
"rik,ini sertifikat rumah nya,sekarang kan masih siang jadi masih sempat pergi ke bank, sekarang aja kita pergi nya biar cepat selesai ibuk udah nggak sabar pengen lihat kamu sama rani menikah"ucap ibuk
"yaudah buk,aku pergi ke rumah dulu,buat ngambil surat surat sama buku nikah"kata riki
"iya,buruan sana, biar nggak kelama'an karna kita bukan mau ke bank aja tapi kepengadilan juga"
"iya buk, riki pun bergegas pulang ke rumah setelah ijin pamit pada keluar nya"
"des,kamu siap siap sana,ibuk juga mau siap siap nih"perintah ibuk
"iya buk, ucap desi dan bergegas masuk ke kamar nya
"kini tinggal rani dan geri berada di ruang tamu"
"sayang, kamu serius ingin menikah dengan riki? terus gimana dengan aku, masa kamu tega si? bisik geri setelah memastikan tidak ada orang di sekitar nya
"mas, ini untuk sementara aja, ini semua demi anak kita,emang mas mau anak kita lahir tampa punya apa apa? setelah aku menikah aku akan porotin uang nya si riki, jadi mas tenang aja meskipun aku menikah sama riki tapi aku cinta nya sama mas doang kok"ucap rani membalas bisikan geri
"belum sempat geri menjawab omongan geri, suara klakson mobil terdengar di depan rumah"
"udah siap buk? yuk kita berangkat"ajak riki
"ran,kamu ikut atau di rumah aja? ucap ibuk
"aku di rumah aja ya tan,soal nya kepala ku agak pusing, mungkin ini bawaan bayi buk"ujar rani lirih
"yauda,kamu istirahat aja ya, jangan stres kasihan cucu tante, geri sebelum kamu pergi ke tempat teman mu, ibuk minta tolong kamu antar kan rani pulang dulu ya"perintah ibuk
"geri pun melirik desi seolah minta persetujuan sang istri"
"iya bang,kamu antar rani ya kasihan dia kalo pulang sendiri,lagi pula sebentar lagi rani bakalan jadi bagian keluarga kita kok"ucap desi seolah mengerti ke gelisaan suami nya
"yaudah kamu berangkat dulu ya"pamit ibuk dan Desi
"iya tan,mbak, hati hati ya"ucap rani
"setelah semua nya pergi, geri pun lansung menarik rani masuk ke dalam dan mengunci pintu nya"
"aku rindu banget sama kamu sayang"ucap geri memeluk rani
"aku juga mas,ucap rani manja membalas pelukan sang kekasih tercinta
"sayang aku pengen, boleh ya udah lama kamu nggak muasin aku"ucap geri dengan nafas yang memburu
__ADS_1
"iya mas,aku juga udah rindu belaian kamu"balas rani
"mereka berdua pun langsung menuntas kan hasrat nya yang udah lama tidak tersalur kan"
"di lain tempat teman teman riki sedang bersantai di cafe"
"gila ya si riki, aku nggak nyangka banget tau nggak,dia berani banget sebar aib dia sendiri"ucap dimas kepada teman nya
"maksud nya? sebar aib gimana maksud kamu dim? tanya rehan karna dia belum tau mengenai berita yang lagi hot hot nya
"emang kamu nggak lihat di grub kantor kita? tanya dimas heran pasal nya semua orang udah tau mengenai berita itu
"ya, belum lah dodol,kalo aku udah lihat dan udah tau ngapain aku nanyak lagi sama kamu"ucap rehan kesal
"emang hp kamu kemana?
"rusak, di injak sama bini ku,gara gara seharian aku maen game"ucap rehan kesal
"hahahaha, kasihan banget sih hidup kamu re, masih untung bukan badan kamu yang di injak sama bini mu"ujar dimas tertawa
"sialan lo,udah buruan, aku pengen lihat vidio nya si riki"
"iya iya,ni"gumam dimas sambil menyodor kan hp nya pada rehan
"gila, ini benaran sih riki? berani juga ya dia, mungkin dia udah kebal kali untuk menerima resiko nya besok"ucap rehan yang tak habis pikir sama kelakuan sahabat nya
"kita lihat aja besok di kantor, gimana orang orang membicarakan si riki"ujar rehan
"re,kamu nggak ada niat gitu buat nambah bini? tanyak dimas tiba tiba pada rehan
"ya, nggak lah, bisa mati di gebukin aku sama si dila,biar pun badan dia kayak badak tapi aku sayang banget sama dia, jadi nggak mungkin lah aku mau nambah bini lagi"ujar rehan
"ternyata,kamu takut juga ya sama bini mu? emang bini mu segalak apa sih? segitu takut nya kamu re"tanyak dimas penasaran karna setau dia dila tuh orang nya ramah dan murah senyum
"kamu belum tau si dim,kamu mah enak, punya bini lemah lembut,lah aku! apa lagi kalo ibuk dan dila udah bersatu hmmm kelar hidup loh"
"mereka pun melanjut kan mengobrol sesekali becanda"
"gimana mas? apa udah selesai urusan nya? tanyak rani
"udah ran, tinggal nunggu panggilan dari pengadilan aja"jawab riki lembut
"bagus lah mas,akhir nya kita jadi nikah juga"ucap rani sengaja menekan kata nikah karna melihat ratna yang sedang menonton
__ADS_1
"ratna yang mendengar nya,cuman tersenyum dan tak ada kesedihan di wajah nya
"malam hari! saat ratna sedang asyik berbalas pesan dengan lena, tiba tiba riki datang menghampiri nya
"dek! apa kamu udah yakin tetap ingin bercerai dari mas? apa kamu udah nggak mau lagi hidup bersama mas? tanyak nya
"iya mas,aku udah yakin seratus persen,aku juga pengen bahagia mas tapi bukan sama kamu"ujar ratna tersenyum
"riki, frustasi karna jawaban ratna tak sesuai dengan keinginan,riki pun langsung tidur setelah mendengar jawab ratna
"pagi mas, sapa rani tersenyum
"pagi ran,kamu masak apa? sepertinya enak ni"
"iya mas,aku masakin nasi goreng khusus buat mas"ucap rani
"makasih ya, kamu memang calon istri idaman"ujar riki dengan sengaja karna melihat ratna yang keluar rumah
"setelah sarapan,riki pun pamit pada rani"
"baru aja tiba di kantor,riki udah heran melihat semua karyawan yang melihat dia dengan tatapan aneh"
"rik,kamu di suruh keruangan bos sekarang"ucap dimas pada riki
"iya dim,riki pun langsung mengadap sang bos
"setelah mengetuk pintu riki pun lansung masuk"
"pagi pak,kalo boleh tau ada apa ya pak?ucap riki sopan
"pagi juga rik,saya sengaja memanggil kamu, karna saya ingin mengatakan,mulai besok kamu tidak usah bekerja lagi di kantor ini"ucap pak bagus tegas tampa basa basi
"maksud bapak? tanyak riki yang belum paham
"mulai hari ini kamu saya pecat, jadi silah kan pergi dan kemasi barang barang kamu"
"Deg"
"tapi kenapa pak? salah saya apa? kenapa bapak main pecat aja"ujar riki tak terima
"kamu masih nanyak, salah kamu apa? coba kamu periksa hp kamu, bar kamu pikir kan dimana salah kamu"ujar pak bagas
"seketika wajah riki berubah pucat, setelah melihat isi hp nya"
__ADS_1
"sudah lihat kan, sekarang kamu keluar dari ruangan saya, dan ini uang pasongan mu"
"riki pun keluar dari ruangan bos dengan lemas"