
Tiga tahun telah berlalu, kini gibran anak nya galang dan ratna sudah bisa berjalan dan berbicara, lena pun kini sudah memiliki putri bersama dirga, ratna pun memutus kan untuk kembali bekerja lagi galang pun sudah memberi ijin.
"pagi semua nya,"sapa gibran saat sudah berada di meja makan.
"pagi,"sahut mami rosa dan yang lain nya.
"cucu oma ganteng banget sih, gibran mau sekolah ya?"tanya mami rosa.
"iya dong oma, biar gibran pintar dan bisa menjadi orang hebat seperti ayah kalo gibran udah besar"ucap gibran polos.
"iya dong sayang, kalo bisa melebihi ayah mu pintar nya"ujar papi haris.
"tante, adek kayla mana? kok dia nggak ikut sarapan,"tanya gibran pada lena.
"adek kayla nya masih tidur sayang,"ucap lena tersenyum.
"ini bekal nya nanti di makan ya nak, ingat. gibran nggak boleh berantam sama teman nya? harus hormat sama guru nya, dan satu lagi jangan nakal"ucap ratna sambil menyiapkan keperluan gibran buat sekolah.
"ok bunda, pulang sekolah nanti bunda sama ayah jemput aku nggak"ucap gibran.
"iya sayang, nanti ayah sama bunda jemput gibran ya"sahut galang.
Setelah selesai sarapan dan berkemas, galang,ratna dan yang lain pamit.
"gibran pamit dulu ya oma, opa. sama eyang"pamit gibran.
"iya sayang, hati hati ya"sahut mami rosa.
Sementara di tempat lain, sisil dan keluarga nya juga baru selesai sarapan.putri bersekolah di tempat yang sama dengan gibran.
"putri betah nggak? sekolah nya disana"tanya sisil.
"betah dong ma, apa lagi disana ada anak yang bernama gibran, orang nya lucu baik lagi"ucap putri polos.
"gibran?"tanya sisil.
"iya ma, nama nya gibran"ucap putri lagi.
"sil, bukan nya itu nama anak nya ratna ya?"tanya riki
"iya mas, tapi aku nggak pernah lihat orang nya, meskipun aku sering jemput putri pas pulang sekolah"ujar sisil.
"sudah lah, ngapain juga kita mikirin hal yang nggak penting, mau dia anak nya ratna atau bukan, itu bukan urusan kita"ucap riki.
__ADS_1
"tadi kan mas sendiri yang nanya"ucap sisil kesal.
"mama ayo berangkat, nanti aku telat"teriak putri.
"iya sayang, mas aku ngantar putri dulu ya"pamit sisil sambil mencium tangan riki.
"iya, kalian hati hati ya"sahut riki.
"kok kamu cuman sendirian rik? putri sama sisil mana apa mereka sudah berangkat"ucap bu nia.
"udah ma, mereka baru aja berangkat, kalo gitu aku juga pamit ya ma"ucap riki.
Desi dan ibu nya juga baru datang dan mereka berdua langsung duduk.
"Des, gimana? udah ada kemajuan belum kamu sama geri,?"tanya ibu riki di sela sela makan mereka.
"kemajuan apa sih ma? geri itu udah punya calon istri, jadi nggak mungkin lah aku deketin dia lagi"ujar desi.
"kan masih calon des, sebelum mereka berdua menikah. yah nggak ada salah nya kamu deketin geri lagi, ibu yakin geri itu masih cinta sama kamu"ucap ibu riki lagi.
"ibu jangan sok tau deh, bukti nya aja aku udah deketin dia, tapi nggak ada hasil sama sekali kan,"ucap desi kesal.
"kamu jangan nyerah gitu aja dong des, kalo kamu sama geri balik lagi kan, hidup kamu akan terjamin dan lebih enak"ucap bu nia.
"dasar kamu, ibu sama tante kamu udah tua, jadi nggak mungkin lagi buat hal yang gituan"omel ibu riki.
"mau tua mau muda, asal tante sama ibu masih kuat kan nggak masalah"ucap desi main mata.
tak terasa hari pun sudah siang, gibran pun sudah pulang sekolah, bertepatan dengan datang nya sisil untuk menjemput putri.
"gimana belajar nya hari ini sayang,"tanya sisil.
"senang ma, hari ini kami belajar nama nama hewan,"jawab putri.dan tak sengaja dia melihat gibran yang sedang duduk bersama salah satu guru.
"oh, kamu lihatin siapa sayang? kok kayak nya serius banget"ucap sisil.
"itu ma, mama lihat nggak anak laki laki yang sedang duduk bersama guru itu? itu lah anak yang bernama gibran itu ma"ucap putri.
nggak salah lagi pasti itu gibran anak nya galang dan ratna"batin sisil.
"sayang, kamu dengarin mama ya, mama minta kamu jangan dekat dekat sama anak itu lagi"ucap sisil.
"emang kenapa ma? gibran kan anak nya baik"ucap putri polos.
__ADS_1
"dia itu cuman pura pura sayang, mama kenal sama orang tua nya gibran, mama nya itu jahat,pokok nya kamu harus nurut sama mama ya"ucap sisil.
"iya ma"jawab putri.
Dari kejauhan sisil melihat ratna yang baru turun dari mobil, dan menghampiri gibran.
"maaf ya nak, bunda tadi masih ada kerjaan di kantor maka nya bunda agak telat jemput gibran"ucap ratna mencium pipi anak nya.
"nggak papa bunda, sekarang kita pulang atau ke kantor ayah dulu"ucap gibran.
"kita ke kantor dulu sayang, soal nya bunda sama ayah masih ada kerjaan"ucap ratna.
"ok bunda,"jawab gibran girang. lalu mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil mereka.
perempuan itu makin hari aku lihat semakin bahagia, apa lagi penampilannya sekarang makin berbeda, sedangkan aku"batin sisil ia menatap kepergian mobil ratna.
"mama ayok pulang,kok mama bengong aja sih"ucap putri cemberut.
"eh iya sayang, ayok"ucap sisil menggandeng tangan putri.
"ayah, aku datang"teriak gibran.
"jagoan ayah, kamu udah makan belum?"tanya galang memeluk putra nya.
"udah dong ayah, tadi pagi kan bunda buatin aku bekal"ucap gibran.
"hai bocah tengil, udah pulang sekolah ya"ucap dirga yang tiba tiba masuk.
"hai om jelek, udah dong kan om jelek udah lihat aku disini? berarti aku udah pulang sekolah"ucap gibran.
"oh iya ya,"jawab dirga nyengir.
"ngapain kamu kesini?"tanya galang.
"mau ngamen, ya aku kesini mau ngantar berkas ini lah"ucap dirga kesal.
"om jelek, kalo mau ngamen jangan disini lah? tuh sana di lampu merah"ucap gibran.
"hahahaha, tuh dengarin anak ku ngomong"ucap galang tertawa.
"dasar sialan, anak sama ayah sama aja, sama sama bikin naik darah tinggi"ucap dirga.
"om, temanin gibran beli jajan yuk"ucap gibran
__ADS_1
dirga dan gibran pun pergi untuk membeli jajan yang di ingin kan oleh gibran.