
Hari ini ibu riki berniat akan pergi untuk menggadaikan sertifikat yang di curi nya, tapi sebelum ia pergi ibu riki mencari alasan yang tepat agar tidak ada yang mencurigai nya.
"Des, ibu akan pergi hari ini juga.kamu nggak papa kan kalo ibu tinggal dulu,?"ujar ibu riki.
"nggak papa kok bu, tapi ibu jangan lama-lama ya. kalo udah selesai langsung pulang aja bu, biar nggak ada yang curiga."ucap desi.
"iya des, kamu tenang aja. yaudah ibu pergi dulu ya,"pamit ibu riki.
"iya bu, hati-hati ya,"sahut desi.
"ibu mau kemana bu,?"tanya sisil saat melihat ibu mertua nya yang sudah rapi.
"ibu mau ketemu sama teman sil, teman ibu ada yang datang dari kampung,tapi teman ibu mau pulang nanti sore, ibu pikir mereka akan lama disini ternyata nggak, untuk itu dia ngajak ibu ketemuan sebelum pulang. kalo di tolak kan nggak enak sil,"ucap ibu riki berbohong.
"iya juga sih bu, ibu pergi sendirian aja? atau nggak aku suruh mama buat temanin ibu,"ujar sisil.
"nggak usah sil, ibu cuman sebentar doang kok. kalo lama-lama kasihan desi, nanti dia butuh sesuatu gimama,"ucap ibu riki sedikit gugup.
"oh,yaudah kalo. gitu ibu hati-hati ya,"tutur sisil.
"ok sil, kalo gitu ibu pamit dulu ya,"ujar ibu riki.
"iya buk,"sahut sisil.
Ibu riki pun sudah berada di atas ojek pesanan nya.
Untung sisil nggak curiga dan nggak maksa bu nia buat ikut, kalo itu sampe terjadi bisa-bisa gagal semua nya.untung aku pintar cari alasan nya,"batin ibu riki sambil tersenyum.
"bu, kita udah sampe,"ucap tukang ojek tersebut.
"oh, iya pak. ini ongkos nya pak kembalian nya ambil aja"ujar ibu riki ketika sudah turun.
"ini mah ongkos nya pas bu, mana ada kembalian nya,"sahut tukang ojek tersebut dan langsung pergi.
"dasar tukang ojek sialan, bukan nya pamit dulu kalo mau pergi,"omel ibu riki. ia pun segera menemui orang tersebut.
Setelah berbicara panjang lebar sama rentenir tersebut, dan ibu riki pun sudah menerima uang yang ia ingin kan.
"ingat bu, ibu harus tepat waktu bayar cicilan nya. kalo nggak ibu akan tanggung sendiri akibat nya,"ujar nya tegas.
"baik pak, saya akan usahakan bayar tepat waktu,"tutur ibu riki.
"baik lah bu, kalo gitu saya permisi dulu,"pamit nya dan langsung pergi.
"baik pak, silakan."sahut ibu riki.
"coba aja desi nggak lumpuh,mungkin sekarang aku udah pergi ke mall buat shoping, tapi desi sekarang lagi butuh uang ini buat berobat,"ucap ibu riki lirih.
Ibu riki pun langsung keluar dari cafe tersebut,dengan hati antar sedih dan senang.karna tidak menemukan ojek atau pun taxi di depan kamu itu, ibu riki pun berjalan agak jauh dari cafe tersebut, saat berada di tepi jalan yang agak sepi tiba-tiba hp nya berbunyi, saat ingin mengambil hp tersebut dari dalam tas nya, tiba-tiba ada seorang pengendara yang berboncengan menarik tas.
"tolong,, tolong,,! maling,"ujar ibu riki berteriak kecang.
orang-orang yang mendengar nya pun langsung datang, dan menghampiri ibu riki yang sedang menangis histeris.
"maling nya udah jauh bu, jadi susah untuk mengejar nya, jadi ibu yang sabar ya,"ucap seorang bapak-bapak.
"sabar-sabar, di dalam tas itu ada uang buat berobat anak ku, kenapa kalian nggak kejar pakek mobil atau kereta?"bentak ibu riki.
"percuma bu, maling nya udah keburu jauh kali, jadi susah buat menangkap nya,"
__ADS_1
"alasan aja, bilang aja kalian semua nggak ada niat buat bantuin saya kan,?percuma kalian datang rame-rame gini tapi nangkap maling aja nggak bisa,"ucap ibu riki marah.
orang-orang yang berada di tempat itu pun geram mendengar ucapan ibu riki.
"ibu nggak usah bentak-bentak gitu dong, udah di tolongin juga bukan nya makasih malah marah-marah, kalo ibu mau kenapa ibu nggak kejar sendiri tu maling,hah?"bentak bapak tersebut.
"tau ni, mending sekarang kita bubar aja, biarkan ibu ini sendirian disini,"timpal teman bapak tersebut.
"terus, uang saya gimana dong pak,?"ucap ibu riki.
"mana kami tau bu, ibu cari aja sendiri sana,"sahut nya ketus. mereka semua pun membubarkan diri.
"pak,tolong saya pak. saya udah nggak punya uang buat ongkos pulang pak,"ujar ibu riki menangis.
meskipun kesal dan marah atas ibu riki tadi, tapi bapak tersebut pun memberikan uang berwarna biru satu lembar kepada ibu riki.
"ini bu, buat ongkos pulang,"ucap nya memberikan dan langsung pergi.
"dasar pelit, ngasih nya cuman lima puluh ribu doang, padahal tadi aku lihat di dompet nya tadi ada yang warna merah,"gumam ibu riki pelan.
Setelah beberapa menit,ibu riki pun sudah sampe di rumah nya, dengan muka cemberut dan sedih.
"ibu udah pulang? kok ibu kelihatan sedih gitu.ada apa buk?"tanya sisil pada mertua nya.
"ibu nggak papa sil, cuman sedih aja karna teman ibu udah pulang kampung, kalo gitu ibu mau ke kamar dulu ya pengen istirahat."ujar ibu riki langsung pergi.
"ibu udah pulang? gimana bu uang nya udah ada kan,?"tanya desi tersenyum.
"ibu kok diam aja sih? uang nya udah ada kan bu,?"tanya desi lagi.
ibu riki cuman mengeleng kan kepala nya, ia bingunh harus ngomong apa sama desi.
"maksud ibu, ngomong dong bu biar aku ngerti,"ujar desi kesal.
"apa? ibu nggak usah bohongin aku deh, pasti ibu cuman becanda kan? atau ibu cuman mau ngerjain aku aja,"ujar desi.
"ibu nggak bohong des, uang nya emang benar-benar nggak ada. ibu kena rampok tadi pas di jalan mau pulang,"ucap ibu riki.
"kenapa ibu nggak hati-hati sih? terus sekarang aku gimana bu? aku nggak mau lumpuh selama nya,"teriak desi.
"ibu juga nggak tau des,padahal uang di tas ibu itu nggak sedikit,"sahut ibu riki.
"kenapa ibu nggak kejar rampok nya bu?"ujar desi.
"kejadian nya begitu cepat des, bahkan orang-orang yang ada disitu udah mengejar nya, tapi hasil nya nihil karna rampok itu udah pergi jauh,"ucap ibu riki menjelaskan.
Desi pun nggak tau harus ngomong apa lagi, keinginannya untuk sembuh hancur begitu aja, desi pun hanya bisa menangis.
"ibu sama mbak kenapa? kenapa kalian berdua nangis,"tanya riki yang baru masuk ke dalam kamar desi.
"jawab dong bu, kalo ada apa-apa cerita sama aku,"ujar riki lagi.
"mbak juga, bukan nya senang karna sebentar lagi mbak akan berobat,"
"senang apaan rik? justru harapan aku untuk sembuh udah nggak ada lagi, ini semua gara-gara ibu,"ujar desi menangis.
"maksud mbak, bukan nya ibu udah menggadaikan sertifikat itu,?"tanya riki bingung.
"udah rik, tapi ibu kena rampok pas mau pulang kesini,"tutur desi. riki pun kaget mendengar ucapn sodara nya tersebut.
__ADS_1
"apa? ibu kena rampok,"tanya riki syok.
"iya rik, semua uang nya habis di rampok,"ucap ibu riki lirih.
"astaga bu, terus sekarang kita harus gimana dong, apa yang harus kita perbuat sekarang,"ucap riki frustrasi.
"ibu nggak tau rik, ibu benar-benar minta maaf,"ujar ibu riki terisak.
Di rumah galang keluarga besar mereka sedang senang dan berbahagia, karna ratna sudah sembuh dan di perbolehkan pulang.
"selamat datang kembali non, alhamdulillah non ratna udah sembuh,"ujar bik surti.
"iya bik, berkat doa kalian semua.aku bisa sembuh dan berkumpul lagi sama kalian semua,"ucap ratna tersenyum.
"bunda, nanti aku tidur sama bunda yah,"ucap gibran.
"nggak boleh,ayah mau berduaan sama bunda. jadi gibran tidur di kamar gibran ya,"ucap galang.
"nggak mau, pokok nya aku mau tidur sama bunda, titik."tutur gibran.
"tapi nak,,!
"iya sayang, nanti gibran tidur sama bunda ya, bunda juga rindu tidur sama anak bunda yang ganteng ini,"sahut ratna.
"hore, makasih bunda,"ucap gibran senang.
hhhhffff gagal deh, kalo kek gini gimana mau nambah lagi,"batin galang.
"kamu nggak usah cemberut gitu dong mas, lain kali aja ya. lagi pula kan aku baru sembuh mas,"ucap ratna tersenyum.
"tau ni kamu lang, bini baru aja sehat udah mau langsung di hajar aja, nggak bisa apa bersabar dulu,"omel nenek galang.
"nama nya orang udah kangen nek, emang nenek nggak pengen punya cicit banyak,"ucap galang tampa malu.
"pengen lah biar rumah ini rame, tapi kamu harus bersabar dulu dong,"sahut nenek galang.
"udah nanti lagi di bahas soal itu, sekarang kita makan dulu yuk, mami sama bik surti udah siap masak,"ujar mami rosa.
"ayok mi, kebetulan aku juga udah lapar,"tutur ratna.
"kayla masih tidur len?"tanya ratna.
"iya rat, mungkin dia kecapean karna main seharian ini,"jawab lena.
Galang dan keluarganya pun, menikmati makan bersama dengan tenang dan damai.
Di rumah sisil, desi masih mendiam kan ibu nya,
"kamu makan dulu ya des, ibu udah bawakan makanan buat kamu,"ucap ibu riki.
"aku nggak lapar, lebih baik ibu sekarang keluar aja, aku pengen sendiri,"ujar desi tampa melihat ke arah ibu nya.
"tapi des,,!
"tolong bu, aku pengen sendiri"potong desi.
Ibu riki pun keluar dari kamar desi dengan wajah sedih,
"ibu nggak usah sedih ya, mungkin mbak desi emang lagi butuh waktu untuk sendiri,"ucap riki menghibur ibu nya.
__ADS_1
"desi seperti nya membenci ibu rik,"ujar ibu riki menangis.
"nggak bu, itu cuman perasaan ibu aja. kita biarin aja dulu mbak desi sendirian"ujar riki.