya sayang"ucap galang.


"iya mas, yaudah kita makan dulu yuk, aku udah bawain makan nih"ujar ratna.


sisil dan riki baru aja tiba di kantor nya galang.


gila kantor nya besar banget, beda sama kantor milik pak burhan tempat kerja aku dulu, enak banget kalo aku bisa kerja disini"batin riki sambil tersenyum.


"mas kamu kenapa? kok mas senyum senyum gitu?"tanya sisil heran.


"nggak ada kok sil, aku cuman ngebayangin aja, kalo aku nanti udah kerja disini, pasti enak"ucap riki


mereka berdua pun langsung masuk ke dalam.


"permisi,selamat siang mbak,mas,maaf ada yang bisa saya bantu"ucap karyawan tersebut sopan.


"kami berdua ingin bertemu sama pak galang, tadi kami udah buat janji"jawab sisil.


setelah selesai berbicara dengan karyawan tersebut sisil dan riki langsung menuju ke keruagan galang.


"permisi mas"ucap sisil di ikuti dengan riki.


galang dan ratna baru selesai makan siang, mereka berdua langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"baik mas,terimakasih"jawab sisil.


"langsung saja,ada perlu apa kalian berdua datang kemari?"tanya galang tampa basa basi.


"gini mas, kami berdua datang kemari untuk menanyakan soal kerjaan, barang kali di kantor mas lagi butuh karyawan"ucap sisil sementara riki cuman diam aja.


"kerjaan? kamu mau bekerja sil?"tanya galang.


"bukan buat sisil, tapi buat aku"jawab riki tiba tiba.


"iya mas, tolong kasih kerjaan buat mas riki mas"timpal sisil.


"hmmmm, kebetulan di kantor ini lagi butuh karyawan satu orang lagi, jika suami mu mau? besok dia sudah boleh bekerja"ucap galang tersenyum.


sisil dan riki yang mendengar ucapan galang, mereka tersenyum senang.


"yang benar mas? kalo boleh tau di bagian apa ya mas? yang sedang kosong"tanya sisil masih tersenyum.


"kebetulan,di kantor ini lagi kekurangan OB, kalo suami mau? besok silakanlah datang"ucap galang tersenyum.


"braaak, aku ini suami dari sepupu mu, seharus nya kamu hargain aku dong"ucap riki marah.

__ADS_1


"iya mas, masa kamu tega nyuruh mas riki kerja sebagai OB sih, seharus nya kamu kasih dia posisi yang layak dong, misal nya bagian keuangan gitu, atau wakil di rektur kek"ucap sisil.


"emang kamu siapa hah? berani ngatur ngatur aku, kalo suami mu nggak mau ya terserah,jangan mentang mentang kita sepupu kamu jadi seenak nya"ucap galang sinis.


"mas,semenjak kamu kamu menikah sama perempuan murahan ini, kamu jadi berubah,nggak seperti dulu lagi"bentak sisil.


plak,,!


ratna kaget melihat galang menampar sisil dengan kuat.


"jaga ucapan mu sil, jangan pernah kamu ngatain istri ku sebagai perempuan murahan, apa kamu nggak sadar? kalo kata kata yang kamu ucapkan barusan lebih pantas buat kamu"bentak galang balik.


"kamu,,!


"turun kan, nada bicara mu laki laki nggak tau malu, kamu itu sedang berada di kantor saya, jadi jaga sikap kamu"ucap galang menatap tajam pada riki.


sementara sisil menangis sambil memegang wajah nya yang di tampar oleh galang.


"ini semua gara gara kamu"ucap sisil hendak mendorong ratna tapi gagal.


"berani kamu menyentuh istri ku, akan ku hancur kan hidup mu, kamu tau kan? kalo ratna itu sangat berharga buat aku"ucap galang sambil mencekal tangan sisil dengan kuat.


"sakit mas"ucap sisil.


"pergi kalian sekarang,dan ingat? jangan coba coba datang kesini lagi"bentak galang.


tiba tiba dua orang satpam datang keruangan galang.


"ada yang bisa kami bantu pak"tanya mereka sopan.


"kalian berdua, cepat usir mereka, dan jangan pernah biarkan mereka masuk lagi ke kantor ini"perintah galang.


"baik pak"jawab mereka.


riki dan sisil meronta saat di paksa keluar dari ruangan galang,masih terdengar teriakan mereka berdua.


"kamu nggak papa kan sayang?"tanya galang.


"aku nggak papa kok mas"jawab ratna tersenyum.


"sial, ini semua pasti gara gara ratna mas, dia yang udah hasut galang"ucap sisil marah.


"iya sil, kamu benar,aku nggak terima di perlakukan seperti ini? kita udah di anggap seperti sampah"ucap riki geram.


"iya mas, lebih baik sekarang kita pulang aja, nanti kita pikirin gimana cara nya buat balas mereka"ucap sisil.


riki pun mengangguk dan langsung menjalankan mobil sisil.

__ADS_1


__ADS_2