Hate His Touch

Hate His Touch
Mimpi Buruk


__ADS_3

"Aku ingin memakainya," ucap pria itu melepaskan juniornya dari Clara.


Clara tersenyum untuk menyetujui niat kekasinya itu. Pria itu berjalan keluar bersama Clara. Ana yang melihat mereka mendekat langsung mundur.


"Bekap dia, Derek, bawa dia ke kamarku,"


ucap Clara kepada kekasihnya.


Ana menghindar dan berlari dengan kencang menghindari pria yang mau menangkapnya. Sampai Ana bertemu dengan 2 orang penjaga. Pria yang mengejarnya langsung bersembunyi saat melihat Ana meminta pertolongan para penjaga.


"Jangan biarkan siapa pun masuk ke kamarku," ucap Ana ketakutan.


"Iya nona, para penjaga sudah bersiap di depan kamar anda. Ada 4 orang penjaga yang berdiri di depan kamar anda. Setiap hari saya dan Ririn akan tidur di kamar anda," ucap ketua maid.


"Apa ******* itu tidak mengancam kalian?" tanya Ana khawatir.


"Tidak karna kami punya videonya memasukkan pria itu ke kediaman Evelyn" ucap ketua maid menenangkan Ana.


Ana hanya mengangguk sambil menatap boneka teddy bearnya. Dia hanya berharap daddy-nya cepat pulang. Mungkin itu lebih baik di banding harus menghadapi Clara yang mau menghancurkan dirinya.


***

__ADS_1


Mimpi buruk melanda Ana. Ana berteriak histeris ketakutan saat dia bangun. Ketua maid yang terkejut mendengar teriakan Ana langsung bangun dan menghampiri Ana yang sedang menangis.


"Daddy," lirih Ana.


Ketua maid memeluk Ana yang masih menangis sambil memanggil Lucas. Ketua maid merasa sedih melihat Ana yang semakin lemah. Dia kembali teringat seseorang yang pernah hadir di keluarga ini, namun dia ragu karna Albert orang yang di benci oleh Ana. Dia juga ragu kepada Albert yang terlihat


sangat aneh. Albert orang yang sulit di tebak. Sifatnya terlalu tertutup. Belum lagi obsesinya


yang membahayakan nonanya dulu. Ketua maid tahu Albert seorang pedofil di lihat dari sikapnya yang selalu mengejar nonanya yan1g dulu masih berumur 8 tahun dengan agresif, namun ketua maid yakin hanya orang itu yang bisa membantu nonanya.


"ada apa, Nona?"


Ketua maid membelai punggung Ana dengan lembut. Ana perlahan mulai tenang. Ketua maid pelan-pelan membantu Ana kembali berbaring. Ketua maid merengkuh Ana dalam pelukkannya tanpa menyentuh punggung Ana.


"Malam ini saja biarkan aku menyentuhmu. Aku tahu nona butuh ini," ucap ketua maid.


Ana mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada ketua maid. Ketua maid menyenandungkan lagu lembut untuk mengantar Ana ke mimpi indah. Dengan lembut ketua maid membelai lembut rambut


Ana. Ana hanya diam dan menikmati belaian yang sudah lama sekali tidak dia rasakan. Rasanya seperti ada kehangatan dihatinya yang hancur.


menatap Lucas dari jendela. Hatinya terasa lega saat melihat daddy- nya baik-baik saja dan sudah pulang ke rumah. Air mata menetes dari pelupuk matanya saat melihát daddy-nya tersenyum melihat Clara yang menghambur memeluk Lucas yang baru saja

__ADS_1


turun dari mobilnya. Dia ingat senyum itu yang dulu hanya diberikan kepada mommy dan dirinya, namun itu dulu sebelum mommy meninggal. Entah apa yang akan daddy- nya lakukan bila tahu apa yang Clara lakukah dengan pacarnya saat dia tidak ada. Entah apa daddy-nya akan melindunginya saat mengetahui pria simpanan kekasihnyahampir memperk*sa Ana. Perlahan Ana menjauh dari jendela. Dia meringkuk sedih di tempat tidurnya sambil mengenang


kebersamaan mereka sebelum mommy-nya meninggal.


Lucas sama sekali tidak datang ke kamar putrinya semenjak dia membentak putrinya. Dia nampak tidak perduli dengan putrinya, namun hati kecilnya sakit saat merngingat putrinya yang nampak terluka saat dia menyakitinya.


"Tuan besar," sapa ketua maid saat menemukan Lucas yang berada di ruang kerjanya sambil menatap foto Ana yang masih kecil bersama mendiang istrinya.


Dengan perlahan ketua maid menaruh teh di meja kerja Lucas.


"Terima kasih," ucap Lucas.


Ketua maid terdiam menatap Lucas yang nampak sedih.


"Tuan, nona terluka dan menolak untuk menerima pengobatan. Punggungnya perlu di tangani oleh dokter. Lukanya semakin parah dan kami khawatir dengan keadaan nona ucap ketua maid lirih.


Lucas tercekat mendengar putri satu-satunya terluka karna dirinya. Dia dengan tega membanting tubuh kecil anaknya dengah keras tanpa belas kasih. Dia tahu itu semua karna Clara memakai pakaian Mikaila. Dia tahu Clara yang salah karna Ana sudah memperingati Clara untuk tidak menginjakkan kaki dikamarnya. Tanpa ada yang tahu sebenarnya Lucas memendam kepedihan melihat putrinya terluka. Lucas


ingin memeluk putrinya dan meminta maaf, namun Clara benar. Ana tidak boleh lagi di manja. Dia harus berubah dan terbiasa dengan lingkungan sekitar. Ana sudah dewasa dan tidak mungkin selamanya dia berada dalam kamarnya.


"Rawat dia dan lakukan yang memang harus di lakukan. Paksa dia menerima pengobatan. Bukan waktunya lagi memanjakannya," ucap Lucas tegas.

__ADS_1


__ADS_2