Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku

Hasutan Ibuk Mertua, Kepada Suami Ku
bab 12[permintaan ibu]


__ADS_3

"ratna, ibuk pengen ngomong sesuatu sama kamu"ucap ibuk dengan suara lembut


"ada apa buk? tanyak ratna


"gini rat, ibuk cuman mau bilang kalo riki dan rani sebentar lagi bakal menikah, jadi ibuk berharap kamu memberi ijin riki buat menikah lagi"


"boleh aja buk,tapi dengan satu syarat"


"mereka tersenyum senang, setelah mendengar aku mengijin kan mas riki menikah lagi"


"apa syarat nya rat? kamu bilang aja pasti riki bisa memenuhi syarat dari kamu,iya kan rik?


"iya buk,ucap riki tersenyum, seperti nya dia juga sudah tidak sabar ingin menikahi rani"


"aku mau,, mas ceraikan kan aku dulu, dan mas urus surat cerai kita sampe selesai"


"Deg"


"nggak, mas nggak akan pernah cerain kamu, sampe kapan pun kamu tetap menjadi istri ku"ucap riki marah


"terserah mas,tapi jangan harap mas akan dapat ijin dari ku untuk menikah lagi"


"ratna! dalam agama, suami itu boleh menikah lebih dari satu kali, riki akan berlaku adil sama kamu dan rani"sahut ibuk


"iya dek,ibuk benar mas akan berlaku adil sama kalian berdua"


"berlaku adil? berlaku adil apa yang ibuk dan mas maksud? selama ini apa kamu udah adil mas sama aku? kamu ngasih aku nafka nggak,kamu udah menjadi suami yang baik nggak buat aku? dan sekarang kamu bilang akan bersikap adil setelah kamu mau nikah iya"ujar ku tersenyum


"apa susah nya sih mbak! kalo mbak ijinin kami menikah"sahut rani


"bagi aku susah lah,mungkin bagi kamu nggak, karna kamu belum merasa kan suami kamu mau nikah lagi, oh iya aku lupa kamu kan hanya seorang pelakor, jadi mana punya perasaan nya"


"ratna, cukup,setuju atau nggak kamu riki dan rani akan tetap menikah"ucap ibuk marah


"silah kan saja buk, tapi ibuk jangan kaget yah, kalo aku akan melapor kan kalian semua kepada pihak yang berwajib, terutama kamu mas, kalo kamu menikah sebelum menceraikan aku" ucap ku tersenyum sinis


"jangan dek, kamu tega ngelakuin ini sama mas?


"iya rat, riki itu suami kamu, dan ibuk ini mertua kamu, kamu tega mau laporin kami"ucap ibuk lemah

__ADS_1


"ibuk juga tega,merusak rumah tangga ku, dengan menghadir kan perempuan lain ke rumah ini,ibuk juga tega menghasut anak ibuk sendiri untuk berbuat zholim pada istri nya, jadi lebih tega siapa buk? dan kamu mas! kamu aja tega duain aku,jadi jangan salah kan aku dong buk mas, kalo aku juga bisa tega pada kalian"


"tapi dek"


"nggak ada tapi tapian mas, keputusan aku sudah bulat, jadi sekarang tinggal kamu aja yang berfikir, aku ke kamar dulu"ucap ratna


"dasar, perempuan mandul, sombong lagi"teriak rani


"aku yang mendengar ucapan rani seketika darah ku mendidih dan aku langsung berbalik"


plak!


plak!


"rani meringis kesakitan akibat tamparan kuat yang ku berikan"


"kamu" rani hendak membalas tamparan ku"


"tapi aku berhasil,memegang tangan nya,ini peringatan terahir untuk mu, sekali lagi aku dengar kamu menghina aku,ku pastikan rahasia mu dengan suami mbak desi aku tersebar"bisik ku


"aku tersenyum melihat rani yang pucat, mungkin dia berfikir darimana aku tau rahasia nya"


"kamu kenapa ran? kok wajah kamu pucat gitu emang ratna bisikin apa sama kamu? tanyak riki yang heran melihat rani tiba tiba pucat setelah ratna membisik kan sesuatu


"iya mas, tante, aku baik baik aja kok, cuman kaget aja tadi pas mbak ratna tiba tiba nampar aku"ucap rani dengan suara bergetar


"buk,gimana ini? ratna nggak kasih ijin buat aku menikah lagi"


"iya tante,aku takut kehamilan ku makin tanda apa kata orang orang nanti, aku kan malu tante"sahut rani


"kalian biasa diam nggak? ibuk juga lagi berfikir ini, rik kenapa kamu nggak cerain ratna aja biar kalian bisa cepat nikah?


"buk! tapi biaya nya dari mana? ibuk tau sendiri kan, semua gaji ku cuman cukup buat makan dan bayar cicilan aja, apa lagi aku sendiri yang menanggung nya"ucap riki frustasi


"ran,emang kamu nggak ada simpanan gitu? kalo ada pake itu dulu nanti mas ganti"


"nggak ada mas, kamu tau sendiri kan kalo aku nggak kerja, dari mana mungkin aku punya simpanan"ucap rani


"terus, sekarang kita harus gimana dong? mau pinjam sama teman nggak ada lagi, buk gimana kalo kita gadekan sertifikat rumah ibuk aja? ucap riki berbinar ketika mendapat ide

__ADS_1


"tapi rik,rumah itu peninggalan ayah kamu, jadi nggak mungkin ibuk menggadaikan nya"sahut ibuk tak setuju ucapan anak nya


"buk, itu hanya sebagai jaminan aja buk, aku janji bakalan menebus nya lagi, apa ibuk nggak kasihan sama calon cucu ibuk lahir tampa ayah, ayo lah buk"bujuk riki


"baik lah rik, tapi kamu harus janji bakalan menebus nya kembali, ibuk nggak mau kehilangan rumah itu,karna banyak kenangan bersama ayah mu ketika beliau masi hidup"ucap ibuk menuruti anak nya


"iya buk riki janji"ucap riki senang ahir nya jadi nikah juga fikir nya


"yaudah sekarang kita kerumah ibuk yuk,biar urusan kita cepat selesai"sahut ibuk


"mereka bertiga pun bergegas menuju rumah ibuk, untuk mengambil sertifikat rumah tersebut"


"mas, mas, segitu pengen nya kamu menikah lagi,sampe sampe mau gadein rumah segala"batin ratna tertawa


"ibuk, riki,rani yuk kita masuk"ucap desi setelah membuka pintu


"duduk dulu ran"ujar desi


"iya mbak, makasih"rani dan geri saling curi curi pandang ada rasa kerinduan diantara mereka berdua


"gimana buk? apa ratna setuju sama pernikahan riki sama rani? tanyak desi


"nggak mbak,dia minta di ceraikan dulu"sahut riki


"ya bagus dong! tinggal menceraikan aja kan gampang"ujar desi


"gampang otak mu"ucap ibuk ketus


"ya kan emang gampang buk, tinggal jatuhi talak udah beres"sahut desi enteng


"tapi masalah nya, ratna ingin di ceraikan pake surat cerai,kalo sampe riki dan rani diam diam diam sebelum mereka cerai, ratna bakalan lapor kepolisi"omel ibuk


"terus sekarang gimana buk?


"karna kendala biaya, jadi ibuk udah sepakat akan menggadaikan sertifikat rumah ini"sahut ibuk


"tapi buk,kalo nanti kita nggak sanggup bayar uang cicilan nya gimana? ibuk mau jadi gembel"ujar desi


"mbak nggak usah khawatir,aku kan masih berkerja mbak,jadi kalo soal cicilan rumah masih aman lah, lagi pula kan ada bang geri yang akan bantu bayar cicilan nya"

__ADS_1


"geri kaget ketika nama nya disebut riki"


"iya nanti, abang usahain bantu kamu bayar cicilan rumah ini"ucap geri gugup gimana mau bantu dia aku aja nggak batin geri


__ADS_2