Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 71[ratna sadar dari koma nya]


__ADS_3

Saat gibran sedang mengelus-ngelus pipi ratna, tiba-tiba tangan ratna bergerak ratna pun perlahan membuka mata nya, gibran terkejut ia langsung memanggil ayah nya.


"Ayah,,! bunda bangun ayah,"teriak gibran.


galang dan yang lain nya pun langsung menghampiri gibran, dan memastikan apa benar yang di katakan oleh putra nya.


"Alhamdulillah,sayang.akhir nya kamu sadar juga,"ujar galang tersenyum.


"Permisi pak, saya mau periksa pasien dulu ya,"ucap dokter itu yang baru datang.


"baik dok, silahkan."sahut galang sambil menggendong gibran dari tempat tidur ratna.


"syukurlah nak, akhir nya ratna sadar juga,"ujar mami rosa senang.


"Ayah, bunda nggak akan tidur lagi kan,?"tanya gibran polos.


"nggak sayang,"jawab galang.


"Alhamdulillah pak, istri anda sudah sadar. dan kondisi nya pun udah mulai membaik, kalo gitu saya permisi dulu ya, mari semua nya,"pamit dokter tersebut.


"baik dok, terimakasih,"ujar mami rosa.


"sayang, maafin aku ya. gara-gara aku kamu jadi seperti ini, aku nggak bisa jagain kamu,"ucap galang.


"Aku nggak papa kok mas, kamu nggak boleh nyalahin diri kamu sendiri,nama nya juga musibah mas. kita nggak tau kapan datang nya, "ucap ratna pelan.


"Anak bunda, sini nak. bunda kangen sama kamu,"ucap ratna pada gibran.


"aku juga kangen sama bunda, kenapa bunda lama sekali tidur nya?apa bunda kecapean ya kerja nya? makan nya bunda tidur lama,"ucap gibran.


"iya sayang,tapi sekarang kan bunda udah bangun,"sahut ratna.


"Assalamualaikum,,!"ucap lena yang baru datang bersama kayla.


"Walaikumsalam,,!"sahut kami bersama.


"kamu nggak di antar dirga nak?"tanya nenek galang sambil mengambil kayla dari tangan lena.


"nggak nek, aku kesini di antar sama sopir. kasihan mas dirga jadi pulang balik nanti nya,lagi pula dekat kok nek kesini,"ujar lena.

__ADS_1


"gimana keadaan kamu rat? kamu udah merasa baikan kan,?"tanya lena pada ratna.


"Alhamdulillah,len.berkat doa kalian semua,allah masih memberikan aku kesempatan untuk hidup,"sahut ratna tersenyum.


Di rumah sisil, desi menjadi sering marah-marah dan berteriak, semenjak kelumpuhan nya dia menjadi seperti orang gila.


"Bu, aku pengen sembuh. aku nggak mau seperti ini terus, lebih baik aku mati aja,"teriak desi.


"Sabar mbak, mbak nggak boleh ngomong gitu. kita semua pasti usahakan kok biar mbak sembuh,"ucap riki.


"bohong, bukti nya sampe sekarang kalian belum ada yang bertindak kan? mungkin kalian sengaja biar aku nggak sembuh,"ujar desi marah.


"nggak des, kita semua itu lagi berfikir gimana cara nya biar dapat uang ,buat biaya pengobatan kamu,ujar ibu riki.


"emang kamu nggak ada simpanan rik,?kasihan mbak mu. kalo dia seperti ini terus mana ada laki-laki yang mau sama mbak mu,"ucap ibu riki lagi.


"nggak ada bu, kalian tau sendiri kan? gaji kerja di bengkel itu berapa? cuman cukup buat biaya sekolah nya putri doang,"ucap riki lesuh.


Tiba-tiba Desi tersenyum,dia memiliki ide gimana cara nya agar dapat uang.


"rik, kok mbak mu senyum-senyum gitu rik? jangan-jangan,,


"iya rik, kalo mbak mu masih waras.nggak mungkin dia senyum-senyum seperti itu,"sahut ibu riki.


"ibu senang kalo aku gila iya?"tanya desi tiba-tiba.


"nggak lah des, ibu kan cuman menduga-duga aja gitu,"sahut ibu riki tersenyum.


"buk, rik. aku tau cara nya biar kita dapat uang banyak,"ucap desi.


"cara nya gimana mbak?"tanya riki.


"iya des,gimana cara nya?"timpal ibu riki.


"ibu sama riki, curi sertifikat butik tante nia, setelah itu kalian berdua gadaikan, mumpung sisil sama tante nia nggak disini"ucap desi.


"apa? nggak ah. aku nggak berani mbak, gimana kalo mama nia sama sisil tau? bisa-bisa kita di usir dari sini"ucap riki kurang setuju.


"kamu nggak mau lihat mbak sembuh rik? kamu senang lihat mbak menderita gini iya,?"uap desi menangis.

__ADS_1


"bukan gitu mbak, aku cuman takut ketahuan,"ujar riki.


"benar juga apa yang desi bilang rik, lagi pula yang bayar cicilan butik waktu itu kan kamu,"ujar ibu riki setuju dengan ide desi.


"tapi bu,"ujar riki ragu.


"udah kamu tenang aja, selagi kita ngambil nya diam-diam, mereka nggak bakalan curiga, nah. mumpung sekarang mereka lagi pergi, dan akan pulang malam. lebih baik sekarang kita cari aja, kamu ke kamar sisil rik, ibu ke kamar bu nia"ucap ibu riki.


Riki pun terpaksa menuruti perintah ibu nya, walaupun sebenarnya ada rasa takut di hati nya, tapi ia tidak bisa menolak nya, mereka berdua pun segera keluar dari kamar desi dan mulai melancarkan aksi nya.


"untung, lemari nya bu nia nggak di kunci?"gumam ibu riki. ia mulai membuka satu persatu pintu lemari tersebut.


"aduh, bu nia nyimpan nya di mana sih,"ucap ibu riki mulai menyerah.


"bu, di kamar kami nggak ada bu, semua lemari udah aku periksa tapi nggak ada"ucap riki yang baru aja datang ke kamar mertua nya.


"kamu rik, bikin kaget ibu aja, sekarang kamu bantuin ibu,kita periksa lemari yang satu itu. cepat sebelum mereka pulang"ujar ibu riki.


Riki dan ibu nya pun, menggeledah lemari tersebut karna tinggal itu yang belum ibu riki periksa.


"Dapat bu,"ucap riki senang.


"mana rik? coba kamu periksa lagi rik. takut nya kita salah ambil,"ujar ibu riki.


"benar bu, aku udah baca semua nya,"tutur riki.


"bagus rik, sekarang ayok.kita cepat keluar dari sini,"ujar ibu riki.


"gimana? ibu sama riki berhasil kan?"tanya desi saat melihat ibu dan adik nya masuk ke kamar nya.


"berhasil dong des, untung di rumah ini nggak ada cctv nya,jadi ibu sama riki lebih leluasa mencari sertifikat ini"ucap ibu riki.


"bagus lah bu, akhir nya aku bisa juga berobat, aku udah bosan tidur di kamar terus,"ujar desi girang.


"tapi. ibu sama mbak yakin kan kalo kita nggak bakalan ketahuan?"ucap riki sedikit khawatir.


"kamu tenang aja rik, yang tau soal ini kan cuman kita bertiga, jadi ibu yakin nggak bakalan ketahuan,kecuali kamu ngomong sama sisil, secara kan sekarang kamu udah bucin banget sama dia,"sindir ibu riki.


"ya nggak mungkin lah bu, nggak mungkin aku kasih tau sama sisil, itu sama saja aku cari mati"sahut riki ketus.

__ADS_1


"bagus lah, sekarang ibu mau istirahat dulu. besok siang ibu akan pergi gadaikan sertifikat ini,"ujar ibu rik dan langsung pergi dari kamar desi.


__ADS_2