Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 73[butik bu nia di sita]


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu,riki maupun ibu nya saat ini sedang di landa panik dan khawatir lantaran mereka belum mempunyai uang untuk membayar cicilan butik tersebut, apa lagi satu bulan sudah menunggak.


"Rik, gimana dong ini? kita dapat uang dari mana coba,buat bayar cicilan butik itu? mana ini udah bulan ke dua lagi,"ujar ibu riki panik.


"Aku juga bingung bu.semalam aku udah coba pinjam sama teman, tapi dia nggak ada uang bu lantaran bengkel nya akhir-akhir ini sepi,"sahut riki tak kalah panik nya.


"ini semua gara-gara ide gila mbak mu rik, kalo ibu tau gini ujung nya. ibu nggak bakalan mau,"ujar nya ketus.


"ibu jangan nyalahin aku dong,ini semua gara-gara ibu tau nggak. coba aja ibu hati-hati waktu itu mungkin sekarang duit nya masih ada,"ucap desi tak terima di salahkan.


"sudah lah bu, mbak. sekarang bukan waktu nya untuk bertengkar,sekarang ibu sama mbak bantu aku buat mikir gimana cara nya biar dapat uang, agar butik mama nia nggak di sita sama rentenir sialan itu,"ucap riki.


"ibu duluan yang cari gara-gara riki? se'enak nya aja nyalahin orang, padahal yang paling banyak salah disini tu ibu,"omel Desi.


"enak aja kamu,,,!


"udah cukup bu, mbak,,! kalian ini seperti anak kecil aja.udah tau orang lagi pusing banyak pikiran, bukan nya bantu mikir malah asyik bertengkar aja,"ujar riki kesal.


"maaf rik,"ujar ibu dan mbak nya.


Di ruang tamu, bu nia sedang asyik nonton tv sementara sisil sedang bermain bersama putri nya. tiba-tiba hp bu nia berbunyi.


[halo, apa? kamu serius kan?! baik sekarang saya akan kesana kamu tahan dulu orang itu,]ucap bu nia panik.


"ada apa ma? siapa yang nelfon mama,?"tanya sisil.


"karyawan butik sil, kata nya ada orang yang datang marah-marah,mama pergi dulu ya,"jawab bu nia cepat dan segera pergi meninggalkan sisil.


"oma, mau kemana ma,?"tanya putri. karna ia heran melihat oma nya yang pergi buru-buru.


"oma mau ke butik nak, mungkin lagi ada urusan,"sahut sisil.dan di angguki oleh putri.


Bu nia baru aja tiba di butik nya dan ia segera masuk ke dalam.


"siapa kalian semua hah? kenapa kalian membuat keributan di butik ku, pergi kalian semua dari sini cepat,,!sebelum saya melaporkan kalian semua,"bentak bu nia.

__ADS_1


"ibu nggak berhak mengusir kami dari sini, yang seharus nya pergi itu ibu bersama karyawan ibu, karna butik ini udah menjadi milik saya,"ucap nya tertawa.


"anda jangan coba-coba menipu saya ya, ini butik milik saya dan saya nggak pernah berurusan dengan anda,"maki bu nia.


"terserah ibu mau percaya atau nggak, tapi yang jelas butik ini sudah menjadi milik saya, ibu bisa lihat ini bukti nya,"ucap nya sambil memperlihat bukti tersebut.


"gimana bu? apa ibu masih tidak percaya,"ucap nya.


Bu nia syok melihat bukti tersebut,lutut nya lemas ia sudah tidak sanggup untuk berdiri.


"Sekarang kalian semua cepat pergi dari sini, sebelum saya suruh anak buah saya untuk mengusir kalian secara paksa,"bentak nya.


Semua karyawan bu nia pun ketakutan,mereka semua pun segera keluar dari butik tersebut begitu pun dengan bu nia.


"Bu darmi, dimana kamu bu darmi,,!"teriak bu nia saat baru sampe di rumah nya.


"ada apa sih ma? kenapa mama teriak-teriak gitu, ada apa ma,?"tanya sisil kaget mendengar teriakan mama nya.


"Bu darmi,,!"teriak bu nia lagi tampa mendengar kan ucapan sisil.


"ada apa ada apa, apa maksud bu darmi menggadaikan butik saya, emang apa hak ibu disitu,"bentak bu nia.


"maksud mama? ibu menggadaikan butik mama,?"ujar sisil syok.


"iya sil, sekarang mama udah nggak punya butik lagi, ini semua gara-gara ibu mertua mu yang nggak tau diri ini,"marah bu nia.


"tenang dulu ma, kita bicarain ini baik-baik ya,"ucap riki.


"kamu nyuruh mama tenang rik, emang kalo udah tenang butik mama akan kembali lagi nggak kan,?amuk buk nia. sementara ibu riki hanya diam aja dia nggak berani buka suara.


"lihat ini sil, ini laki-laki pilihan kamu itu, semenjak mereka datang ke rumah ini hidup kita menjadi berantakan gara-gara manusia benalu ini,"ucap bu nia geram.


"cukup ma, aku tau ibu salah.tapi mama jangan pernah mengatakan kami ini benalu,"ucap riki emosi.


"emang kenyataan nya kan, kamu dan keluarga mu hanya bisa menyusahkan orang saja, pantas aja ratna lebih memilih meninggalkan kamu, daripada hidup sama keluarga kayak kalian,"ucap bu nia sinis.

__ADS_1


"udah dong ma, buat apa sih mama nyebut nama perempuan itu,"ujar sisil.


"kamu lebih milih belain mereka, daripada belain mama sisil?"ujar bu nia sedih.


"bukan gitu ma, aku cuman nggak suka aja mama nyebut-nyebut nama ratna disini. lebih baik kita bicarakan masalah ini dengan tenang jangan ada yang marah-marah atau pun teriak, aku nggak mau putri mendengar pertengkaran ini,"ucap sisil.


"bu, sekarang ibu jujur. kenapa ibu mencuri dan menggadaikan sertifikat butik mama? buat apa bu,?"tanya sisil tenang.


"maafin ibu sil, ibu butuh uang buat biaya berobat desi sil. jadi ibu terpaksa mengambil nya secara diam-diam, karna ibu nggak tega melihat desi tiap hari menangis dan sedih,"ujar ibu riki menangis yang di buat-buat.


"terus uang nya mana bu? ibu masih menyimpan uang nya kan,?"tanya sisil lagi.


"nggak sil, semua uang nya di rampok sil,"tutur ibu riki sambil menceritakan kejadian nya.


"astaga bu,"ucap sisil.


"pokok nya aku nggak mau tau, bu darmi harus menebus sertifikasi butik ku,kalo bu darmi nggak mau. ibu sama desi pergi dari sini"ucap bu nia.


"bu nia ngusir kami, saya minta maaf bu,"ucap ibu riki memohon.


"tolong jangan usir ibu sama mbak desi ma, mereka mau tinggal dimana nanti?"timpal riki.


"aku nggak mau tau, mereka berdua mau tinggal dimana itu bukan urusan ku, darmi tinggal pilih aja,! bu darmi pergi dari sini atau aku laporin kepolisi,"ucap bu nia.


"ma,,!


"kamu diam sil, keputusan mama sudah bulat,"potong bu nia.


"baik bu nia, saya dan desi akan pergi dari rumah ini, tapi bu nia juga harus bersiap-siap mendekam di penjara,"ujar ibu riki tersenyum.


"maksud bu darmi,? jangan coba-coba mengancam saya bu darmi, karna saya nggak pernah takut,"tutur bu nia sombong.


"baik lah,kita bukti kan saja bu bu nia, kalo vidio ini aku serah kan sama polisi, apa bu nia masih bisa bersikap sombong,"ucap ibu riki sambil memutar vidio yang berisi rencana untuk membunuh ratna waktu di rumah sakit.


Bu nia kaget dan panik melihat vidio tersebut.

__ADS_1


__ADS_2