
Semua keluarga galang baru aja tiba di rumah sakit, setelah bertanya ke resepsionis rumah sakit tersebut, mereka langsung menuju kesana dengan tergesa-gesa.
"Galang, ya allah nak.gimana keadaan ratna,"tanya mami rosa.
"Dokter masih di dalam mi, mereka masih memeriksa ratna,"sahut galang pelan.
"gimana cerita nya lang, kok ratna bisa celaka seperti ini,?"tanya nenek galang.
"ratna tadi pamit buat jemput gibran nek,"jawab galang. ia pun menceritakan semua nya pada keluarga nya.
"Ya allah, semoga ratna baik-baik aja,"ucap lena.
"gibran mana mi? apa dia udah tau soal bunda nya,?"ucap galang.
"gibran masih tidur pas kami pergi tadi, tapi mami udah titip dia sama bik surti,"ujar mami rosa.
Selang beberapa menit, dokter pun keluar dari ruangan ratna, di saat itu pula polisi juga datang.
"biar aku aja yang ngomong sama petugas lang, kamu fokus ke ratna aja,"ucap dirga dan langsung pergi untuk berbicara sama polisi tersebut.
"gimana keadaan istri saya dok? dia baik-baik aja kan,?"tanya galang.
"begini tuan, istri anda mengalami koma,"ucap dokter tersebut.
"apa dok? istri saya koma?"ucap galang gemetar.
"iya tuan,"sahut nya.
"berapa lama kira-kira, menantu saya akan sadar dari koma nya dok,?"kali ini mami rosa yang bertanya.
"maaf nyonya, kalo soal itu saya belum bisa memastikan nya, karna keadaan pasien begitu lemah, mungkin bisa satu hari, satu bulan. bahkan bisa juga bertahun-tahun, hanya allah yang tau kapan pasien akan sadar nyonya, untuk itu jangan putus asa untuk berdoa,kalo gitu kami permisi dulu"ujar dokter tersebut.
Setelah kepergian dokter tersebut galang dan keluarganya pun masuk ke dalam ruangan ratna, mereka melihat ratna yang terbaring di ranjang rumah sakit, begitu pucat.
"bangun sayang, gibran udah nunggu kamu di rumah,"ucap galang menangis.
"kamu pasti kuat sayang, kami semua disini menunggu kamu,"ucap galang lagi.
"yang sabar ya nak, kita doain aja semoga ratna cepat sadar dan kembali ke rumah"ucap mami rosa memeluk anak nya.
"gimana dir? apa polisi menemukan petunjuk soal kecelakaan ratna,?"tanya nenek galang setelah melihat dirga masuk.
"menurut keterangan polisi nek, mobil yang di kendarai oleh ratna mengalami rem putus, sehingga pas di turunan ratna tidak bisa mengendalikan nya, dan polisi masih menyelidiki nya"ujar dirga.
"apa? rem nya putus? setahu kan mobil ratna udah di perbaiki dir,?"ucap galang geram.
__ADS_1
"iya lang, maka nya polisi masih melakukan penyelidikan,apa ini ulah seseorang tau nggak"ucap dirga.
"apa kalian udah periksa cctv yang mengarah ke parkiran kantor,ucap papi haris.
"belum pi,"jawab dirga.
"kenapa nggak kalian periksa? siapa tau dari sana kita menemukan petunjuk,"ujar nenek galang marah.
"udah bu,ibu jangan marah-marah ya, kita semua kan tadi lagi keadaan panik, maka nya nggak kepikiran kesana"ujar papi haris.
"siapa yang barusan telfon kamu ros,"tanya nenek galang.
"bik surti bu, kata nya gibran nangis aja dari tadi, dia nanyain bunda nya terus.gara-gara itu dia nggak mau makan,"ucap mami rosa lirih.
"gimana ini mi, apa yang harus aku bilang sama gibran,"ucap galang frustrasi.
"kalo gitu aku pulang aja ya mi, biar aku yang jagain gibran,"ujar lena.
"iya nak, kasihan juga kayla kalo kelamaan disini,"sahut mami rosa.
"ayok sayang biar aku antar, aku juga mau pergi ke kantor sekarang"ujar dirga.
"kalian berdua hati-hati ya nak"ucap mami rosa.
"iya mi, kamu harus kuat ya lang, ingat. gibran masih membutuhkan kamu, begitu juga dengan ratna dia butuh dukungan kamu"ucap dirga sambil memeluk galang.
Dirga dan lena pun langsung pergi setelah mereka berpamitan kepada keluarga mereka.
"kasihan ratna ya mas, kenapa dia selalu aja dapat musibah"ujar lena menangis.
"iya sayang, kita berdoa aja semoga ratna cepat sadar, dan kembali kumpul sama kita lagi"ujar dirga, mereka pun sudah tiba di rumah, tapi hanya lena yang masuk dirga langsung pergi ke kantor.
"assalamualaikum,,!"ucap lena.
"walaikumsalam,,!"sahut bik surti sambil membuka pintu.
"tante,bunda ku mana? dari tadi aku belum melihat bunda, aku juga mau tanya kenapa tadi bunda nggak jemput aku pulang sekolah"ucap gibran.mata nya terlihat bengkak habis menangis.
ya allah,apa yang harus aku bilang sama gibran? aku nggak mungkin bilang yang sejujur nya"batin lena.
"tante kok diam? bunda mana tante,?"tanya gibran lagi.
"eh sayang, bunda masih kerja nak, jadi belum bisa di ganggu"sahut lena berusaha tetap senyum.
"kalo gitu ayok tante, antar aku ke kantor bunda"ujar gibran.
__ADS_1
"bunda nya belum bisa di ganggu sayang, jadi kita tunggu bunda di rumah aja ya,gimana kalo kita main sama adek kayla aja, adek kayla udah kangen loh sama kak gibran"ucap lena, ia berharap gibran mau.
"adek kangen ya sama kaka?"ucap gibran pada kayla, sementara kayla pun tersenyum.
"tuh kan, adek nya senyum, adek nya senang kak gibran ajak main"ucap lena ia lega akhir nya gibran mau mendengar kata-kata nya.
"bik, apa gibran udah makan,?tanya lena.
"belum non,gimana keadaan non ratna?"tanya bik surti.
"ratna koma bik, dokter bilang hanya keajaiban lah yang dapat menyembuhkan ratna"sahut lena.
"ya allah, kasihan non ratna"sahut bik surti sedih.
"iya bik, aku nyuapin gibran dulu ya"ucap lena dan menghampiri dua bocah tersebut.
Sementara di tempat lain, Desi begitu bahagia karna kabar soal ratna, karna kebetulan dia juga ada di tempat kejadian bersama teman-teman nya.
"kenapa kamu senyum-senyum des? kayak orang gila aja,"ujar ibu riki.
"issshh, apaan sih ibu. masa anak sendiri di katain orang gila sih"ucap desi manyun.
"salah sendiri, siapa suruh kamu senyum-senyum nggak jelas gitu"sahut ibu riki.
"aku lagi bahagia bu, jadi nggak salah dong kalo aku senyum-senyum sendiri"ujar desi.
"bahagia? emang apa yang membuat kamu bahagia des? apa kamu udah dapat cowok yang kaya raya"tanya ibu riki.
"bukan bu, tapi aku bahagia karna melihat kecelakaan"ujar desi tersenyum.
"apa des? ratna kecelakaan,kamu dapat info dari mana,"tanya bu nia yang baru aja keluar dari kamar nya.
"iya tante,bu.aku nggak dapat info dari siapa-siapa kok, tapi aku melihat nya langsung pas pulang jalan-jalan sama teman"ucap desi.
"terus gimana keadaan nya?luka nya parah atau nggak,?tanya ibu riki.
"parah bu,"sahut desi girang.
"bagus lah, semoga aja perempuan itu nggak bisa di selamat kan"sahut bu nia.
"iya tante, tapi kira-kira siapa ya dalang dari kecelakaan itu? soal nya aku yakin itu perbuatan seseorang bukan murni kecelakaan"ucap desi.
"ngapain kamu repot-repot mikirin itu des, siapa pun orang nya ibu nggak peduli, yang terpenting sekarang perempuan itu udah celaka, jadi kita nggak pusing lagi mikirin rencana buat celakai dia"ucap ibu riki.
"benar juga ya bu,"sahut desi.
__ADS_1
Mereka bertiga pun tertawa senang dan bahagia.
πΉπΉjangan lupa dukungan nya ya kaka"like vote, biar aku makin semangat nulis nya ππππππΉππππ