Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 63[menjenguk riki di tahanan]


__ADS_3

Sudah tiga hari riki di tahan di penjara, selama itu pula ibu nya selalu menangis, dan bersedih atas apa yang menimpa putra satu satu nya.


"udah dong bu, ibu jangan nangis terus,nanti kita jenguk riki ya bu"ucap desi menenang kan ibu nya.


"gimana ibu nggak nangis dan sedih des, riki sekarang di penjara terus nasib kita gimana? di rumah ini kan cuman riki yang di bekerja,dulu kamu yang di penjara sekarang riki, ibu malu tau mana semalam tamu begitu banyak lagi"ucap ibu riki.


"Ibu jangan mikirin malu nya ibu terus dong, riki juga kek gini gara gara kalian semua"ucap desi marah.


"kok kamu jadi nyalahin ibu sih des?"tanya ibu riki.


"terus aku harus nyalahin siapa lagi bu? coba ibu sama tante nia nggak terlalu maksa riki cari kerja, pasti semua ini nggak akan terjadi,ibu selalu kepengen terlihat kaya dan mewah tanpa mikirin perasaan anak ibu, tanpa mau tau anak ibu mau kerja apa, yang penting bisa kasih ibu uang banyak"ucap desi marah.


"Desi, tutup mulut mu, kamu sekarang udah berani melawan ya sama ibu kamu sendiri, kamu mau jadi anak durhaka hah? kamu jangan salahin ibu atas apa yang menimpa riki, emang dia nya aja yang bodoh"bentak ibu riki.


"ibu nggak mau di salahkan? coba ibu pikir, di saat seperti ini aja ibu masih mikirin malu, dan ibu masih mikirin siapa yang akan kasih kita duit, seharus nya ibu mikir bu, gimana cara nya kita buat bebasin riki"ucap desi sambil pergi ninggalin ibu nya.


"Desi, mau kemana kamu hah? desi ibu belum selesai ngomong"teriak ibu riki tapi desi sama sekali tak menghiraukan teriakan ibu nya.


"ibu kenapa mbak? kenapa ibu teriak teriak seperti itu?"tanya sisil saat melihat kedatangan desi.


"ibu lagi marah marah sil,ibu bingung gimana cara nya dapat uang buat bebasin riki"jawab desi.


"iya sih mbak? untung juga butik udah lunas cicilan nya, kalo nggak,entah apa yang bakalan terjadi"ucap sisil.


"emang kamu nggak punya simpanan sil? setau ku kan, riki lebih banyak kasih kamu uang dari pada buat kami"ucap desi.


"iya sih mbak, simpanan aku emang ada, tapi aku rasa itu nggak bakalan cukup mbak"ucap sisil.


"gimana kalo kita semua kumpulin aja simpan kita masing masing, siapa tau kan cukup"ucap desi.


"nggak,nggak.enak aja kamu bilang gitu des, kalo kamu mau bikin aja simpanan kamu sendiri, ngapain kita harus ikut ikutan juga"ucap bu nia tak terima.


"ibu juga kurang setuju des, kan riki sendiri yang cari masalah? jadi dia harus tanggung sendiri akibat nya"timpal ibu riki.


"ibu sama tante jangan egois dong, kalian bisa beli ini itu berkat riki juga ya, dia yang kerja keras tanpa peduli resiko apa pun yang akan menimpa nya, jadi giliran dia yang dapat musibah wajar kalo kita bantu dia"ucap desi emosi.


"betul itu ma, bu.kalo bukan karna mas riki, mama sama ibu nggak bakalan bisa beli itu semua, dan mama harus ingat, karna mas riki juga cicilan butik mama jadi lunas"ucap sisil.


"tapi sil, kalo nanti mama ketemu sama teman teman mama, dan mereka lihat mama nggak pake apa apa kan malu, terus kalo mereka tanya mama harus jawab apa coba"ucap bu nia.


"mama lebih mentingin malu mama, di bandingkan perasaan cucu mama,iya ma? putri itu butuh sosok papa nya ma, apa mama nggak tau setiap malam putri nangis mencari cari papa nya"ucap sisil mencoba menahan amarah nya.


"hmmmmm yaudah deh, kalo bukan karna putri, mama nggak sudi jual perhiasan mama,"ucap bu nia pasrah.

__ADS_1


"kalo gitu,sekarang kita semua siap siap untuk pergi menjenguk mas riki"ucap sisil tersenyum.


Mereka semua pun pergi ke kamar masing masing untuk bersiap siap, karna mau pergi menjenguk riki yang berada di penjara.


Semenjak keluarga riki datang ke rumah ini, ada aja masalah yang datang, kalo tau gini mending aku nggak usah kasih restu buat sisil nikah sama si riki sialan itu, kalo soal bayi nya dulu kan bisa di gugurin, sial sial punya menantu kok tau nya bikin susah aja"gumam bu nia.


"sudah siap semua nya? kalo udah mending kita berangkat sekarang aja,biar kita cepat sampe nya"ucap sisil.


"udah kok sil, ayok kita berangkat"ucap ibu riki kurang semangat.


mereka pun berangkat menggunakan satu mobil, sejak dalam perjalanan bu nia sama ibu nya riki diam aja, mereka berdua sama sama malas untuk berbicara.


"mama sama ibu kenapa? apa kalian berdua nggak senang ketemu sama mas riki"ucap sisil.


"nggak kok sil, mama senang kok"ucap bu nia sambil berusaha tersenyum.


sekitar tiga puluh menit mereka pun sampe di kantor polisi,setelah berbasa basi sama salah satu petugas mereka pun langsung pergi ke ruang tahanan riki.


"sodara riki, ada yang ingin bertemu dengan anda, mari ikut saya"ucap salah satu petugas tersebut.


Riki pun cuman mengangguk tanda mengiyakan, karna semenjak di tahan riki jadi kurang semangat untuk berbicara.


"papa"ucap putri ketika melihat riki yang baru datang bersama polisi.


"anak cantik papa, papa kangen bangat sama kamu nak"ucap riki sambil menggendong putri.


"iya nak ini papa,kamu kangen nggak sama papa"ucap riki mencium pipi putri.


"gimana keadaan kamu mas? kamu baik baik aja kan disini?"tanya sisil lirih.


"aku baik baik aja sil, kamu nggak usah sedih ya, doain aja semoga aku cepat di bebasin"ucap riki.


"rik, kita semua udah sepakat, kita mau menjual semua perhiasan kita, terus uang nya akan kita gunain buat bebasin kamu"ucap desi.


"tapi mbak"ucap riki sambil melihat ke arah ibu nya dan bu nia.


"iya mas, mbak desi benar, mama sama ibu juga udah setuju kok, jadi kamu nggak usah khawatir ya"ucap sisil.ia mengerti dengan perasaan suami nya.


"iya kan ma,bu?"ucap sisil lagi agar riki percaya kalo mama sama ibu nya setuju.


"iya rik, itu semua kan kamu yang beli, jadi mau nggak mau ibu sama bu nia harus menjual nya"ucap ibu riki.


"apa ibu sama mama hanya terpaksa ngelakuin itu?"tanya riki.

__ADS_1


"ngg,, nggak kok rik, mama sama ibu mu nggak terpaksa kok,"ucap bu nia gugup.


"oh, makasih ya ma, bu."ucap riki.


"iya rik sama sama, lagi pula kan kita ini keluarga,jadi kalo ada salah satu di antara kita yang kesusahan,kita kan wajib membantu nya"ucap bu nia.


Setelah mengobrol ngobrol, dan bertanya berapa kira kira uang yang di butuhkan untuk bebasin riki, sisil dan yang lain pun permisi untuk pulang.


di tempat lain ratna dan keluarga nya sedang berlibur di salah satu pantai yang begitu indah.


"senang ya nak,"ucap ratna.


"aduh, cucu oma kayak nya senang banget ya di ajak jalan jalan, maka nya cucu oma cepat besar ya biar bisa jalan sendiri dan bisa bermain"ucap mami rosa.


"iya oma"ucap ratna menirukan suara anak kecil.


"ayo ayo, sekarang kita semua berkumpul,kita foto dulu"ucap nenek galang.


semua keluarga pun berkumpul untuk melakukan foto bersama,agar bisa di jadikan kenang kenangan nanti.


"pak, fotoin nya yang bagus ya, awas kalo jelek"ucap nenek galang.


"siap nenek cantik, sekarang ambil posisi masing masing"ucap tukang foto tersebut.


"cie, muka nenek kok merah sih? nenek malu ya karna di bilang cantik"goda dirga.


"bugh, dasar cucu nggak ada akhlak,suka banget ledekin orang tua"ucap nenek galang memukul lengan dirga.


"sakit tau nek, sayang aku di pukul nenek ni"ucap dirga pada lena.


"syukurin, mas juga dari tadi nggak berhenti buat godain nenek terus, kan jadi kena timpuk"ucap lena tertawa.


"kok kamu ketawa sih yang, kamu senang yang lihat suami tampan mu ini di aniaya"ucap dirga cemberut.


"nggak usah lebay deh"ucap galang.


"dasar lembek,baru gitu aja udah kesakitan,gimana kalo nenek pukul kamu pake jurus macan ngamuk"ucap nenek galang terkekeh.


"sudah sudah, sekarang kita makan dulu yuk, nanti kita lanjut lagi main nya, sebelum kita balik kepenginapan"ucap mami rosa.


"lihat ni bu nia, mereka semua lagi asyik berlibur, sedang kan kita disini lagi kesusahan,mereka benar benar nggak punya perasaan,mereka nggak ada niat buat bantu kita walaupun hanya sedikit"ucap ibu riki sambil memperlihatkan foto foto ratna dan keluarganya yang sedang berlibur.


"benar bu, padahal uang mereka banyak, tapi mereka nggak ada niat buat bantu kita, padahal uang mereka itu nggak bakalan habis"ucap ibu nia geram.

__ADS_1


"kenapa lagi sih ma, bu."ucap sisil.


"ini sil, keluarga galang lagi asyik asyik berlibur, sementara kita disini lagi pusing dan kesusahan buat cari uang buat bebasin riki, sementara mereka nggak ada niat sedikit pun buat bantu kita"ucap bu nia kesal.


__ADS_2