
sisil dan riki baru saja tiba di rumah mereka dengan wajah yang masih penuh amarah dan dendam, sementara bu nia dan yang lain nya heran melihat kedatangan sisil dan riki dengan wajah yang seperti itu.
"sial, sampe kapan pun,aku nggak bakalan terima di perlakukan seperti ini"umpat sisil.
"kamu yang tenang sil, ingat kamu lagi hamil, jadi kamu nggak boleh terlalu banyak pikiran"ucap riki sambil mengusap punggung sisil.
"emang kalian berdua kenapa? datang datang kok langsung marah gitu,bukan nya kalian berdua habis dari kantor galang? terus gimana hasil?"tanya bu nia.
"semua nya berantakan ma, bukan sambutan baik yang kami berdua dapatkan,justru sebalik nya? kami di hina dan di rendahkan disana"jawab riki.
"apa? maksud kamu hinaan apa gimana rik?"kali ini ibu nya riki yang bertanya.
"iya ma, buk, yang di katakan mas riki itu benar,"ucap sisil ia pun mulai menceritakan kejadian yang mereka alamai di kantor galang.
"jadi kamu di tampar galang sil? dan kamu riki cuman diam aja saat istri di sakiti?"ucap bu nia geram sambil menatap ke arah riki.
"maaf ma, aku juga udah berusaha kok buat ngelawan galang, tapi tiba tiba satpam sialan itu datang dan langsung mengusir kami"ucap riki menunduk.
"ini semua pasti ulah perempuan itu, pasti juga sekarang dia lagi bahagia,apa lagi galang nampar kamu tepat di hadapan dia"ucap bu nia marah.
"iya ma, aku juga nggak terima di giniin, aku mau balas mereka"ucap sisil.
"kalian berdua tenang aja, besok kan hari libur? jadi besok kita semua akan pergi ke rumah galang, kita akan bahas ini masalah ini sampe tuntas"ujar bu nia lagi.
"baik ma, kalo gitu aku sama mas riki ke kamar dulu ya"pamit sisil dan di ikuti dengan riki dari belakang.
sementara di rumah galang mereka semua sedang bersantai sambil mengobrol ngobrol.
"mas lagi mikirin apa? apa mas masih mikirin soal tadi ya"ucap ratna pada suami nya.
"bukan soal masalah tadi yang aku pikirin sayang, tapi aku mikirin kamu"ujar galang.
"kok aku sih? kan aku baik baik aja mas"ucap ratna.
"iya sayang,aku tau kamu baik baik aja, tapi aku yakin dengan kejadian tadi pasti mereka nggak akan tinggal diam"ucap galang.
"emang ada masalah apa lang? siapa lagi yang mau menyakiti ratna?"tanya papi haris.
"iya nak, coba kamu ceritakan sama kami"timpal mami rosa.
"sisil sama suami nya mi, bukan nya aku mau menjelek jelekan nama mereka,tapi aku cuman khawatir aja sama ratna"jawab galang,ia pun menceritakan semua masalah yang di kantor tadi.
"apa?"ucap mami rosa sama yang lain nya kaget.
"iya mi, aku yakin mereka tidak akan tinggal diam, jadi aku minta sama nenek dan mami, tolong kalian jaga istri ku kalo aku lagi di kantor"ucap galang.
"kamu tenang aja lang, nenek pastikan mereka semua tidak akan bisa menyakiti ratna sedikit pun"ucap nenek galang.
setelah selesai membahas persoalan tadi, mereka semua pun langsung masuk ke kamar masing masing.
tak terasa hari pun sudah pagi, ratna turun ke bawah untuk melakukan olahraga pagi bersama nenek nya, sementara mami rosa membantu bik surti untuk membuat sarapan pagi.
"ayok nek, kita olahraga sekarang"ajak ratna.
"ayok nak, biar tubuh makin sehat dan kuat"sahut nenek galang.
ratna dan nenek galang lari pagi di belakang rumah mereka karna halaman nya cukup luas dan banyak di tumbuhi pohon pohon,membuat udara nya di pagi hari terasa segar dan sejuk.
__ADS_1
galang masih tidur dan meraba tempat tidur di samping nya,ia berniat ingin memeluk istrinya,dan galang pun langsung bangun karna tak menemukan istri nya di kamar.
"mami, nenek kalian dimana?"ucap galang kencang.
"ada apa sih lang? ini masih pagi loh? tapi suara kamu udah kencang gitu"ucap mami rosa yang muncul dari arah dapur ia kaget mendengar suara galang.
"mi, ratna nggak ada di kamar, aku takut dia pergi kemana mana"ucap galang panik.
sementara mami rosa senyum senyum melihat kelakuan putra nya.
"mami aku lagi serius ni, bukan nya mami ikut panik, ini malah senyum senyum"ucap galang kesal.
"galang anak mami yang ganteng,istri mu itu nggak pergi ke mana mana kok, dia lagi olahraga sama nenek mu di halaman belakang"ucap mami rosa.
"benar mi"ucap galang ia pun bernafas lega.
"dasar bucin,semenit aja nggak lihat ratna, kamu udah hampir gila"ucap papi haris sambil membaca koran pagi.
"alah, papi juga gitu kok, nggak ngelihat mami semenit aja langsung heboh, sok ngatain aku bucin segala, emang papi nggak gitu"ucap galang mengejek papi nya balik.
"kalian berdua sama aja, sama sama bucin,jadi nggak usah saling menyalah kan"ucap mami rosa.
"aku mau ke tempat istri ku dulu, soal nya aku udah kangen"ucap galang berlari meninggalkan papi dan mami nya.
"galang itu ketularan dari papi"ucap mami rosa.
"sayang, aku kangen"ucap galang langsung memeluk ratna.
"kamu kenapa mas?"tanya ratna heran melihat kelakuan suami nya.
"biasa lah rat, sakit manja nya lagi kumat"ucap nenek galang.
"eh kalian udah datang? yuk kita sarapan dulu mami sama bik surti udah siap masak ni"ucap mami rosa.
sementara di rumah sisil mereka senua sedang bersiap siap ingin ke rumah galang.
"kamu ikut kan des?"tanya bu nia.
"ikut dong tante, sepi nggak ada orang di rumah kalo aku nggak ikut"jawab desi.
"udah siap kan semua nya? biar kita berangkat sekarang?"ucap sisil yang baru turun ke bawah bersama riki.
"udah dong, yuk kita berangkat sekarang "ucap bu nia.
mereka semua pun berangkat menggunakan satu mobil, tidak perlu membutuhkan waktu lama mereka pun sudah sampe di rumah galang dan mereka semua langsung turun.
"ya ampun bu, ini rumah apa istana sih? rumah nya besar banget, beruntung banget ya si ratna bisa tinggal disini"bisik desi.
"iya des, rumah ini jauh lebih besar di bandingkan rumah nya sisil"bisik ibu nya riki balik.
"ting tong,, ting tong,,!"bu nia pun memencet bel rumah galang.
"eh nyonya nia, mari masuk nyonya"ucap bik surti setelah membuka pintu.
"lama banget sih kamu, cuman buka pintu doang lama nya minta ampun"omel bu nia dan langsung menerobos masuk di ikuti sisil dan keluarga galang.
"eh ada tamu rupa nya, silahkan duduk dulu"ucap mami rosa sopan.
__ADS_1
nenek galang ratna, dan yang lain nya pun ikut duduk di ruang tamu.
"kami nggak mau basa basi ya, kami langsung aja ngomong,"ucap bu nia
"yaudah ngomong aja nia, kami siap mendengar kan"sahut nenek galang.
"aku mau nanya sama galang,apa maksud dia memperlakukan sisil dan riki seperti itu? bahkan galang sampe berani nampar sisil"ucap bu nia tajam.
"aku merasa yang ku lakukan itu benar,"jawab galang santai.
"menurut kamu benar? mereka datang baik baik untuk meminta pekerjaan,tapi kamu malah kasar sama mereka"ucap ibu nya riki.
"aku juga kan udah baik baik ngasih anak mu pekerjaan,tapi dia malah marah marah"ucap galang tersenyum.
"tapi seharus nya kamu kasih riki posisi yang layak dong, bukan kamu suruh dia jadi OB, ingat sisil itu sepupu mu,otomatis riki juga sepupu jadi dia berhak bekerja di tempat kamu"ucap ibu riki tak tau malu.
"heh nenek lampir,kamu itu nggak berhak ngatur ngatur keluarga ku, kalo anak mu nggak mau terima tawaran cucu ku, itu salah anak mu yang nggak tau diri, udah di kasih kerjaan malah nolak"ucap nenek galang.
"tapi bu? apa susah nya sih kasih posisi yang layak buat riki, dia itu sekarang juga keluarga kita"ucap bu nia ngotot.
"dia itu keluarga mu nia, bukan keluarga ku,"balas nenek galang lagi.
"mas haris, mas jangan diam aja dong, lihat kelakuan mereka yang kurang ajar itu"ucap nia melihat ke arah haris berharap akan dapat pembelaan.
"maaf nia, itu bukan urusan ku, semua nya terserah galang, karna seluruh harta yang kami miliki sekarang sudah menjadi atas nama galang, termasuk perusahaan,tapi itu untuk sementara aja"ucap papi haris.
keluarga bu nia tersenyum mendengar ucapan papi haris.
"dan ketika anak nya galang dan ratna lahir, maka semua nya akan jatuh ke tangan anak mereka"sambung papi haris lagi.
"nggak bisa gitu dong mas,sisil juga lagi hamil, maka harta ini akan di bagi dua, enak aja si ratna dapat semua nya"ucap bu nia tak terima.
"iya om, aku juga sedang mengandung cucu kalian, jadi aku harap kalian bisa adil"timpal sisil.
"tidak, kamu jangan kurang ajar nia, ingat kamu itu bukan siapa siapa disini, jadi kamu dan termasuk kalian semua nggak berhak atas apa yang kami miliki,sudah untung kamu aku pungut dan aku rawat,"bentak nenek galang.
"jadi ibu nyesal"ucap bu nia bergetar.
"iya aku menyesal,kalo dari dulu aja aku tau sifat asli kamu seperti ini, mungkin aku akan berfikir lagi buat ngerawat kamu, dan hanya gara gara menantu mu ini, kamu makin kurang ajar, kamu itu udah aku kasih rumah dan butik, apa itu masih kurang juga"ucap nenek galang marah.
"ini semua pasti gara gara kamu kan"bentak bu nia ingin menampar ratna.
"jangan coba coba kamu sentuh menantu saya mbak,"ucap mami rosa menghempaskan tangan bu nia.
"dengar kamu perempuan kampungan,semenjak kamu hadir di keluarga kami, keluarga kami jadi berantakan seperti ini"ucap bu nia makin menjadi.
plak,,!
"jaga mulut nia, justru kamu dan keluarga baru ini yang membuat semua nya berantakan,jadi jangan pernah kamu menyalahkan ratna"ucap nenek galang.
"nenek, kenapa nenek nampar mama?"ucap sisil emosi.
"itu pantas mama mu dapat kan, sekarang kalian pergi dari rumah ini jangan pernah kembali lagi, dan satu lagi ni,aku putus kan mulai saat ini kamu bukan lagi keluarga ku"ucap nenek galang lantang.
"buk,,!"
"pergi kalian semua, bik surti tolong panggil kan satpam dan suruh mereka mengusir para benalu ini"ucap nenek galang.
__ADS_1
"baik nyonya"jawab surti cepat.
satpam pun mengusir semua keluarga bu nia dengan paksa karna mereka memberontak dan terus memaki maki keluarga galang.