Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 62[riki di penjara]


__ADS_3

satu tahun telah berlalu, kini usia anak nya sisil dan riki telah genap satu tahun,sementara anak nya galang dan ratna masih berusia sepuluh bulan, rencana sisil dan riki ingin membuat pesta di hari ulang tahun putri nya.


"mas, jadikan kita bikin pesta di hari ulang tahun putri?"tanya sisil saat ia dan riki sedang berada di dalam kamar.


"jadi dong sil, dulu kan kita nggak bikin acara syukuran? masa sekarang acara ulang tahun nya putri pun nggak di bikin, kan malu sil? pokok nya kamu tenang aja kita akan bikin pesta mewah buat putri"ucap riki tersenyum.


"serius mas, kamu nggak bohong kan?"tanya sisil.


"serius dong sil, buat apa aku bohong nggak ada guna nya, besok aku transfer uang kerekening kamu, dan kamu belanja semua kebutuhan untuk pesta nya putri"ucap riki tersenyum.


"wah, makasih ya mas"ucap sisil girang sambil memeluk riki.


"hmmmm, boleh kan kalo aku minta jatah malam ini?"bisiki riki


"boleh dong mas, aku juga udah kangen banget sama kamu mas, mumpung putri lagi tidur"ucap sisil manja.


sisil dan riki pun melakukan hubungan suami istri,tak terasa hari pun sudah pagi, sisil dan riki segera mandi dan turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama keluarga nya.


"pagi semua nya"sapa riki dan sisil.


"pagi juga"jawab mereka bertiga kompak.


"riki, sisil. kalian berdua nggak ada niatan gitu buat ngerayain ulang tahun putri?"tanya ibu riki di sela sela makan mereka.


"iya ni, dulu acara syukuran pun nggak ada, masa sekarang acara ulang tahun pun nggak ada sih?"timpal bu nia.


"ada dong bu, ma. aku sama mas riki sudah membahas soal itu tadi malam, kita udah sepakat untuk bikin pesta yang mewah buat putri, iya kan mas"ucap sisil sambil menatap ke arah riki.


"betul itu bu, ma. kita pasti bikin pesta mewah pas di hari ulang tahun nya putri, malu lah kalo nggak bikin acara, dulu nggak bikin masa sekarang pun nggak bikin sih? nanti aku kirimin uang nya ke ATM sisil, mama ibu sama mbak desi tolong bantuin sisil buat mempersiapkan semua nya ya"ucap riki


"iya rik, kalo soal itu kamu nggak usah pikirkan, asal ada duit nya pasti semua nya beres"ucap ibu riki.


"iya bu, kalo gitu aku pamit berangkat kerja dulu ya, takut nya nanti telat, bisa bisa bos aku marah lagi"ucap riki mencium pipi putri.


"iya mas, kamu hati hati ya"sahut sisil.


riki pun berangkat kerja, sementara keluarga nya masih melanjutkan sarapan mereka,di rumah galang pun mereka juga sedang sarapan pagi bersama.


"gibran masih tidur sayang?"tanya galang.


"iya mas, habis minum susu dia tidur lagi"jawab ratna.


"gimana keadaan kamu nak? apa masih mual dan pusing?"tanya mami rosa pada lena.


"udah agak mendingan kok mi"ucap lena.


"itu wajar di alami ibu ibu yang sedang hamil muda, nanti selesai makan, kamu langsung minum obat yang di berikan dokter semalam ya,biar pusing sama mual nya cepat hilang"ucap mami rosa lagi.


"iya mi"ucap lena.


galang dan dirga pun selesai makan, mereka berdua langsung berpamitan kepada keluarga mereka.


"yaudah kalo gitu, aku sama dirga berangkat dulu ya"ucap galang.


"iya,kalian berdua hati hati ya"ucap mami rosa dan yang lain nya.


siang hari saat ratna dan keluarga nya sedang asyik mengobrol sambil menonton,tiba tiba ada seseorang yang yang datang ke rumah mereka.

__ADS_1


"assalamualaikum,,!"ucap nya.


"walaikumsalam,,!"ucap bik surti sambil membuka pintu.


"maaf cari siapa ya pak?"tanya bik surti.


"apa benar ini rumah pak galang?"ucap nya pada bik surti.


"benar pak"jawab bik surti.


"saya kesini cuman mau ngantar undangan ini bu,kalo gitu saya permisi dulu ya bu"ucap nya dan langsung bergi.


"iya pak, terimakasih"ucap bik surti dan langsung menutup pintu.


"siapa bik?"tanya ratna.


"bapak bapak non, dia ngantar undangan kata nya buat den galang"ucap bik surti sambil memberikan undangan tersebut pada ratna.


"undangan apa nak?"tanya mami rosa.


"bentar ya mi, aku lihat dulu biar kita tau siapa pengirim undangan ini"ucap ratna sambil membuka undangan tersebut.


"dari sisil mi, tiga hari lagi putri ulang tahun, kita semua di undang buat menghadiri acara tersebut"ucap ratna.


"oh, kok bukan mereka yang ngantar langsung"ucap nenek galang.


"mungkin mereka semua lagi sibuk bu, jadi nggak sempat buat mengantar nya"ucap mami rosa.


"jadi gimana mi, nek? apa kita datang ke acara nya"ucap ratna.


"datang aja lah rat, mereka kan udah ngundang kita, jadi kita harus datang untuk menghargai nya"ucap mami rosa.


"pokok nya harus cantik ya, jangan asal ngerjain aja, dan ingat jangan ada yang kurang satu pun"ucap bu nia pada tukang dekor tersebut.


"baik bu, kami akan melakukan yang terbaik dan sesuai dengan keinginan ibu"ucap nya.


"ya harus dong, saya nggak mau keluarga saya malu,"ucap bu nia dan langsung pergi.


"dasar nenek lampir, sombong nya minta ampun"batin nya.


"sil, semua nya udah sesuai pesanan kan, jangan sampe ada yang kurang, biar kita nanti nggak malu"ucap ibu riki.


"udah kok bu, kue sama katring nya udah aku pesan"ucap sisil.


"bagus lah,emang putri lagi dimana"tanya ibu riki lagi.


"lagi sama mbak desi bu, mereka lagi ada di taman samping rumah"jawab sisil.


tiga hari kemudian, ini lah hari yang di tunggu tunggu oleh keluarga sisil,di tempat lain ratna dan keluarga nya sedang bersiap siap untuk pergi ke rumah sisil.


"sini aku aja yang gendong gibran, kamu siap siap sana"ucap lena pada ratna karna lena sudah siap berhias.


"ok, sayang kamu sama tante lena dulu ya, bunda mau mandi dulu"ucap ratna mencium pipi gibran.


"kamu udah siap sayang"tanya dirga menghampiri lena yang sedang bermain sama gibran.


"udah mas"jawab lena.

__ADS_1


semua pun sudah siap dan mereka pun langsung berangkat menuju ke rumah sisil.


"kado nya tadi udah di masukin kan mas, takut nya lupa"ucap ratna.


"udah sayang, kado nya ada di kursi belakang"ucap galang.


"aduh, senang banget ya anak bunda, dari tadi ketawa ketawa mulu hmmm, senang di ajak jalan jalan iya"ucap ratna, sementara gibran ketawa sambil tepuk tepuk tangan.


sekitar satu jam, mereka pun tiba di rumah sisil, yang sudah mulai rame kedatangan tamu,galang dan keluarga nya pun langsung masuk kedalam untuk menemui sisil dan keluarga nya,


"selamat ulang tahun kak putri, semoga panjang umur sehat selalu, dan jadi anak yang berbakti ya kepada orang tua nya,ini kado buat kak putri dari gibran"ucap ratna sambil memberikan kado tersebut.


"terimakasih dek gibran"ucap sisil sambil menerima kado dari ratna.


acara pun sudah di mulai dari menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan acara potong kue, dan di ikuti acara acara lain nya, saat sedang sisil dan riki sedang menyambut tamu yang memberikan kado pada putri, tiba tiba keributan pun terjadi.


"ada apa itu mas? siapa yang berani mengacaukan acara anak ku"ucap sisil.


"nggak tau sil, kamu tunggu disini ya, biar aku lihat dulu"ucap riki sebelum riki ingin pergi tiba tiba dua orang polisi datang ke hadapan riki dan langsung mengarah kan pistol nya.


"jangan berbegarak"ucap salah satu polisi tersebut.


"cepat kamu borgol tangan nya, biar dia nggak bisa kabur lagi"ucap nya lagi.


riki pun memberontak ingin melarikan diri, tapi polisi lebih dulu menahan nya, sehingga riki hanya bisa pasrah.


"bapak apa apaan hah? lepasin suami ku pak, emang suami ku salah apa pak? kenapa kalian menangkap nya"teriak sisil.


"lepasin anak ku, kalian nggak boleh menangkap nya, dia nggak salah apa apa"ucap ibu riki histeris.


"maaf bu,pak riki kami tahan karna pak riki terlibat atas kasus pengedaran narkoba,"ucap polisi tersebut.


"apa? riki menjual narkoba? itu nggak mungkin pak,riki apa itu benar"ucap ibu riki menangis.


"maafin riki bu, sil. aku terpaksa ngelakuin itu, aku terpaksa melakukan nya, agar aku bisa kasih duit yang banyak seperti yang kalian mau"ucap riki berteriak.


riki pun di bawah oleh ke dua polisi tersebut, sementara ibu nya riki menangis histeris.


"jangan bawa anak ku pak, tolong lepasin dia"ucap ibu riki.


"ibu yang sabar ya, ibu yang tenang"ucap ratna mencoba memegang lengan mantan mertua nya tersebut.


"pergi kamu, kamu puas kan udah melihat keluarga ku seperti ini, kamu nggak usah sok baik"ucap ibu riki mendorong ratna.


"heh darmi, apa yang menimpa keluarga itu bukan kesalahan nya ratna, maka nya kalo punya anak itu di didik yang benar, dan jangan minta sesuatu di luar kemampuan anak kamu, jadi gini kan akibat nya"ucap nenek galang.


"diam kamu nenek tua, kamu nggak usah sok nasehati aku"bentak ibu riki.


"gini ni, kalo manusia otak nya dikit, di kasih tau yang benar malah nggak terima, anggap aja itu karma buat anak kamu, ayok kita pulang lama lama disini bikin naik darah tinggi"ucap nenek galang sambil mengajak semua keluarga nya untuk pergi.


"kamu nggak papa kan sayang?"tanya galang.


"aku nggak papa kok mas"ucap ratna tersenyum.


"itu yang kamu bilang berubah ros? berubah apa nya, makin menjadi iya"ucap nenek galang saat mereka semua udah berada di dalam mobil.


"ya maaf bu, aku kira mereka semua udah berubah,ternyata nggak"ucap mami rosa lirih.

__ADS_1


"sudah sudah, kalian jangan pada ribut lagi, entar gibran bangun lagi"ucap papi haris.


mereka semua pun diam dan nggak ada yant berbicara satu pun saat dalam perjalanan pulang.


__ADS_2