
"gimana dir? udah ada kabar dari anak buah kita?"tanya galang.
"belum lang, tapi kamu tenang aja aku udah perintah kan mereka,hari ini juga mereka harus menemukan ratna,"jawab dirga.
"gimana aku mau tenang dir, istri dan calon anak ku lagi dalam bahaya sekarang,apa lagi kata bik surti ratna mengalami luka tusukan di lengan nya"balas galang frustrasi.
"iya aku tau lang gimana perasaan mu saat ini, tapi karna para penjahat itu bekerja nya sangat rapi,kita jadi sulit untuk menemukan petunjuk,maka nya kamu harus sabar dan tenangin pikiran kamu"ucap dirga.
sementara di tempat lain ratna makin tak berdaya, lantaran satu harian dia belum ada makan sama sekali,di tambah lagi dengan luka yang ia alamai.
"heh brow, kamu udah kasih makan belum perempuan itu?"tanya penjahat
"belum"jawab nya cepat.
"gila kamu ya? perempuan itu lagi hamil bodoh, kamu nggak ingat apa pesan bos sinta?"ucap nya keceplosan tampa sadar mereka menyebut nama bos mereka.
"kalo ngomong tu jangan keras keras bodoh, apa lagi nyebut nama bos kita"ucap nya pada teman nya.
apa tadi mereka bilang? mereka menyebut nama sinta, jangan jangan emang benar kalo orang orang ini adalah suruhan sinta"batin ratna.
"ini neng kamu makan dulu"ucap penjahat tersebut melepaskan ikatan dari tangan ratna, lalu memberikan satu bungkus nasi sama air minum nya.
ratna pun terpaksa memakan nasi tersebut,karna ia tidak ingin terjadi sesuatu pada bayi nya.
di tempat lain desi sedang berbahagia karna orang yang tak di sukai nya sedang menderita.
"kamu kenapa desi? seperti nya kamu bahagia banget ibu lihat"tanya ibu nya.
"ibu tau aja kalo aku lagi bahagia, tapi maaf ya buk, aku nggak bisa cerita sama ibu soal ini,karna ini rahasia aku dan teman aku jadi nggak ada yang boleh tau"ucap desi tersenyum.
"terserah kamu aja lah des, mau ngasih tau ibu tau nggak? bagi ibu nggak ada kabar yang jauh lebih bahagia, di bandingkan kabar pernikahan riki sama sisil,udah ah ibu mau belanja sayur dulu sekalian mau pamer sama ibu ibu sini, bahwa sebentar lagi ibu akan menjadi orang kaya"ucap ibu nya dan bergegas meninggal kan desi.
"eh buk darmi, mau belanja buk?"tanya buk nuri.
"iya buk, mau belanja daging sama yang lain nya"jawab ibu nya riki.
"wih lagi banyak duit ya buk? biasa nya buk darmi cuman beli tempe sama kangkung"ujar buk diah.
"iya buk, tapi sekarang saya lagi pengen beli daging, kan sebentar lagi anak saya riki mau nikah,jadi harus makan makanan yang bergizi dong, biar dia sehat dan makin gemuk sebelum menikah"ucap ibu nya tersenyum.
"riki mau menikah? emang riki mau menikah sama perempuan mana buk?"tanya buk nuri kepo.
"alah, palingan riki menikah sama perempuan yang nggak jelas"timpal buk diah.
"sembarangan kalo ngomong, dengar ya ibu ibu,riki itu mau menikah sama perempuan kaya raya,dan nama nya sisil dia sepupu dari suami nya si ratna"ucap ibu nya riki sombong.
"ah yang benar buk? berarti nanti ratna sama riki bakalan jadi sepupuan juga dong?"ucap buk nuri lagi.
"iya lah, tapi mau sepupuan atau nggak nya, saya nggak peduli yang terpenting sebentar lagi saya akan menjadi orang kaya"jawab ibu riki girang.
"buk ini uang nya ya, kembalian nya untuk ibu aja,kalo gitu saya pergi dulu terimakasih"ucap ibu nya riki dan langsung pergi.
"huuuu dasar pelit, orang kembalian cuman 500 perak doang udah sombong"ucap pedagang tersebut.
"pantas aja ya ibu ibu buk darmi sombong,ternyata karna sebentar lagi si riki menikahi orang kaya"
"alah buk, buk nuri nggak usah iri sama buk darmi, biarpun si riki itu menikah sama orang kaya, belum tentu juga mereka bisa menikmati kekayaan perempuan itu, bisa aja mereka nanti di jadikan pembantu di rumah perempuan itu"ucap buk dia.
mereka pun tertawa bersama begitu lah ngosip ibu ibu komplek tersebut setiap berbelanja pasti ada saja bahan untuk mereka ghibahin.
di tempat lain dirga sedang menerima telfon dari salah satu anak buah nya, yang mengabarkan bahwa mereka sudah menemukan lokasi tempat penyekapan ratna.
"baik, kalian awasi terus tempat itu, jangan sampe kalian lengah sedikit pun, dan kalian jangan bertindak dulu sebelum ada perintah dari saya paham"ucap dirga tegas dan langsung mematikan sambungan telfon nya.
"ada apa dir?"tanya galang.
"mereka sudah menemukan tempat penyekapan ratna,dan mereka sedang mengawasi nya sekarang,lebih baik kita cepat kelokasih sekarang sebelum mereka menyadari keberadaan anak buah kita"sahut dirga.
"kami berdua permisi dulu ya nek, mami doain semoga semua nya baik baik aja"pamit galang dan dirga,.
"nenek ikut ya, nenek pengen ikut menghajar mereka"pinta nenek galang.
"nggak usah nek, nenek di rumah aja sama mami dan papi,ini berbahaya nek"ucap galang dan mereka berdua pun langsung pergi.
"alhamdulillah ya allah, akhirnya menantu ku ketemu juga"ucap mami rosa bahagia.
"udah buk, ibu nggak usah cemberut gitu, yang di katakan galang itu benar, ini terlalu berbahaya dan kalo ibu kenapa napa gimana disana bagaimana? ibu ini udah tua tenaga nya pun udah pasti udah berkurang, walapun dulu ibu jago bela diri"ucap papi haris.
"jadi maksud kamu? karna ibu ini udah tua jadi nggak jago lagi gitu?"ucap nenek galang berkacak pinggang.
"sudah lah buk, lebih baik sekarang kita berdoa aja, semoga mereka semua berhasil membawa ratna dan pulang dengan selamat"ucap mami rosa.
di tempat lain galang dan dirga sudah sampe di tempat tujuan, mereka pun langsung menghampiri anak buah mereka di tempat persembunyian nya.
"apa semua nya aman? kalian belum ada yang bertindak kan atau ketahuan gitu?"tanya galang.
"belum tuan, kami menunggu perintah dari tuan dulu baru bertindak"jawab nya
__ADS_1
"bagus, lebih baik sekarang kita bertindak,jangan tunggu lama lama lagi"perintah galang.
"baik tuan"jawab mereka serempak.
galang dan dirga beserta anak buah nya langsung bertindak dan menghajar para penjahat tersebut.
"braaakkk,,!"galang menendang pintu tersebut hingga rusak.
"bugh,, bugh,,,bugh,rasakan ini sialan kalian harus mati berengsek,berani berani nya kalian menyakiti istri ku"ucap galang penuh emosi dan terus menghajar penjahat tersebut tampa ampun.
perkelahian pun terjadi tapi anak buah sinta kalah karna jumlah mereka tak sebanding dengan jumlah anak buah nya galang.
"cukup lang, lebih baik kamu bawa ratna segera ke rumah sakit, soal mereka biar aku yang mengurus nya"ucap dirga.
galang pun tersadar karna terlalu emosi dan marah ia hampir melupakan istri nya ,galang pun segera menghampiri istri nya.
"mas, akhir nya kamu datang juga"ucap ratna menangis.
"iya sayang, maaf kan aku karna nggak bisa menemukan kan mu dengan cepat"ucap galang memeluk ratna,dan galang pun langsung megendong ratna ke mobil nya.
"kamu bertahan ya sayang, kita akan ke rumah sakit sekarang"ucap galang panik melihat keadaan ratna yang begitu lemah.
begitu sampe di rumah sakit ratna langsung segera di tangani oleh dokter.
"lang gimana keadaan ratna nak? dia baik baik aja kan?"tanya mami rosa yang baru aja datang bersama nenek dan papi nya.
"belum tau mi, ratna masih di tangani sama dokter di dalam"ucap galang lirih.
setelah menunggu beberapa menit,dokter pun keluar dari ruangan ratna.
"gimana keadaan istri dan calon anak ku dok?"tanya galang.
"keadaan istri tuan sangat lemah, begitu juga dengan kandungan nya, tapi luka nya alhamdulillah tidak terlalu parah"sahut sang dokter.
"tapi tuan dan nyonya nggak usah khawatir,mungkin karna istri tuan kehilangan banyak cairan itu yang membuat mereka berdua lemah, jadi saya saran kan pasien harus di rawat beberapa hari disini, supaya kami bisa terus memantau perkembangan pasien"sambung dokter nya lagi.
"baik dok,terimakasih,apa kami sudah boleh menjenguk pasien dok?"tanya mami rosa.
"sama sama buk, silakan kalo gitu kami permisi dulu"ujar sang dokter.
galang beserta keluarga nya pun segera masuk ke dalam ruangan ratna.
"sayang, kamu harus kuat ya demi anak kita"ucap galang mengecup kening ratna.
"galang lebih baik kamu makan dulu, ini mami tadi udah beliin kamu makanan di luar"ucap mami rosa.
"kalo kamu nggak mau makan, nanti kamu sakit,kamu mau ratna sedih dan stres kalo kamu sakit"ucap mami rosa.
galang yang mendengar ucapan mami nya langsung berdiri dan mengambil makanan yang di bawa mami nya.
"sayang kamu sudah sadar nak,alhamdulillah"ucap nenek galang yang melihat ratna membuka mata nya.
"sayang"galang pun langsung memeluk ratna.
"sakit mas"ucap ratna lemas
"astaga sayang, maafin aku ya karna aku terlalu bahagia dan senang jadi nggak sadar meluk kamu terlalu kuat"ucap galang.
ratna pun tersenyum menatap suami nya.
"gimana nak? apa masih ada yang sakit?"tanya papi haris.
"alhamdulillah pi, keadaan ku udah mulai membaik"jawab ratna.
"mas, calon anak kita baik baik aja kan? dia nggak terluka kan mas?"tanya ratna pada suami nya.
"iya sayang, calon anak kita baik baik aja kok, cuman kata dokter kandungan kamu lemah, akibat kekurangan cairan, tapi kamu nggak usah khawatir kata dokter kalo kamu istirahat total, semua nya akan baik baik baik aja kok sayang"ucap galang tersenyum.
"lebih baik sekarang kamu makan dulu ya nak,terus makan obat biar kamu cepat sembuh, ini mami udah pesan makanan tadi"ucap mami rosa sambil menyuapi menantu nya.
"gimana lang? udah ada kabar dari dirga"tanya papi haris.
"belum pi, para penjahat itu nggak mau buka mulut pi, maka nya dirga agak susah mencari tau siapa dalang dari penculikan ini.jawab galang.
ratna yang mendengar obrolan antara suami dan mertua nya seketika teringat sesuatu,ratna teringat ucapan para penjahat tersebut.
"sinta yang udah menyuruh orang buat menculik aku mas"ucap ratna tiba tiba.
"apa"jawab mereka kaget.
"kamu serius sayang? dan dari mana kamu tau kalo sinta yang menyuruh mereka?"ucap galang.
ratna pun mulai bercerita mulai kejadian di kantor, sampai ia mendengar pembicaraan para penjahat tersebut.
"kurang ajar, aku akan kasih dia pelajaran,karna sudah membuat kamu dan calon anak kita dalam bahaya"ucap galang mengepalkan tangan nya.
"pantas aja dia berpenampilan seperti itu, ternyata dia ingin mengoda kamu lang, pokok nya mami nggak mau tau kamu harus pecat dia"ucap mami rosa.
__ADS_1
"nenek sudah udah yakin, kalo dia itu bukan perempuan baik baik,tapi sebelum kamu pecat dia,suruh anak buah kamu buat menculik dia terlebih dahulu, nenek ingin kasih dia pelajaran kalo kamu langsung pecat dia, enak di dia dong"timpal nenek galang.
"hai, gimana keadaan nya buk bos?"tanya dirga tiba tiba nongol.
"alhamdulillah pak dirga, udah mendingan"jawab ratna.
"jangan panggil pak dirga dong, aku kan belum bapak bapak, panggil dirga aja ya buk bos"ucap dirga tersenyum.
"gimana para penjahat itu? mereka belum mau buka mulut juga?"tanya galang.
"iya lang, bahkan mereka lebih memilih di tembak daripada buka mulut"sahut dirga.
"dengar aku baik baik dir, sekarang kamu perintahkan anak buah mu buat menculik sinta"ucap galang dingin.
"apa? emang hubungan nya apa sama sinta lang? kok sampe nyuruh mereka buat menculik nya?"tanya dirga balik.
"karna dia dalang dari semua ini dir, dia yang udah nyuruh orang buat menculik ratna, ratna nggak sengaja mendengar pembicaraan penjahat itu mereka menyebut nama sinta"bukan galang yang menjawab nya tapi papi haris.
dirga pun langsung menelfon anak buah nya, dia memberi perintah sesuai dengan perkataan galang.
di tempat lain sinta sedang melakukan perawatan di salah satu langganan nya.
"aku yakin jika tiap hari aku berpenampilan menarik,cepat atau lambat pak galang pasti akan menyukai ku juga,secara kan aku cantik **** lagi, dan yang terpenting sekarang si ratna itu udah nggak ada,jadi rencana ku semakin gampang"batin sinta tersenyum senang.
"sudah mbak"ucap karyawan salon tersebut.
"baik, terimakasih aku suka sekali dengan hasil kerja mu"ucap sinta setelah selesai membayar ia pun bergegas ingin segera pulang.
anak buah galang pun langsung mengikuti mobil sinta, tampa sinta sadari. tiba lah mereka di jalan yang sepi anak buah galang pun tak menyia nyiakan kesempatan ini.
"turun cepat,,!"perintah nya pada sinta.
"apa apaan ini? lepas kan aku, kalian mau apa hah"ucap sinta ketakutan.
"nggak usah banyak tanya nona, lebih baik nona ikuti saja perintah kami, kalo nona tidak ingin kami sakiti",
"iya tapi kalian mau bawa aku kemana hah? kalian boleh ambil barang barang ku, tapi tolong lepasin aku"ucap sinta dengan suara bergetar.
"hahaha salah nya kami tidak butuh barang barang mu nona, karna gaji kami udah cukup besar"ucap mereka tertawa.
"siapa bos kalian hah? emang aku salah apa? kenapa bos kalian nyuruh kalian buat menculik aku hah?"teriak sinta.
"diam, nanti juga kamu akan tau siapa bos kami"bentak nya,membuat nyali sinta menciut sinta pun terpaksa diam.
"mami,aku titip ratna sebentar ya,soal nya aku sama dirga ada urusan seperti nya akan pulang telat"ucap galang.
"iya lang, kalian berdua hati hati ya"sahut mami rosa.
"nenek ikut pokok nya sekarang, nenek mau ngasih dia pelajaran"ucap nenek galang tegas.
galang dan dirga pun cuman pasrah dan geleng geleng melihat kelakuan nenek nya, setelah mereka berpamitan pada istri dan orang tua nya mereka bertiga langsung berangkat menuju ke lokasih.
"apa kabar sinta? kata anak buah saya kamu ingin bertemu dengan saya, sekarang saya sudah datang khusus menemui mu"ucap galang dingin dari arah pintu.
"pa,, pak galang"ucap sinta kaget
"iya ini saya"sahut galang tersenyum sinis
"kenapa bapak ada disini? dan apa maksud semua ini pak"ujar sinta gemetar.
"saya ada disini karna saya ingin kasih kamu pelajaran,dan kamu tau mereka semua ini adalah anak buah saya"
"maksud pak galang apa? kenapa bapak nyuruh mereka buat nyulik saya? emang salah saya apa pak"ucap sinta.
plakk,,!"tiba tiba nenek galang menampar pipi sinta dengan kuat.
"kamu masih nanyak salah kamu apa hah? kamu kan yang udah menyuruh orang buat menculik ratna"ucap nenek galang marah sambil menarik rambut sinta.
"maksud nyonya apa? saya benar benar nggak tau apa apa soal ini"ucap sinta mengelak.
"oh,jadi kamu belum mau ngaku ya, seperti nya kamu lebih suka di siksa daripada berkata jujur"ucap nenek galang menampar sinta untuk ke dua kali nya.
dirga pun langsung menyuruh anak buah nya membawa orang yang menculik ratna.
"ampun nyonya, pak galang saya benar benar nggak tau apa apa soal ini"ucap sinta menangis.
bruuuk,,!"orang suruhan sinta pun terjatuh tepat di hadapan sinta.
sial,dasar nggak berguna udah aku perintah kan supaya jangan buka mulut,"maki sinta dalam hati.
"apa kamu belum mau mengaku juga"ucap galang dingin.
"ampun pak, sebenar nya saya cuman di suruh desi, dia yang merencana kan semua ini"ucap sinta gugup.
"desi"ucap dirga
"iya pak, desi yang menyuruh saya melakukan ini, dia dendam sama buk ratna, dia bilang dia nggak terima jika buk ratna bahagia, karna buk ratna sudah meninggal adik nya"ucap sinta berbohong.
__ADS_1
galang dirga dan nenek nya kaget mendengar ucapan sinta.