
"maka nya, jadi orang harus tau diri, udah punya istri eh malah selingkuh udah gitu pake di sebar lagi, biar apa coba? biar kelihatan keren gitu"
"tau tuh,kasihan banget ya istri nya di rumah, punya suami kok nggak ada otak nya"
"begitu lah, laki laki, nggak cukup satu wanita kalo lihat yang bening dikit aja, mata nya lansung ijo"
"amit amit deh, punya suami macam dia"
"begitu lah omongan para karyawan yang melihat riki"
"sebisa mungkin riki menahan emosi nya yang sudah memucak, riki pun langsung keluar dari kantor karna nggak tahan, mendengar omongan teman sekantor nya,antara marah dan malu yang kini riki rasakan"
"arrrgggg sial, riki memukul stir mobil nya dengan kuat, siapa coba yang sebarin vidio itu? apa jangan jangan ratna? karna cuman dia yang melihat kejadian itu, aku yakin ratna yang udah merekam dan menyebar kan nya, awas kamu ratna"ucap riki yang di penuhi emosi dan ia langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi"
"tak butuh waktu lama, riki udah sampe di halaman rumah nya"
"braaakk, riki membuka pintu dengan sangat kuat, hingga membuat seluruh penghuni rumah tersebut terkejut"
"ratna, dimana kamu,cepat keluar ratna jangan sembunyi kamu"teriak riki dengan keras
"riki, kamu kenapa sih? baru datang langsung teriak teriak,udah gitu cari cari ratna lagi"ucap ibuk yang heran dengan tingkah anak nya
"iya riki, kamu kenapa? dan tumben kamu pulang cepat? lagi pula si ratna belum pulang"ujar desi menimpali omongan ibuk nya
"ini mas,kamu minum dulu, biar kamu tenang habis itu cerita sama kita,mas ada masalah apa"ucap rani memberika segelas air pada riki
"riki pun langsung meminum nya sampe habis tak tersisa,riki pun udah mulai tenang setelah minum"
"sekarang kamu cerita rik, ada apa? kenapa kamu marah marah"tanyak ibuk pelan karna dia tau riki belum sepenuh nya tenang
"hhhffff! aku di pecat buk"ucap riki lemas
"apa? kamu di pecat gara gara apa rik? tanyak ibuk terkejut
__ADS_1
"iya rik, kok bisa kamu di pecat? ucap desi
"aku di pecat,gara gara vidio aku bersama rani tersebar buk mbak, dan semua orang menghina ku buk"ucap riki frustasi
"kok bisa? emang siapa yang udah nyebarin nya rik? terus gimana dong sekarang nasib kita"ucap ibuk menangis
"aku juga nggak tau buk, siapa yang udah nyebarin vidio itu, tapi yang jelas aku curiga sama ratna, karna cuman dia yang melihat aku sama rani pas lagi melakukan itu"ucap riki
"kamu benar mas, aku juga yakin pasti ini semua ulah mbak ratna,gimana dong mas aku kan jadi malu pasti orang orang bakalan menghina aku"
"udah lah, kalian tenang aja dulu, kita tunggu sampe ratna pulang, kalo emang benar dia yang nyebarin vidio itu aku akan kasih dia pelajaran"
"iya rik, kamu benar kamu harus kasih dia pelajaran"ucap ibuk masih menangis.
"setelah sekian lama mereka menunggu, akhir nya yang di tunggu tunggu datang juga"
"sini kamu"ucap riki menarik tangan ratna dengan kasar
"lepas, sakit mas, apa yang udah kamu lakukan,kamu pengen bunuh aku iya"ujar ratna sambil menarik tangan nya
"maksud kamu? nyebarin vidio apa? kamu jangan asal nuduh ya, emang kamu ada bukti jangan asal main fitnah orang aja"
"alah mbak, kalo bukan kamu siapa lagi? karna cuman kamu orang di rumah ini saat aku dan mas riki melakukan nya"sahut rani
"benar yang di katakan rani,pasti kamu yang udah nyebarin nya kan? kamu tau gara gara vidio itu riki jadi di pecat, sekarang puas kamu kan"teriak desi
"sekarang aku tanyak, kalian ada bukti nggak? kalo memang aku yang udah nyebarin vidio itu"
"emosi riki kembali memuncak, dia hendak menampar rani, tapi rani menghidar dan langsung menendang ************ riki"
"aaaaaaa,,, sakit"riki pun meringis kesakitan
"riki! teriak ibuk histeris melihat anak nya kesakitan
__ADS_1
"desi dan rani tak tinggal diam mereka berdua pun menyerang ratna secara bersama"
"ratna pun tak tinggal diam,ratna langsung mendorong desi hingga terjungkal kebelakang, setelah itu dia menarik rambut rani dan menampar nya berkali kali"
plak!
plak!
"dengar kalian semua, jangan karna aku diam jadi kalian pikir aku lemah,dan kalian dengar baik baik, bukan aku yang menyebar kan vidio itu, jadi jangan seenak jidat kalian memfitna ku, dan untuk kamu pelakor seharus nya kamu lebih menjaga kandungan mu, bukan sok hebat"
"pergi kamu sekarang dari rumah, jangan pernah kamu kamu kembali lagi, dan mulai hari ini kamu bukan lagi istri ku"ucap riki lantang
"akhir nya, terimah kasih riki,terimah kasih karna kamu udah membebas kan aku dari rumah neraka ini, selamat menikmati hidup kamu mantan suami ku"ujar ratna tersenyum
"gimana rasa nya jadi janda, emang enak,akhir nya di kamu pergi juga dari kehidupan kami"ucap desi tersenyum
"iya mbak,aku juga senang,lebih baik menjada daripada punya suami yang nggak berotak,oh iya, mbak jangan senang dulu sebentar lagi mbak juga akan menyusul menjadi janda, jadi siap kan mental ya mbak"gumam ku tersenyum manis
"setelah mengatakan itu, aku langsung masuk kamar dan mengemasi barang barang ku,setelah selesai aku langsung keluar dan menaiki taxi yang aku pesan
"gimana dong rik, kalo kamu udah nggak kerja, siapa yang akan biayai hidup kita dan bayar semua cicilan"ucap ibuk lirih
"mbak, bukan nya bang geri kerja? gimana kalo kita pake gaji nya dulu, sebelum aku dapat kerja lagi"ucap riki
"anu rik, nanti mbak tanyak kan sama bang geri ya"ucap desi gugup nggak mungkin dia ngomong sama riki kalo selama ini suami nya tidak bekerja,bisa bisa riki marah besar
"iya mbak,aku juga akan cari kerja lagi, semoga aja cepat dapat"
"iya rik!
"des, kenapa kamu melamun? kamu lagi mikirin sesuatu ya"tanyak ibuk padahal ibuk tau apa yang sedang desi pikir kan
"nggak buk, aku hanya kepikaran soal omongan ratna tadi, maksud nya apa ya? kok dia bilang sebentar lagi aku juga bakalan jadi janda"
__ADS_1
"udah lah mbak, mbak nggak usah terlalu di pikirkan soal omongan ratna, dia paling cuman asal ngomng aja"
"iya ran"