
"Ayo potong kuenya," ucap daddy-nya.
Dengan bantuan daddy-nya, Ana mulai memotong kue itu dan memberikan ke mommy dan daddy-nya. Daddy-nya membantu Ana membuka kado yang diberikan daddy-nya. Ana berusaha keras agar tidak merusak bungkus kado berhiasan mawar itu. Dia menatap boneka teddy bear berwarna putih yang memiliki bulu yang lembut. Boneka itu berukuran lebih besar dai tubuhnya.
"Kau suka?" tanya daddy-nya.
Ana mengecup pipi daddy-nya dengan lembut "Terimakasih," ucapnya.
Daddy-nya memeluk Ana dengan erat dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Mommy- nya hanya tersenyum melihat mereka.
"Maaf, Tuan, Nyonya, Nona. Ada tamu, beliau ingin bertemu dengan anda tuan besar," ucap kepala maid yang tiba-tiba muncul.
"Siapa?" tanya Lucas.
"Tuan Albert Alexander Francisco," ucap kepala maid.
"Persilahkan dia masuk," ucap LucasS.
__ADS_1
Ketua maid langsung menghampiri tamu yang datang ke rumah ini. Seorang pria muda datang mengikuti ketua maid. Lucas menurunkan Ana dan segera berdiri dengan di ikuti Mikaila. Ana bersembunyi di balik tubuh daddy-nya sambil memeluk bonekanya
yang besar.
Lucas menjabat tangan Albert sambil tersenyum ramah. Albert nmembalas jabatan tangan lucas tanpa tersenyum.
"Ana kenalkan.. ini kakak Albert. Dia sahabat daddy dan mommy. Mulai sekarang panggil dia kakak ya, karna umurnya masih 18 tahun dan kebetulan hari ini juga ulang tahun kak Albert. Ayo beri salam kepada kak Albert," ucap daddy yang membelai lembut rambut Ana.
Ana hanya mengintip dari balik tubuh ayahnya. Albert menatap Ana kecil yang nampak kesulitan memeluk teddy bear yang lebih besar dari tubuhnya. Ada hal yang aneh saat Albert menatap mata anak itu. Walau dia hanya bisa melihat setengah wajah Ana,
namun itu mampu membuat jantungnya berdetak dengan keras.
Dia terpaku menatap Ana yang hanya menatapnya kosong. Ana kembali bersembunyi di balik tubuh daddy-nya saat Albert mengatakan dirinya cantik. Daddy dan mommy-nya tertawa melihat tingkah mereka berdua. Daddy-nya meraih Ana dalam
gendongannya. Ana memegang tangan teddynya, karna dia tidak mampu lagi memeluk teddy-nya dalam gendongan sang daddy. Ana menenggelamkan wajahnya di leher daddy-nya.
"Ayo beri salam dulu kepada Kak Albert," ucap daddy-nya dengan lembut.
__ADS_1
Ana perlahan mengangkat wajahnya dah menoleh kembali ke arah Albert. Saat itu juga Albert tersenyum saat Ana menoleh.
"Selamat ulang tahun, Princess," ucap Albert lembut.
Albert menyodorkan sebuah kotak hitam persegi ke arah Ana. Atas perintah mommy- nya, Ana mengambil kotak itu. Tangan kecilnya sempat bersentuhan dengan tangan Albert dan itu membuat Albert merasa sengatan kecil yang membangkitkan
gairahnya. Ana hanya mengangguk sebagai tanda terima kasihnya kepada Albert. Dia kembali memeluk daddy-nya sambil memegang kadonya. Ana sendiri sebenarnya merasa kurang nyaman dengan kehadiran
Albert. Dia tidak suka ada orang asing yang mengunjungi rumahny.
Albert terus menatap Ana yang meringkuk dalam pelukkan daddy-nya. Lucas nampak senang melihat Albert yang tertarik kepada anaknya. Dia dan istrinya memang berencana menjodohkan Albert dengan putri kesayangannya. Mereka yakin Albert akan membahagiakan putri tunggalnya. Albert
orang yang sangat baik di mata Lucas dan istrinya. Dia yang menolong Lucas dari perampok yang hampir menewaskah nyawanya. Albert juga membantu
perusahaannya saat dalam keadaan krisis. Albert membantunya dengan tulus. Selama ini Albert tidak pernah meminta apapun sebagai balasan kebaikannya.
Albert orang yang pendiam dan dingin, namun Lucas dan Mikaila merasa sikap Albert hanya untuk menutupi kesedihannya yang harus kehilangan keluarganya di usia semuda ini. Albert pemuda yang sangat cerdasDiusianya yang baru 18 tahun dia sudah di beri beban tanggung jawab sebagai penerus
__ADS_1
perusahaan ayahnya. Albert kebetulan saat ini baru saja mendapatkan gelarnya sebagai sarjana terbaik di universitas paling bergengsi di dunia. Jangan tanya mengapa di usia semuda itu dia sudah lulus kuliah. Kecerdasah yang melebihi anak-anak sebayanya yang
membuatnya lebih cepat mendapatkan gelar sarjana cumlaude.