Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 75


__ADS_3

Semenjak kepergian ibu nya riki, desi menjadi gila sedangkan bu nia menjadi struk akibat jatuh dari tangga, riki dan sisil lah yang merawat bu nia.


"Sil, mungkin ini teguran buat kita. selama ini kita udah banyak bikin kesalahan terutama sama ratna,"ujar riki.


"iya mas, tapi alhamdulillah ratna udah maafin kita, begitu juga dengan keluarga nenek mas. sekarang kita nggak usah ingat-ingat masa lalu lagi ya mas,kita buka lembaran baru aja, "kata sisil.


"iya sil, aku minta maaf ya sama kamu dan putri, maaf jika selama ini aku belum bisa menjadi suami sekaligus ayah terbaik buat kalian berdua, tapi aku janji sil aku akan berusaha membahagiakan kalian berdua,"ucap riki sambil memegang tangan sisil.


"iya mas, aku juga minta maaf,mungkin selama ini aku banyak salah selama menjadi istri kamu,"balas sisil tersenyum.


"Mama sama papa kenapa? kok sedih gitu,?"ujar putri yang baru datang.


"mama sama papa nggak sedih kok sayang,"jawab sisil


Sementara di tempat lain, galang dan keluarganya juga sedang berbahagia lantaran ratna sudah melahirkan anak ke dua nya yang berjenis kelamin perempuan.


"bunda, adek gina cantik ya? sama kayak oma,"ucap gibran.


"kok kayak oma sih sayang? kenapa bukan kayak bunda aja, emang bunda nggak cantik ya,?"tanya ratna pura-pura merajuk.


"bunda cantik kok, tapi masih banyakan oma cantik nya,"kata gibran cengengesan.


"emang cucu oma ini, selain ganteng pintar lagi, "puji mami rosa.


"iya dong oma, cucu siapa dulu,"ucap gibran sombong.


"dasar bocah tengik,kamu sama ayah mu nggak ada beda nya ya, kalian berdua sama-sama lebay dan sombong,"ucap dirga.


"om jelek iri ya, karna om jelek kalah ganteng sama aku,"ejek gibran lagi.


"percuma aja ganteng,tapi nggak ada yang mau sama kamu,"ucap dirga tertawa.


"ada dong om, banyak malahan cuman aku aja yang nggak mau,"ucap gibran sombong.


"mi, gimana keadaan tante nia? apa ada perubahan,"tanya ratna.


"nggak ada nak, malahan nia nggak bisa ngapa-ngapain selain tidur dan duduk di kursi roda,"ucap mama rosa.

__ADS_1


"kasihan ya tante nia, semoga aja penyakit nya segera sembuh,"tutur ratna.


"mungkin itu karma buat dia, selama ini dia terlalu jahat dan sombong,apa lagi sama kamu rat."ucap nenek galang.


"ibu, ibu nggak boleh ngomong gitu lah? seharus nya Kita doain mbak nia biar cepat sembuh dan segera bertaubat,"ucap mama rosa.


"emang betul kok ros, semua yang nia alami sekarang, itu balasan dari perbuatan dia waktu dulu,"ucap nenek galang tersenyum.


"kamu lihat sendiri kan ros? pertama desi yang lumpuh akibat ingin mencelakai ratna, ke dua ibu nya meninggal akibat kecelakaan,sekarang giliran nia yang dapat musibah akibat jatuh dari tangga dia jadi lumpuh,"ucap nenek galang lagi.


"iya bu,"ujar mami rosa.


"nanti giliran si riki itu yang dapat musibah,?"ujar nenek galang.


"astaga bu, kita nggak boleh doain yang jelek-jelek sama orang, mereka kan udah minta maaf sama kita semua, emang ibu belum ikhlas ya memaaf mereka?"ucap mami rosa.


"iya-iya ros, aku udah maafin mereka semua kok,"ujar nenek galang pasrah.


"bagus lah bu, kita nggak boleh menyimpan dendam sama orang bu, karna itu nggak baik."ucap mami rosa tersenyum.


"betul itu nek, kita berdoa aja semoga mereka emang benar-benar sadar, dan nggak akan mengulangi nya lagi,"timpal ratna.


"tapi emang benar ya mi, kalo mbak desi itu gila,"tanya ratna.


"betul nak, kalo dari cerita sisil sama riki, mereka bilang desi sering marah-marah sendiri, kadang tertawa kadang juga menangis, itu lah sebab nya mereka membawa desi ke rumah sakit jiwa,"ucap mami rosa.


Ratna nggak menyangka bahwa keluarga manta suami nya itu akan menerima ganjaran seperti itu, bahkan di luar dugaan nya.dulu sebelum ibu nya riki dan desi mengusik rumah tangga nya bersama riki, riki itu suami yang baik dan penyayang dan nggak pernah kasar, tapi semua nya berubah ketika riki mendapat hasutan dari ibu dan saudara nya.


"kamu kenapa sayang? kamu lagi mikirin apa sih,"tanya galang.


"nggak ada mas,"jawab ratna cepat. nggak mungkin ia bilang kalo dia lagi teringat masa lalu waktu masih menjadi istri nya riki.


"oh, kirain kamu lagi mikirin mantan suami kamu sayang,?"ucap galang.


"kamu ada-ada aja mas, buat apa aku mikirin dia lagi? sementara ada orang yang jauh lebih penting buat di pikirin,"ujar ratna tersenyum.


"siapa tau aja kan sayang? kamu merasa kasihan sama dia,"ucap galang.

__ADS_1


"kalo rasa kasihan itu ada mas, nama nya mereka lagi dapat musibah, tapi itu cuman rasa kasihan aja kok nggak lebih,"ujar ratna.


"serius ni sayang? kamu cuman merasa kasihan? nggak ada rasa yang lain kan? misal nya rasa cinta gitu,"ucap galang.


"ya nggak lah mas, rasa cinta ku itu cuman buat kamu dan anak-anak, sama keluarga juga. kalian semua itu adalah kebahagiaan ku, jadi mas nggak usah mikir yang aneh-aneh,"ucap ratna.


"cie, ada yang lagi cemburu ni,"goda gibran.


"siapa sayang? kok gibran tau kalo lagi ada yang cemburu,"tanya mami rosa.


"tau dong oma, ayah lagi cemburu sama bunda, karna bunda ingat manta pacar bunda dulu,"ucap gibran tertawa.


"betul itu lang? udah tua kok masih suka cemburu,"omel nenek galang.


"nama nya juga cinta nek, jadi wajar kalo aku cemburu,aku cuman nggak mau kalo orang yang aku cintai mikirin orang lain, karna yang boleh dia pikirin itu cuman aku doang,"ucap galang.


"hmmm, mulai deh bucin nya,"ucap papi haris.


"alah, papi juga gitu.malahan lebih parah daripada aku,"ucap galang tak mau kalah.


"sok tau kamu,"omel papi haris.


Di rumah sakit jiwa, sisil dan riki sedang menjenguk desi.


"gimana keadaan mbak saya dok? apa ada perubahan selama disini,?"tanya riki.


"sejauh ini belum ada pak, pasien masih suka marah-marah, dan tertawa sendiri, pasien tidak mau di ajak ngomong,"ujar dokter tersebut.


"apa ke mungkinan ada harapan untuk mbak ku sembuh dok? jujur saya nggak tega melihat dia seperti itu dok,"ujar riki lirih.


"maaf pak,bu.kalo soal itu kami belum bisa memastikan nya, tapi kami akan usahakan semaksimal mungkin pak, bu."ujar dokter tersebut.


"sabar mas, kita doain aja ya.semoga mbak desi cepat sehat dan sembuh"tutur sisil.


"amin, sil"ucap riki.


"baiklah dok, kalo gitu kami permisi dulu. terimakasih"ujar riki dan sisil.

__ADS_1


"baik pak, bu. sama-sama,"sahut dokter itu.


__ADS_2