Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 19[rani ke guguran]


__ADS_3

"desi berlalu meninggal kan para pengunjung, rasa benci marah dan malu bercampur menjadi satu, dia nggak menyangka niat ingin mempermalukan ratna malah di permalukan balik, dan dia juga nggak menyangka suami yang selama ini dia sayang dan dia turuti permintaan tega menghianati nya, dengan berselingkuh dengan istri adik ipar nya sendiri"


"desi lebih memiih menginap di hotel daripada pulang kerumah nya, dan dia akan membalas rani dan riki"


"tunggu aku pulang bang, aku aku balas kamu, terutama kamu rani akan aku buat kamu merasakan sakit yang luar biasa"batin desi


"di tempat lain"


"kamu nggak papa kan rat? tanyak lena khawatir karna melihat aku yang diam aja


"aku nggak papa kok len! aku cuman merasa bersalah aja sama mbak desi, karna membongkar kelakuan suami nya,pasti dia terpukul dan sakit hati banget,menurut kamu aku jahat nggak sih"ucap ratna yang mengerti dengan khawatiran sahabat nya


"menurut aku kamu nggak salah rat, yang kamu lakukan udah benar, ngapain kamu merasa kasihan sama orang yang udah jahat sama kamu, dia aja nggak mikir gimana perasaan kamu, jadi dia pantas mendapat kan itu"


"iya len kamu benar! biar dia bisa berfikir gimana memperlakukan orang dengan baik"


"nah gitu dong! pokok nya kamu jangan mikirin itu lagi, anggap aja itu karma buat dia"sahut lena


"iya len! pulang yuk ini udah sore,kayak nya hujan mau turun soal nya mendung banget ini"


"bentar aku bayar dulu ya rat"


"setelah membayar, mereka berdua bergegas untuk pulang karna akan turun hujan"


"sementara di rumah riki! semua orang lagi cemas dan khawatir lantaran desi belum pulang pulang, udah larut malam"


"ibuk yang tenang ya! pasti desi baik baik aja"ucap geri


"gimana ibuk mau tenang ger,ini udah larut malam hp nya pun di telfon nggak aktif aktif"ucap ibuk mulai menagis


"emang mbak desi kemana buk?


"tadi siang dia pamit sama ibuk, mau ketemu sama teman teman nya,dia juga bilang cuman sebentar aja, tapi sampe sekarang dia belum juga datang"sahut ibuk panik


"ibuk yang tenang ya, kalo hujan udah berhenti aku dan bang geri akan mencari mbak desi"


"iya buk! benar yang riki bilang, jadi ibuk jangan panik dan sedih lagi ya"


"ibuk hanya menggangguk mendengar omongan anak dan menantu nya,tapi hati masih tidak bisa tenang, karna belum melihat anak nya pulang dengan selamat"

__ADS_1


"bagus lah dia nggak pulang, semoga aja emang terjadi sesuatu sama dia, biar aku tenang bisa nyuruh nyuruh ibuk"batin rani sambil tersenyum


"kamu kenapa ran! kok senyum senyum gitu?


"eeee! ini mas, aku lagi nonton vidio lucu lucuan"elak rani


"oh! riki pun percaya sama omongan istri nya"


"jam sudah menunjukan pukul satu malam, niat ingin mencari desi pun gagal karna hujan tak kunjung redah"


"buk! lebih baik kita tidur yah, ini udah larut malam hujan pun tak kunjung redah, jadi besok aja kita mencari mbak desi, besok kan hari libur jadi aku punya banyak waktu buat mencari mbak desi"ucap riki


"benar buk! sekarang kita tidur biar bangun cepat dan mencari desi"sahut geri


"mereka pun memutuskan untuk segera tidur,"


"sementara di hotel desi masih menangis mengingat semua vidio menjijikan suami nya sama rani"


"salah aku apa bang? kenapa kamu tega hianati aku, apa kurang nya aku di mata mu? selama ini aku rela membohongi adik ku dan memeras nya, demi menuruti keinginan mu, tapi apa balasan mu kamu berhianat dengan wanita murahan itu"teriak desi mengacak ngacak rambut nya, untung lah kamar tempat ia menginap kedap suara,


"tunggu aku pulang, akan ku hancur kan kalian berdua, nikmati tidur mu malam ini dengan tenang"desi berbicara sendiri dan tertawa sendiri


"iya rik"


"mereka sarapan dengan tenang,tapi tidak dengan ibuk,dari tadi ibuk cuman mengaduk aduk makanan nya"


"buk! ayo dong di makan, kalo ibuk nanti sakit gimana gara gara nggak makan? mas riki dan bang geri masti bisa nemuin mbak desi, jadi ibuk jangan terlalu sedih,ingat kesehatan ibuk"ucap rani sok perhatian


"iya buk! rani benar, kalo ibuk sakit gimana kami mau nyari mbak desi"sahut riki


"setelah selesai sarapan, riki dan geri bersiap siap keluar ingin mencari desi, tapi belum sempat mereka berpamitan pintu sudah terbuka"


"mereka semua senang, melihat siapa yang datang"


"dek! kamu dari mana aja? kami semua sangat mengkhawatirkan adek"ucap geri senang dan ingin memeluk desi


"jangan sentuh aku! aku nggak sudi kamu sentuh"desi pun mendorong dan menampar geri berkali kali


"desi! hentikan,apa yang kamu lakukan? dia itu suami mu nak"ucap ibuk shok yang melihat desi menghajar geri tampa ampun"

__ADS_1


"setelah puas menghajar geri! desi pun berbalik menatap rani dengan penuh emosi"


"rani merasa ketakutan dan ingin berlari kebelakang riki, tapi desi selangkah lebih duluan dan menarik rambut rani


"lepas saki"teriak rani


"desi pun menghajar rani dengan membabi buta"


"desi lepasin rani nak! dia lagi hamil nanti dia kenapa napa nak"bujuk ibuk berharap desi mendengar nya tapi sayang desi yang di penuhi amarah tak menghiraukan ibuk nya


"riki berniat ingin menarik desi,dan menyelamat kan rani dari amukan desi


"jangan mendekat! atau aku bunuh wanita ini"ancam desi


"mbak! mbak kenapa? kalo ada masalah kita bisa bicara kan baik baik, tapi tolong lepasin rani, kasihan dia dan anak ku mbak"


"iya dek! kamu kenapa sayang"


"tutup mulut mu! jangan pernah panggil aku sayang dengan mulut kotor mu, apa salah ku hingga kamu selingkuh dengan wanita ini"teriak desi


"deg"


"m,,,, maksud kamu apa dek? mas nggak pernah selingkuh sama siapa pun apa lagi dengan rani"ucap geri gugup


"bohong! aku udah tau semua nya, kamu dan wanita murahan ini mempunyai hubungan kan dan anak yang dia kandung anak kamu kan, jawab"


"mas tolong aku! sakit mas"ujar rani lirih


"maksud kamu apa mbak? kenapa mbak desi tega ngomong gitu, jelas jelas rani istri dan mengadung anak ku mbak"ucap riki yang masih belum percaya dengan omongan kaka nya


"kasihan kamu riki! kamu udah di bohongin sama wanita ini,desi pun mendorong rani dengan kuat"


"mas darah"ucap rani lemas


"semua orang pun panik melihat darah yang mengalir di kaki rani, tapi desi malah tersenyum,tak ada rasa kasihan sedikit pun"


"tega kamu mbak! kalo sampe terjadi apa apa sama rani, aku tidak akan tinggal diam,riki pun segera membawa rani ke rumah sakit"


"desi tak sedikit pun merasa ketakutan atas ancaman riki"

__ADS_1


"semoga aja anak nya mati, bila perlu sekalian sama ibuk nya"batin desi


__ADS_2