
pagi ini keluarga galang sedang sarapan pagi bersama termasuk lena,karna sehabis acara kemarin lena tidak di bolehkan pulang oleh keluarga galang, lena pun terpaksa menuruti.
"sayang, nanti jadi nggak belanja nya?"tanya galang di sela sela makan mereka.
"jadi mas"jawab ratna.
"kamu pergi nggak sendirian kan?"tanya galang lagi.
"nggak lah mas, aku nanti di temani sama mami dan nenek kok"ucap ratna.
"syukur lah, aku cuman khawatir aja kalo kamu pergi sendiri,maaf sayang aku nggak bisa nemanin kamu"ucap galang.
"nggak papa mas,"sahut ratna.
"iya lang, mami sama nenek kamu kan ada? jadi kamu nggak usah khawatir sama ratna, kita bakalan jaga mereka berdua kok"ucap mami rosa.
"iya mi, aku percaya kok sama mami dan nenek, kalian berdua pasti bisa jagain istri sama calon anak ku"ucap galang tersenyum.
"yaudah kalo gitu, kami berangkat dulu ya mi, nek"pamit mereka bertiga.
"aku kerja dulu ya sayang"ucap galang sambil mencium kening ratna.
"iya mas hati hati ya,"ucap ratna.
di tempat lain sisil juga hari ini berencana untuk membeli keperluan untuk bayi nya.
"ma, jadi kan hari ini kita ke mall?"tanya sisil.
"jadi dong sil, kita kan mau belanja buat perlengkapan bayi kamu"jawab bu nia.
"mas,kamu ikut kan?"kali ini sisil bertanya pada riki.
"iya sil, aku ikut kok"jawab riki seadanya.
"mbak desi nggak pulang bu?"tanya riki.
"nggak rik, kata nya pekerjaan nya nggak bisa di tinggal,maka nya minggu ini mbak mu nggak pulang, tapi dia udah kirim uang kok"ucap ibu riki.
"oh"
"yaudah yuk, lebih baik sekarang kita siap siap aja, aku udah nggak sabar pengen belanja"ucap sisil girang.
sementara di sebuah hotel yang cukup terkenal,desi dan seorang pria berusia 45 tahun, baru aja selesai melakukan aktivitas mereka berdua.
"om, jadi kan hari ini om beliin aku tas, yang kita lihat tempo hari?"ucap desi manja.
"jadi dong sayang, apa sih yang nggak buat kamu, selagi kamu bisa membuat aku senang dan puas, apapun keinginan kamu pasti aku turuti"ucap nya sambil mengelus elus paha desi.
"ihh om bisa aja deh"ucap desi tersenyum manis.
"bolehkan satu ronde lagi? habis itu kita langsung ke mall, buat belanja apapun yang kamu mau"ucap nya pada desi.
desi pun cuman mengangguk,mereka berdua pun melanjutkan aktivitas panas mereka yang kesekian kali nya.
sementara ratna,mami rosa bersama nenek nya baru aja tiba di mall terbesar di kota mereka.
"selamat siang,selamat datang di toko kami nyonya, ada yang bisa kami bantu nyonya"ucap karyawan toko tersebut ramah.
"kami senang mencari, perlengkapan untuk bayi mbak"ucap ratna.
"oh, silahkan masuk nona, kebetulan di toko kami semua nya lengkap"ucap nya sopan.
mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam toko tersebut.
__ADS_1
"ma, kita toko itu dulu ya? kaya nya di sana bagus bagus deh"ucap sisil,dan mereka pun masuk ke dalam toko yang sama dengan ratna.
"eh mbak nia, mau belanja juga mbak?"ucap mami rosa.
"iya lah, jadi mau ngapain lagi kesini"ucap bu nia ketus.
"siapa ros?"tanya nenek galang.
"mbak nia sama keluarga nya bu"jawab mami rosa.
riki sedari tadi memperhatikan ratna, yang sedang asyik memilih milih baju bayi.
"sil, ini kado buat calon anak kamu nanti, semoga lancar sampe lahiran"ucap mami rosa memberikan beberapa belanjaan buat sisil.
"nggak usah tante, aku nggak butuh pemberian dari tante, kami masih sanggup kok buat beli perlengkapan"ucap sisil ketus.
"iya ros, lebih baik kamu beli buat calon cucu kamu, dan nggak usah sok baik sama sisil"timpal bu.
"mami nggak papa kan?"tanya ratna menghampiri mertua nya.
"cih, drama"ucap sisil.
"udah lah ros, kamu ngapain coba bersikap baik sama manusia seperti mereka, yang bisa nya cuman menghina niat baik orang, lagi pula aku nggak sudi kamu kasih mereka apa apa, lebih baik kamu ngasih pada orang yang lebih membutuhkan,setidak nya mereka tau cara menghargai pemberian orang"ucap nenek galang.
bu nia yang mendengar ucapan ibu angkat nya, tak terima dan darah nya pun mendidih.
"maksud ibu apa ngomong gitu?"tanya bu nia emosi.
"emang nya perkataan ku masih kurang jelas ya,udah syukur orang masih baik sama kalian, bukan nya berterimakasih,malah sok jual mahal"ucap nenek galang.
"sudah bu, malu di liatin masa orang orang"ucap mami rosa lembut.
ternyata ratna makin cantik ya, apa lagi dalam keadaan hamil seperti ini, aura kecantikan nya makin kelihatan,batin riki masih terus memperhatikan ratna.
riki pun tersadar dan salah tingkah.
"jangan asal ngomong ya, mana ada anak ku ngelihatin ratna"bela ibu riki.
"emang susah ngomong sama orang yang nggak punya malu, ratna ros, kita pergi cari tempat lain aja, lama lama disini bikin aku gerah aja"ucap nenek galang.
"benaran mas, kamu ngeliatin ratna dari tadi"ucap sisil.
"nggak lah sil, kamu jangan percaya sama omongan mereka tadi, ngapain aku ngeliatin dia, orang di samping ku udah ada istri ku yang cantik"ucap riki tersenyum.
"sudah sudah, kita lanjut lagi belanja nya"ucap bu nia.
mereka semua pun melanjutkan belanja, akibat perdebatan tadi acara belanja mereka sempat tertunda.
"mami, nenek kita makan dulu yuk, aku udah lapar ni"ucap ratna.
"astaga, gara gara kejadian tadi kita jadi lupa buat makan siang, yaudah yuk"ucap mami rosa.
setelah sampe di salah satu restoran yang berada di mall tersebut, mereka bertiga pun langsung duduk dan memesan makanan.
"eh, jeng rosa,"ucap bu rahma teman arisan mami rosa.
"eh, jeng rahma dusini juga, sini jeng gabung sama kita"ucap mami rosa.
"iya jeng makasih, ngapain disini jeng"tanya bu rahma.
"biasa lah jeng, lagi nemanin menantu belanja perlengkapan bayi"jawab mami rosa.
"ini menantu jeng? cantik ya, semoga lahiran nya lancar ya nak"ucap bu rahma.
__ADS_1
"amin, makasih tante"jawab ratna.
"tumben bu rahma sendiri,emang pak yudi nya kemana bu?"tanya nenek galang.
"iya bu, suami saya lagi ada tugas keluar kota, dan minggu depan baru pulang"jawab bu rahma.
pesanan mereka pun datang, ratna dan yang lain nya pun langsung menikmati nya, sambil sesekali mengobrol.
"om, aku mau tas ini"ucap desi manja sambil memeluk lengan pria tersebut dengan mesra.
"boleh sayang, kamu ambil aja apa yang kamu ingin kan"ucap nya mencolek hidung desi.
"makasih om"ucap desi girang.
nenek galang pun tak sengaja melihat ke arah desi dan pria tersebut,mereka berdua begitu mesra.
"eh bu rahma, kata ibu tadi suami ibu sedang di luar kota, terus itu siapa? bukan nya itu suami ibu"ucap nenek galang.
"mana bu,"ucap bu rahma sambil melihat ke arah yang di maksud nenek galang, dan benar saja laki laki yang bersama desi itu adalah pak yudi suami bu rahma.
plak,,!"
"kurang ajar, kenapa kamu menampar ku hah?"bentak desi.
plak,, plak,,!
"dasar pelakor, ngapain kamu sama suami ku hah? di bayar berapa kamu sama dia hah?"maki bu rahma sambil menjambak rambut desi.
"bu, kita bicara baik baik di rumah ya, malu di lihatin banyak orang"ucap pak yudi gugup.
"malu kamu bilang,, plak, ini yang kamu bilang tugas di luar kota iya"ucap bu rahma kencang.
"maafin aku bu"ucap pak yudi gemetar.
"maaf kamu bilang, dasar laki laki nggak tau diri, ingat kamu ya, kalo bukan karna keluarga ku kamu itu nggak bakalan punya apa apa,udah tua tapi kelakuan nya menjijikkan"ucap bu rahma menghajar suami nya, sementara desi sudah menangis mau kabur nggak bisa karna di halangi ibu ibu yang ada disana.
"dan kamu pelakor, apa nggak ada lagi laki laki lain, selain yang udah punya istri, plak,plak"lagi lagi bu rahma menampar desi tampa ampun.
"berhenti,kamu ngapain anak saya hah"ucap ibu nya riki marah sambil menghampir desi.
"oh, jadi kamu ibu nya? ajarin anak kamu yang benar, biar dia nggak jadi pelakor"ucap bu rahma.
"diam kamu, anak saya buka pelakor"bentak ibu riki,
"terus kalo bukan pelakor apa? jelas jelas anak mu ini bermain gila sama suami ku"maki bu rahma.
karna nggak tahan mendengar ucapan bu rahma, ibu nya riki pun mencoba untuk mendorong bu rahma agar terjatuh, tapi bu rahma cepat menghindar dan hasil nya sisil lah yang terdorong kuat.
"sisil"teriak riki dan menghampiri sisil.
"sakit mas"ucap sisil, riki pun melihat darah mengalir dari kaki sisil.
"cepat rik, bawa sisil ke rumah sakit"ucap bu nia panik.
sementara perkelahian tadi pun sudah di bubar kan oleh satpam,
"bu, apa kita nggak jenguk sisil dulu sebelum pulang"ucap mami rosa.
"nggak usah ros, pasti mereka nggak akan mau nerima kedatangan kita, daripada di usir mending nggak usah pergi"ucap nenek galang.
"ternyata bu rahma jago juga ya ros, dia bisa menghajar dua manusia sekaligus"ucap nenek galang saat mereka sudah di dalam mobil.
"astaga bu, semua orang lagi panik panik nya, ibu malah senang"ucap mami rosa heran melihat kelakuan ibu mertua nya, bukan nya khawatir sama keadaan cucu nya ini malah senang.
__ADS_1
maaf kaka jika cerita nya kurang nyambung, jangan lupa tinggalkan jejak ya biar makin semangat lanjut cerita nya🙏🙏😊😊😊😊