
hari ini adalah hari bahagia buat dirga dan lena, karna sebentar lagi mereka akan sah menjadi pasangan suami istri.
"selamat ya len, akhirnya kamu menikah juga, semoga kamu sama dirga langgeng sampe maut memisahkan"ucap ratna memeluk sahabat nya.
"amin,makasih ya rat, tapi aku gugup banget loh ini rat"ujar lena.
"kamu nggak usah gugup gitu dong,kamu harus tenang,"ucap ratna.
di lantai bawah semua orang, menyaksikan acara ijab kabul dan terdengar suara para saksi mengucap kan kata sah.
"alhamdulillah"ucap mami rosa dan nenek galang.
mami rosa pun langsung pergi ke kamar untuk menjemput lena, yang kini sudah sah menjadi menantu nya.
"udah siap kan nak? sekarang kita kebawah ya,semua orang udah nunggu kamu termasuk suami kamu,"ucap mami rosa.
"udah kok tante"ucap lena masih ada kegugupan yang ia rasakan.
"jangan panggil tante dong nak, kan sekarang kamu udah jadi menantu mami sama kayak ratna,jadi panggil mami ya"ucap mami rosa tersenyum.
"iya mi"jawab lena.
ratna dan mami rosa pun mengandeng tangan lena,untuk menuju ke kebawah setelah sampe di bawah lena dan dirga pun memasang cincin tanda pengikat mereka secara bergantian.
"selamat ya nak, semoga pernikahan kalian langgeng untuk selama nya"ucap nenek galang memeluk lena dan dirga secara bergantian.
"amin, makasih ya nek"ucap dirga dan lena.
"selamat ya dirga lena, semoga bahagia selalu"ucap papi haris.
"amin pi, terimakasih"ucap dirga memeluk papi haris.
semua para tamu para undangan pun silih berganti datang untuk nemberikan selamat,kini tiba saat nya keluarga sisil yang memberikan selamat, kepada dirga dan lena.
"selamat ya pak dirga dan lena, semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia"ucap sisil dan keluarga nya.
"iya terimakasih"ucap lena dan dirga mereka terkejut kok bisa keluarga sisil datang kesini, padahal kan setiap tamu harus memiliki kartu undangan resmi.
__ADS_1
"mas, kok bisa mereka datang kesini?"bisik lena.
"nggak tau juga sayang, mungkin ada yang mengundang mereka"jawab dirga.
lena tersenyum mendengar kata sayang yang di ucapkan oleh dirga kepada nya.
"kok muka kamu merah gitu sih? tanya dirga.
"nggak papa kok mas"ucap lena gugup.
"woi, kalo mau bermesraan nanti aja siap acara nya, disini masih banyak orang,dasar nggak tau tempat"ucap galang.
"iri bilang dong"ucap dirga mencium pipi lena.
"dasar mesum"umpat galang.
"nama nya juga pengantin baru mas, jadi wajar mereka bermesraan,lagi pula kan mereka nggak ngapa ngapain"ucap ratna.
"dengar tu, istri kamu aja paham lang"ucap dirga tersenyum karna mendapat pembelaan dari ratna.
sementara desi bergabung dengan teman teman, beda dengan keluarganya yang sedang menikmati hidangan pesta tersebut.
"ibu, jangan ngomong gitu ah malu di dengar orang, kalo soal mereka dapat undangan dari mana nya aku nggak tau juga bu, tapi biarin aja lah selagi mereka nggak bikin keributan"ucap mami rosa.
"haris, kamu yang kasih undangan buat mereka?"kali ini nenek galang bertanya pada papi haris.
"nggak lah bu, ibu tau sendiri kan,kalo semalam aku cuman jagain gibran doang"jawab papi haris.
"pokok nya kalo mereka sampe bikin masalah,ibu nggak bakalan tinggal diam"ucap nenek galang.
desi dan teman teman nya sedang asyik mengobrol sambil menikmati hidangan.
"beruntung banget ya si lena,"ucap teman desi.
"iya kamu benar, di nggak susah susah cari cara buat dekatin pak dirga, tampa melakukan apa pun pak dirga sendiri yang datang sama dia, lah aku, udah capek capek mikirin cara eh tau tau nya gagal"ucap desi.
"kamu naksir juga sama pak dirga des? bukan nya dulu waktu masih kerja di perusahaan pak galang, yang kamu kejar kejar itu pak galang bukan pak dirga?"tanya nya pada desi.
__ADS_1
"iya sih, aku berfikir kalo nggak dapat bos nya ya,minimal dapat asisten nya lah, tapi eh ternyata dua dua nya nggak ada yang bisa di dekatin"jawab desi kesal
"hahaha kasihan banget sih kamu des, makanya kalo mimpi itu jangan ke tinggian,gimana rasa nya pasti sakit kan?"ucap teman desi tertawa.
"sialan kamu, bukan nya ikut sedih lihat teman nya gagal, ini malah senang"ucap desi kesal.
mereka pun lanjut mengobrol sambil becanda.
"nggak ratna nggak si lena, mereka berdua kenapa sih beruntung banget? yang satu nikah sama bos nya, yang satu lagi nikah sama asisten nya, benar benar enak banget hidup mereka"ucap ibu riki.
"benar bu darmi, sementara kita nggak di anggap sama sekali disini"ucap bu nia.
"pokok nya kita harus pura pura baik di hadapan mereka, biar mereka mau menganggap kita sebagai keluarga mereka lagi"ucap bu nia lagi.
"betul itu ma, aku masih nggak rela jika mereka semua berbahagia, sementara kita semua nggak"ucap sisil.
"gimana kabar nya bu, mbak sama semua nya"ucap bu nia tiba tiba menghampiri keluarga galang yang sedang berkumpul.
"alhamdulillah baik mbak nia"ucap mami rosa sementara nenek galang cuek.
"ini anak kamu ya rat?"tanya ibu riki melihat gibran yang di gendong sama ratna.
"iya bu, ini anak aku"ucap ratna sopan.
"ganteng ya anak kamu, mirip banget sama galang"ucap ibu riki lagi sok baik.
"jelas lah mirip galang, nggak mungkin kan anak nya galang mirip anak mu, orang jelas jelas galang ayah nya"ucap nenek galang ketus.
"hehehe iya sih bu"ucap ibu riki.
tak terasa hari pun sudah mulai sore, satu persatu tamu pun mulai bebar termasuk keluarga sisil.
"tumben mereka bersikap baik, biasa nya juga nggak kayak gitu, pasti mereka lagi merencanakan sesuatu"ucap nenek galang saat mereka semua sudah berada di ruang tamu.
"ibu nggak boleh berfikiran seperti itu, siapa tau mereka udah benar benar berubah, dan mereka udah pada sadar"ucap mami rosa.
"sadar apaan ros, kita itu nggak boleh terlalu mudah percaya begitu aja, bisa aja kan mereka mempunyai niat lain, biar kita semua nggak curiga jadi mereka pura pura baik gitu"ucap nenek galang.
__ADS_1
"nenek benar mi, bisa aja itu semua cuman sandiwara, jadi kita harus tetap hati hati dan waspada sama mereka"ucap galang.
"iya lang, tapi mami benar benar berharap, kalo mereka semua benaran udah berubah"ucap mami rosa.