Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 74[ibu riki kecelakaan]


__ADS_3

Semenjak kejadian itu, sisil dan keluarga nya memutuskan untuk pindah dari kota nya mereka lebih memilih tinggal yang agak jauh dari perkotaan.mereka juga sudah menjual rumah mereka.


"Ma,kenapa sih kita harus pindah kesini? rumah ini kan kecil jelek lagi,"tutur putri cemberut.


"kita cuman sementara aja kok nak disini,papa buka warung disini sayang.karna nggak ada yang jagain, terpaksa deh kita yang tinggal disini,"kata riki berbohong.


"betul itu ma,?"tanya putri lagi karna kurang yakin sama ucapan papa nya.


"benar sayang, nanti kalo warung kita nggak di jagain, takut nya nanti ada maling yang masuk,"ucap sisil tersenyum.


"oh, yaudah deh.putri mau ke kamar dulu,"ujar nya sambil berlari masuk ke kamar nya.


"Rik, apa warung nya udah siapa di bersihkan,?"tanya ibu riki.


"udah bu, besok udah bisa di pake buat jualan,"sahut riki.


"kalo gitu, kamu temani ibu belanja ya. kalo besok takut nya kelamaan rik, biar kita bisa cepat buka warung nya,"ujar ibu riki lagi.


"baik bu, sil. aku sama ibu pergi dulu ya bentar,"pamit riki.


"iya mas, kalian berdua hati-hati ya,"sahut sisil.


"iya sil,"jawab riki cepat.


Setelah pamitan, Riki sama ibu nya pun langsung pergi menuju ke pasar, untuk membeli semua bahan-bahan jualan mereka, ya.sisah uang penjualan rumah sisil mereka gunakan untuk membuka warung yang menyediakan sayur dan lain-lain nya.


"Kamu tunggu sini ya rik,ibu mau masuk ke dalam. kamu jangan kemana-mana,"ujar ibu riki.


"iya bu, aku nggak mungkin ninggalin ibu,"jawab riki tersenyum.


Semenjak aku pisah sama ratna, hidup ku semakin berantakan,dulu waktu sama ratna hidup ku lumayan enak punya istri penurut. baik dan penyabar lagi, dia nggak pernah membantah setiap apa yang aku perintah kan, kalo di pikir-pikir aku nyesal udah menceraikan ratna, coba dulu aku nggak mau nurutin apa kata ibu. mungkin semua nya nggak akan seperti ibu"batin riki. karna terlalu asyik melamun riki sampe nggak sadar ada kejadian di dekat nya.


"Mas, mas.ibu yang mas bonceng tadi mengalami kecelakaan,"ujar salah satu tukang ojek yang berada di pasar tersebut.


"apa? dimana pak,"tanya riki panik.


"disana mas,"jawab nya sambil menunjuk tempat kejadian tersebut.


Riki pun langsung berlari ke tempat tersebut,ia berharap korban itu bukan lah ibu nya. tapi harapan nya pun tak sesuai keinginan nya.

__ADS_1


"ibu, bangun bu,!"teriak riki.


"orang-orang yang berada di tempat tersebut,segera membantu riki menggangkat tubuh ibu nya ke dalam sebuah mobil.


"ibu harus kuat ya, aku mohon bu."ujar riki menangis.


Mereka pun tiba di rumah sakit, ibu riki segera di tangani oleh salah satu dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut,sambil menunggu riki segera menghubungi sisil.


[halo sil, sekarang kamu datang ke rumah sakit ya, ibu kecelakaan sil.]ucap riki dengan suara bergetar.


Sementara di rumah sisil yang mendapatkan kabar tersebut begitu syok dan khawatir.


"kamu kenapa sil? kenapa kamu kelihatan khawatir gitu,?"tanya bu nia.


"kita ke rumah sakit sekarang ma, ibu kecelakaan,"ucap sisil panik.


"apa?"sahut bu nia kaget.


"buruan ma,"tutur sisil.


"iya sil, udah tau kita lagi hidup susah, eh. ini pake acara kecelakaan segala, mungkin ini karma juga buat mertua kamu sil, karna dia hidup kita jadi seperti ini,"ujar bu nia tampa dosa.


"bela aja terus sil, semenjak kamu menikah sama riki, kamu udah jauh berubah,"ujar bu nia merajuk.


"uda lah ma, mama nggak usah merajuk gitu.ayok kita turun ma,! kita udah sampe ni"ujar sisil menggandeng tangan mama nya.


"Mas, gimana keadaan ibu? apa kata dokter mas,?"tanya sisil nggak sabaran.


"aku belum tau sil, dokter nya belum ada keluar dari tadi,"ujar riki lirih.


"Sabar ya mas, kita doain aja semoga ibu baik-baik aja,"ujar sisil.


Tak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan ibu riki dengan wajah lesuh.


"gimana dok,?ibu saya baik-baik aja kan,"tanya riki.


"maaf pak, bu.!


"maksud dokter, ibu saya nggak papa kan,?"tanya riki mulai marah.

__ADS_1


"tenang dulu mas, kita dengarin dulu apa kata dokter nya,"ucap sisil.


"hhhfff,bapak sama ibu yang sabar ya, gini pak bu.aku udah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien, tapi tuhan berkehendak lain. ibu bapak tidak dapat kami selamat kan,"ujar sang dokter iba.


Deg,! riki tak kuasa mendengar ucapan dokter tersebut begitu juga dengan sisil.


"dokter bohong kan? ibu saya baik-baik aja kan dokter,"teriak riki.


"maaf pak, semoga bapak dan keluarga bapak bisa menerima nya dengan ikhlas, kalo gitu kami permisi dulu,"ujar dokter itu sopan.


Riki pun berlari masuk ke dalam dan di ikuti dengan sisil sama bu nia.


"bangun bu, kenapa ibu ninggalin kami bu,"ucap riki memeluk tubuh ibu nya yang sudah tidak bernyawa lagi.


"kamu yang sabar ya mas, kita harus ikhlasin ibu mas.biar ibu tenang disana,"kata sisil sambil memeluk riki.


Setelah selesai mengurus semua nya riki dan sisil membawa pulang jenazah bu darmi ke rumah nya.


"Ibu, kenapa ibu tinggalin aku bu,?"ujar desi histeris.


"apa ibu nggak mau lihat aku menikah sama orang kaya bu? biar hidup kita enak bu, sekarang ibu bangun ya,"kata desi meraung.


Warga yang berada disitu mulai berdatangan membantu merapikan rumah riki,karna sebentar lagi riki dan sisil akan tiba.


"kasihan ya bu, pasti dia terpukul kali dengan kabar ini,"bisik salah satu ibu tersebut.


"iya bu, tapi ini semua kan udah takdir bu, jadi kita harus terimah dengan ikhlas,"sahut nya.


Riki dan sisil pun sudah tiba di rumah nya, bapak-bapak yang berada disitu langsung membantu menurun kan jenazah bu darmi dan langsung membawa nya masuk ke dalam rumah keluarga riki.


"Riki, kenapa ibu bisa begini rik,?"tanya desi dengan tatapan kosong.


"ibu kecelakaan mbak, pas ibu ingin menyeberang jalan,"ujar riki sambil bercerita mengenai kejadian tersebut.


Syukur lah,beban di rumah ini sudah berkurang, untung bu darmi mati, coba kalo lumpuh atau apa,kan bisa bikin tambah repot orang,"batin bu nia senang, tampa sadar ia pun tersenyum.


"ma,kenapa mama senyum-senyum gitu?"tegur sisil pelan.


"mana ada sil, mungkin kamu cuman salah lihat kali. nggak mungkin mama senyum-senyum melihat bu darmi mati, mama nggak sejahat itu juga kali,"ujar bu nia berbohong.

__ADS_1


__ADS_2