Hate His Touch

Hate His Touch
Pedofil


__ADS_3

Ana nampak tidak nyaman dengan tatapan Albert. Dia melepas pelukkan daddy-nya dan pergi kekamarnya. Ana memeluk teddy bearnya dengan erat. Saat dia sedang menaruh teddynya, pintu kamarnya terbuka. Dia melihat Albert masuk. Albert menutup pintu kamar Ana. Ana menatap jendela yang menampilkan pemandangan taman yang dihiasi mawar merah.


"Anabella, apa yang sedang kau lihat?" ucap Albert.


Ana tidak mengalihkan tatapannya. Dia hanya diam tanpa niat untuk merespon Albert. Perlahan Albert mendekat dan mau menyentuh pundak Ana. Ana membalikkan tubuhnya saat Albert akan menyentuhnya. Ana menatap Albert tepat di manik matanya. Albert tersenyum melihat mata indah Ana


yang menatapnya. Tangannya terulur untuk menyentuh pipi Ana, namun Ana langsung mundur 2 langkah menjauh dari Albert.


"Ana tidak suka di sentuh?" tanya Albert menatap Ana yang masih diam menatapnya.


Perlahan Ana menganggukkan kepalanya. Albert masih menatap Ana dengan tatapan intensnya.


Tapi tadi Ana dipeluk daddy," ucap Albert memburu.

__ADS_1


Ana mengerutkan kening menatap Albert yang menatap Ana dengan intens. Ana terpojok di jendela. Albert meraih bahu Ana. Ana menggenggam dress putih yang dia gunakan dengan kuat. Albert membawa Ana ke sofa putih di kamar itu.


Albert mendudukkan Ana di sampingnya. Albert mengeluarkan kotak hitam yang tadi dihadiahkannya untuk Ana, namun Ana menjatuhkannya di dekat daddy-nya.


"Aku ingin kau melihatnya. Aku rasa kau akan menyukainya," ucap AIbert masih menatap Ana dengan intens.


Ana meraih kotak itu dan membukanya. Kotak itu berisi kalung emas putih bertahtahkan berlian mahal. Liontinnya berbentuk mawar yang cantik. Ana membelai kalung indah itu.


Ana mengambil kalung itu dan memakainya sendiri. Saat Albert mengulurkan tangannya, Ana mundur untuk memperingati Albert. Albert masih tersenyum sambil menunggu Ana memakai kalungnya. Ana menyentuh liontin yang menggantung dilehernya. Albert menangkup pipi Ana dan mengecup kilat bibir Ana.


"Kau milikku," ucap Albert.


Ana menghempaskan tangan Albert dengan kasar. Albert masih tersenyum kepada Ana. Perlahan dia berjalan keluar dari kamar Ana. Ana menatap pintu yang tertutup dengah tatapan kosong.

__ADS_1


Albert sering mengunjungi Ana di kediaman Evelyn. Dia benar - benar terobsesi untuk memiliki Ana. Bahkan dia takkan bisa menahan dirinya untuk tidak melihat Ana hanya sehari. Dia begitu mendambakan sosok gadis kecil yang merubahnya menjadi sosok pedofil. Ana masih berusaha menghindar dari Albert yang berusaha mendekati Ana.


"Hai, Princess, sedang apa?" ucap Albert manis.


Ana tidak memperdulikan Albert yang berada disampingnya. Tidak habis akal Albert mencolek pipi Ana dengan satu jarinya. Ana menoleh kearahnya dengan tatapan dingin. Albert hanya tersenyum melihat tatapan dingin Ana yang entah mengapa menghangatkan hatinya. Ana menarik kasar tangkai mawar yang berduri. Darah mulai mengalir dari telapak tangan ana. Albert yang melihat itu langsung meraih tangan Ana. Ana menepis kasar tangan Albert. Ana berlari masuk. Albert berusaha mengejar Ana. Albert menghentikan Ana dengan meraihnya dalam pelukkan. Ana memukul kepala Albert dengan


keras. Dia menjambak rambut Albert agar bisa melepaskan diri. Albert membawa Ana ke ruang keluarga dengan posisinya yang masih memeluk Ana. Ana mengigit bahu Albert agar dia melepaskan Ana. Albert sama sekali tidak mengendurkan sedikitpun tenaganya. Ana berusaha menendang-nendang Albert, namuh tetap gagal.


"Allbert ada apa?" tanya mommy Ana yang menatap mereka.


"Mommy," lirih Ana.


itu Albert yang mendengar itu langsung merenggangkan pelukkannya dan menatap Ana. Dia benar-benar merasa jantungnya semakin berdetak

__ADS_1


__ADS_2