
"dokter"teriak riki
"dokter dan suster pun segera menghampiri nya"
"tolong selamat kan istri dan anak saya dok! tolong lakukan yang terbaik buat mereka"ucap riki lemah
"baik pak! kami akan berusaha melakukan yang terbaik buat istri dan anak bapak"ujar dokter
"mereka pun membawa rani yang sudah tidak sadar kan diri, masuk kedalam ruangan untuk memberika pertolongan"
"buk rani buk! aku nggk mau mereka kenapa napa buk"
"kamu yang tenang ya rik! kita berdoa aja semoga rani dan calon anak kamu selamat"
"iya buk!
"geri! sebenar nya apa yang terjadi sama desi?kenapa dia begitu marah kepada kalian berdua"tanyak ibuk
"aku juga nggak tau buk! kenapa desi bersikap kasar, padahal selama ini dia nggak gitu, apa ada yang menghasut dia? dan berkata yang tidak tidak"ucap geri bertanyak balik
"entah lah ger! nanti aja kita tanyak sama dia"
"pokok nya! kalo sampe rani dan calon anak ku kenapa napa, aku akan laporin dia kepolisi, meskipun dia kaka kandung ku sendiri aku nggak peduli"ucap riki datar
"rik! ibuk tau kamu sangat khawatir dengan rani, tapi lebih baik kita tanyak dulu apa yang sebenar nya terjadi, nggak mungkin mbak mu melakukan itu kalo nggak ada penyebab nya"
"riki! cuman terdiam mendengar ucapan ibuk nya, beda dengan geri yang kelihatan panik dan takut"
"apa mungkin desi udah tau? tapi siapa yang udah memberi tahu dia? karna selama ini aku dan rani menutupi hubungan kami dengan rapi"batin geri
"sekitar tiga pulu menit dokter pun keluar dengan suster dengan wajah lesuh"
"bagaimana dok? istri dan calon anak ku nggak papa kan dok"tanyak riki
"maaf pak buk! kami udah berusaha menyelamat kan calon anak bapak, tapi akibat pendarahan dan benturan yang dialami istri bapak, anak bapak tidak bisa di selamat kan, bapak yang sabar ya mungkin belum rezeki, kalo istri bapak masih belum sadar akibat pengaruh obat"setelah mengatakan itu dokter pun ijin pamit
"riki pun tak kuasa menahan tangis nya, harapan nya untuk memiliki anak sia sia"
"tampa ngomong riki pun pergi meninggal kan rumah sakit, ibuk yang melihat anak nya di penuhi emosi segera mengejar nya"
"tak butuh waktu lama riki pun sampe di rumah dengan di susul ibuk nya"
mbak! keluar kamu,mbak"teriak riki
__ADS_1
"biasa aja dong riki! nggak usah teriak teriak gitu"ujar desi santai
"mbak masih bilang santai! mbak tau gara gara mbak anak ku nggak bisa di selamat kan, puas kamu mbak"ucap riki emosi
"sabar rik! tahan emosi kamu nak"ujar ibuk
"bagus dong! ahir nya doa ku terkabul juga, emang perempuan itu pasta mendapatkan nya"ucap desi
"desi! cukup kamu udah keterlaluan"bentak ibuk
"aku akan laporan mbak kepolisi, mbak harus bertanggung jawab, atas apa yang mbak lakukan"
"silahkan saja rik! mbak nggak takut sama sekali, tapi sebelum kamu laporin aku kepolisi kamu lihat dulu, kelakuan istri tercinta kamu"desi pun melempar kan hp nya pada riki
"riki dan ibuk yang melihat nya begitu shok, mereka nggak menyangka rani dan geri melakukan itu"
"gimana rik! masih mau belain istri mu itu?
"riki lemas dan terdiam melihat kenyataan yang menyakitkan buat dia, istri yang begitu ia manja tega menghianati nya bersama suami dari kaka kandung nya sendiri"
"mbak tanyak sama kamu? jika kamu ada di posisi mbak, apa yang kamu lakukan,apa kamu cuman diam aja di perlakukan seperti itu"
"riki pun tak mampu menjawab omongan mbak nya, karna dia sendiri ikut jadi korban nya"
"riki! ibuk minta maaf ya nak, gara gara ibuk yang memaksa kamu untuk menikahi rani, hanya karna ingin mempunyai cucu"ucap ibuk menangis
"riki dan desi pun menggangguk, dan meraka segera berangkat ke rumah sakit, di dalam perjalanan mereka hanya diam tampa ada yang bicara"
"sekitar tiga puluh menit mereka sampe di rumah sakit tempat rani di rawat, mereka bergegas menuju ruangan rani, tapi belum sempat mereka membuka pintu, terdengar suara dari dalam"
"mas! apa mbak desi udah tau soal hubungan kita? tanyak rani
"nggak tau sayang! aku juga bingung,semoga aja, desi memang belum tau soal hubungan kita"
"iya mas! tapi kita kehilangan anak kita mas"ucap rani
"kamu yang sabar ya sayang"sahut geri
"pintu pun terbuka! rani dan geri pun gugup dan mencoba seperti tidak ada apa apa"
"mas! kamu dari mana aja? anak kita mas, anak kita udah nggk ada"ujar rani menangis
"ngapain kamu kesini mbak? udah puas kamu buat anak ku meninggal hah, aku akan laporin kamu"
__ADS_1
"bagus lah! gimana rasa nya sakit kan? itu belum sebanding dengan sakit yang kurasakan, karna kamu udah berselingkuh dengan suami ku"bentak Desi
"nggak! itu semua fitnah, mas kamu jangan percaya ya sama mbak desi,dia cuman bohong biar kita nggak laporin dia"ucap rani pada riki
"kamu bilang apa? mau laporin aku silahkan, aku nggak takut, karna aku juga akan melaporkan kamu,atas penipuan dan perselingkuhan"ucap desi tak mau kalah
"dek! aku sama rani nggak ada apa apa dek, pasti itu cuman fitnah, mungkin orang itu nggak suka kita bahagia, maka nya dia fitnah aku"ujar geri membela diri
"kalian berdua lihat ini baik baik! apa kalian masih bisa bohongi kami"desi pun melempar hp nya kepada geri
"geri dan rani! terkejut dan panik melihat nya dan masih berusaha membela diri"
"mas! kamu jangan diam aja, kamu percaya kan sama aku? buk tolong bulangin sama riki itu semua cuman rekayasa"
"maaf rani! ibuk terlanjur kecewa dan sakit hati, atas apa yang kalian berdua lakukan, kalian tega menyakiti hati anak anak ku, padahal aku begitu sayang sama kamu"ucap ibuk
"dan kamu! laki laki nggak tau diri, kurang apa aku selama ini, semua keinginan mu aku turuti, dan ini balasan mu,bakan aku rela memeras adik ku demi memenuhi permintaan mu"bentak desi
"dek! sahut geri
"aku ingin kita bercerai! aku nggak sudi punya suami yang nggak berguna dan penghianat seperti kamu"ucap desi tegas
"nggk dek! abang nggak mau kita bercerai"
"kenapa? apa kamu takut,nggak ada yang bisa kamu suruh suruh lagi minta uang iya"
"geri pun bungkam, dan terdiam nggak bisa berkata kata lagi"
"maksud mbak apa? bukan nya selama ini dia bekerja"tanyak riki
"maafin mbak rik! sebenar nya, bang geri nggak pernah bekerja dan uang yang mbak minta sama kamu, untuk memenuhi keinginan nya"ucap desi menunduk
"jadi selama ini! mbak udah bohongin aku? dan jangan bilang kalo ibuk juga tau semua nya buk"
"maafin ibuk rik!
"kalian semua keterlaluan! gara gara kalian aku jadi menyakiti dan menzholim ratna"bentak ya
"maafin kita rik! kita menyesal"ucap ibuk menangis
"menyesal? terlambat buk, mbak! gara gara kalian juga aku dan ratna bercerai dan lihat wanita pilihan kalian"ucap riki
"arrggggg! aku benci kalian semua dan untuk kamu rani, setelah kamu sembuh, kita akan bercerai"
__ADS_1
"nggak mas! aku mohon maafin aku"ujar rani
"riki pun pergi meninggal kan ruangan rani dengan frustasi"