Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 8[kedatangan peremuan lain]


__ADS_3

"dek, abang pergi dulu yah, mau ketemu teman pulang nya agak lama"ucap geri


"loh, bang ini kan udah malam, apa nggak bisa ketemu nya besok aja"


"teman abang nya mau ketemu sekarang dek,kalo besok dia udah nggak sempat lagi, soal nya dia mau pulang kampung"


"oh,yaudah deh bang, abang hati hati ya jangan pulang larut kali, dan ingat bang jangan lirik cewek kalo di luar" ucap Desi tampa curiga terhadap suami nya


"adek tenang aja, abang cuman cinta sama adek doang kok, jadi nggak mungkin lah abang lirik cewek lain lagi, sedang kan di rumah ada bini abang cantik"


"abang bisa aja"


"yaudah, abang berangkat dulu yah, nanti pulang nya mau di bawain apa dek?


"beli'in aku martabak keju aja ya bang"


"ok, siap sayang,yaudah abang berangkat"


"iya bang,hati hati"


"des, si geri mau kemana malam malam gini? tanyak ibuk


"mau ketemu teman buk, soal nya besok teman nya mau pulang kampung,maka nya ketemuan nya sekarang"jawab desi


"oh"


"buk gimana,jadi kan si rani datang besok?


"jadi lah des, tadi ibuk udah kirimin ongkos nya kok, awal nya si dia ragu tapi setelah ibuk rayu lagi akhir nya dia mau"


"bagus lah buk, biar tau rasa si ratna, aku yakin dia bakalan nangis nangis deh"


"iya des, ibuk juga udah nggak sabar pengen lihat dia nangis"ucap ibuk senang


"di lain tempat sepasang kekasih sedang bertemu"


"sayang, kamu udah yakin sama semua nya?


"iya mas,kamu nggak usah khawatir aku nggak bakalan lupa kok sama kamu, justru kita semakin cepat bisa kuasai uang nya si riki"


"iya sayang, kamu janji yah, jangan lupa sama aku kalo sempat itu terjadi aku nggak segan segan bongkar semua nya, kamu tau sendiri kan aku sayang banget sama kamu"ucap geri membelai wajah kekasih nya


"iya mas,aku juga sayang banget sama kamu, jadi nggak mungkin aku berpaling dari kamu"ucap perempuan itu manja yang tak lain adalah rani


"kalo gitu malam ini kamu harus puas kan aku sayang, karna kita bakal jarang ketemu"


"iya mas,dengan senang hati"


"mereka berdua pun langsung menuntas kan hasrat mereka,di dalam sebuah hotel"


"mereka pun terkulai lemas, seteleh satu jam mereka melakukan aktivitas terlarang itu"


"sayang maaf yah, aku nggak bisa temani kamu malam ini, aku takut nanti si Desi curiga sama aku karna tadi aku udah janji pulang agak cepat"


"iya mas, nggak papa kok, kamu hati hati ya pulang nya"ucap rani lirih karna kecapean


"iya sayang, ini ada duit buat kamu"kamu istirahat aja yah sayang"geri mencium kekasih nya sebelum pergi


"iya mas, makasih"


"setelah geri pergi, rani pun langsung tertidur akibat kelelahan"


di kediaman riki dan ratna tak ada yang berubah mereka masih bersikap seperti itu


"dek,gimana hari pertama masuk kerja nya? tanyak riki basa basi

__ADS_1


"biasa aja mas"


"oh, hmmm gini dek,besok anak nya teman ibuk mau datang kesini, rencana nya dia bakalan nginap di rumah kita untuk sementara"


"oh,yaudah terserah mas aja"


"kamu nggak keberatan dek? ini cewek loh dek yang mau nginap, masah kamu biasa aja sih"


"terus aku harus gimana mas? meskipun aku nggak mengijinkan toh ibuk akan tetap ngotot kan? jadi buat apa aku larang"


"riki hanya diam aja mendengar jawaban istri nya, dia fikir ratna akan marah marah ternyata duga'an nya salah besar, justru ratna terlihat tenang tenang aja"


"aku tidur duluan ya mas"setelah mengucap kan kalimat itu ratna bergegas masuk menuju kamar"


"kamu pikir aku bakalan nangis mas, hhmm kamu salah ratna yang dulu sudah berubah jika dulu aku masih bisa bersikap lembut, itu karna kamu masih aku hormati sebagai suami ku, tapi sekarang meskipun status kita masih suami istri rasa cinta dan hormat ku sudah berubah menjadi benci" batin ratna


"ratna terbangun,setelah mendengar adzan berkumandang di mesjid, ratna segera bergegas ke kamar mandi membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh"


"tak lupa ia berdoa memohon petunjuk yang maha kuasa semoga ia di beri ketabahan dalam menghadapi segala cobaan,setelah selesai ratna bergegas ke dapur untuk membuat teh"


"dek, kamu bangun jam berapa? kok kamu nggak bangunin mas sih?


"maaf aku lupa mas,oh ya mas kalo mau bikin teh air nya masih ada sisa di dapur"ucap ku tampa dosa


"astaga mendengar ucapan ratna emosi ku hampir meledak,tapi aku tahan ini masih pagi untung hari ini hari libur, jadi aku bisa agak tenang"


"assalamualaikum! ucap ibuk dan desi


"walaikumsalam buk, mbak, ayok masuk"ucap riki


"rik, kamu masih ingat kan sama rani? teman kamu waktu kecil itu loh"ucap ibuk


"ran, ini riki kamu masih ingat kan sama dia?


"iya buk masih, nggak mungkin lah rani lupa"jawab nya malu malu


"aku seketika melihat kearah ibuk mertua yang sedang berbicara,ketika melihat perempuan itu aku marasa nggak asing sama wajah nya, iya dia perempuan yang bersama suami mbak desi di cafe itu"


"rat, kalo di tanyak sama ibuk tuh jawab,bukan malah bengong"ucap mbak desi ketus


"iya buk sudah, lagi pula aku senang dia tinggal disini, biar ada yang ngurus keperluan mas riki"ucap ku tersenyum


"mbak desi dan ibuk kaget mendengar jawaban ku pasti mereka aku bakalan nangis dan marah marah"


"iya bagus lah kalo gitu, jika kamu udah setuju"


"iya buk, yaudah aku mau berangkat dulu,udah di tungguin sama teman,oh ya rani anggap aja rumah sendiri ya semoga betah tinggal disini"


"iya mbak, makasih udah ngijinin aku tinggal disini"ucap nya tersenyum


"kamu nggak usah sungkan, aku juga cuman numpang di rumah ini, jadi kamu jangan berterimakasih sama aku, tapi kepada pemilik rumah ini"setelah mengatakan itu aku pun langsung bergegas meninggalkan mereka


"dek"


"udah lah rik, biarin aja dia pergi mau kemana pun dia mau kamu, ngobrol ngobrol sama rani aja, biar nggak canggung lagi meskipun kalian udah lama kenal gitu"


"iya buk" jawab riki pasrah


"ran! kamu istirahat aja dulu, pasti kamu capek"


"iya tante"


"yaudah yuk ran, aku antar ke kamar kamu"


"yuk mbak, tante mas riki aku ke kamar dulu yah"pamit rani

__ADS_1


"iya ran"


"gimana menurut kamu rik? rani makin cantik kan"tanyak ibuk setelah rani dan mbak desi pergi


"biasa aja buk, oh ya buk berapa hari rani akan tinggal disini?


"loh emang kenapa rik? emang kamu nggak suka kalo rani tinggal disini? tanyak mbak Desi yang tiba tiba muncul


"bukan gitu mbak,aku cuman nggak enak sama tetangga ratna gimana pun aku harus menghargai perasaan dia"


"alah, ngapain sih kamu masih mikirin perasaan dia, lagi pula ratna kan nggak keberatan kalo rani tinggal disini, kamu kan dengar sendiri tadi dia bilang apa" gumam ibuk


"tapi buk"


"udah lah, nggak ada tapi tapian, sekarang ibuk sama desi mau belanja dulu kami mau masak enak biar rani senang"


"ibuk dan mbak desi bergegas keluar rumah"


"rat tadi siapa yang di rumah kamu,aku lihat rame gitu?


"biasa len,ibuk mertua ku yang cantik sama mbak desi, tapi ada satu lagi cewek yang bakalan tinggal di rumah"


"siapa rat? kok kamu biasa aja lagi pula kenapa coba kamu setuju gitu? apa kamu nggak takut suami kamu bakal tergoda gitu"omel lena


"yah bagus lah len, biar aku cepat terbebas dari keluarga benalu itu,tapi kamu tau nggak perempuan itu sama persis sama perempuan yang kita lihat sama bang geri waktu itu"


"hah, serius kamu rat? nanti cuman mirip aja" ucap lena kaget


"serius lah len,ngapain juga aku bohong, awal nya aku juga nggak percaya tapi setelah aku lihat foto nya lagi baru aku yakin,aku kan nyimpan foto mereka pas waktu berduaan itu"ucap ku meyakin kan lena


"aku yakin deh rat, kalo mereka pasti ada sesuatu"


"aku juga berfikir seperti itu len, nggak kebayang nanti gimana sama mbak desi kalo terbukti suami nya ada main dengan perempuan lain"


"iya rat, kamu benar, tapi kamu selidiki dulu biar ada bukti jika sewaktu waktu di perlukan"


"iya len, kamu tenang aja"


"tante, mbak, maaf ya aku baru bangun soal nya aku capek banget,tante tau sendiri kan perjalanan dari kampung ke sini cukup jauh"


"iya ran, tante ngerti kok, lagi pula ini udah siap kok tinggal dikit lagi"


"iya ran, lebih baik sekarang kamu mandi aja,habis itu kita makan sama sama" timpal mbak desi


"iya mbak, rani pun langsung bergegas menuju kamar untuk segera mandi


[sayang! gimana kabar nya, kamu nggak lupa kan sama aku? ]


[baik mas! mas sendiri gimana kabar nya? aku nggak bakalan lupa kok sama mas, jadi nggak usah khawatir ya"]


[iya sayang, aku kangen banget sama kamu,kamu lagi apa sekarang sayang]


[aku juga kangen sama mas, ini aku mau mandi mas]


[kalo gitu mas video call ya, sambil mandi mas pengen lihat]


[iya mas!]


"rani dan geri pun melalukan vidio call di kamar mandi"


"des, kamu panggil rani sana, biar kita makan sama sama"perintah ibuk


"iya buk, Desi pun bergegas menuju kamar rani


"rani, udah belum mandi nya? udah di tungguin tuh sama ibuk dan riki"ucap desi

__ADS_1


"iya mbak, ini udah siap kok, yaudah yuk kita susul ibuk dan mas riki"


"yuk ran"


__ADS_2