
keras saat mendengar suara merdu Ana. Albert membawa Ana ke sofa dan memangkunya.
Tante bawakan aku obat untuk tangan Ana," ucap Albert tanpa mengalihkan pandangannya.
Ana merentangkan tangannya kepada mommy-nya. Dia berusaha meraih mommy- nya agar terbebas dari Albert, namun mommy-nya hanya diam menatap kecewa ke arah tangan Ana yang berdarah.
"Tanganmu berdarah!" ucap mommy yang langsung meninggalkan mereka berdua.
Albert meraih tangan Ana. Mikaila munculdengan kotak obat dan mangkuk besar berisi air. Luka di telapak tangan Ana sangat banyak. Ini karna Ana menarik banyak tangkai mawar.
"Kau melanggar janjimu Ana. Mom marah kepadamu," ucap Mikaila kepada putrinya yang masih mengulurkan tangannya.
"Albert tolong obati Ana. Lalu tolong antar dia kekamar nya," ucap Mikaila tanpa memperdulikan Ana yang memanggilnya dengan lirih.
__ADS_1
Albert meraih tangan Ana dan memasukkah tangannya perlahan ke dalam air. Albert menahan tangan Ana yang berusaha melepaskan diri dari genggaman tangannya. Dengan lembut Albert mencabut duri yang menancap di telapak tangan Ana.
"Sebentar lagi selesai," ucap Albert.
Albert mengecup tangan Ana yang sudah terbalut perban. Albert tersenyum menatap Ana yang nampak melihatnya dengan tajam.
"Ayo aku antar ke kamar," ucapnya lembut. Ana menarik tangannya kasar dan berlari menuju kamarnya dan mengunci kamarnya. Ana memeluk teddy bear-nya dan menyembunyikan dirinya di balik selimut. Dia benci di sentuh oleh orang asing. Dia benci Albert menyentuhnya.
Ana menggeliat di tempat tidurnya saat merasakan sentuhan yang mengganggu tidurnya. Ana membuka matanya perlahah dan menatap Albert yang tersenyum. Ana bangkit dari tempatnya dan berlari keluar kamar menuju kamar kedua orang tuanya.
"Princess, kau sedang apa? Ayo cepat mandi karna orang tuamu sudah menunggu kita di bawah untuk sarapan," ucap Albert dengan tenang yang berdiri di belakang Ana.
Ana menatap tajam ke arah Albert. Tanpa bicara, Ana memilih pergi meninggalkan Albert dengan senyum menakutkannya.
__ADS_1
Ana yang baru turun dari kamarnya langsung mengambil posisi duduk di sebelah mommy- nya karna dia tidak mau duduk di tempat biasa yang dia tempati di sebelah daddy-nya. Itu semua karna Albert yang duduk di sebelah kursi yang biasa di tempati Ana. Daddy dah mommy-nya menatap Ana yang menatap susu yang diletakkan di depannya.
"Ana, hari ini Kak Albert akan mengajakmu jalan-jalan. Mommy yakin kau pasti senang" ucap mommy-nya mengalihan tatapan Ana yang hanya dia menatap susunya.
Ana menggeleng kuat untuk menjawab ucapan mommy. Mommy dan daddy-nya saling menatap saat melihat respon Ana. Albert masih tenang menatap Ana.
"Princess, Kak Albert akan membelikanmu banyak mainan. Benarkan kak Albert?" ucap mommy membujuk Ana.
"Iya, apa pun untuk princess. Kita juga bisa ke taman bermain. Aku yakin kamu suka," ucap Albert lembut.
Ana masih menggeleng kepala sambil memakan makanannya. Dia nampak tidak perduli dengan sekelilingnya. Ketua maid tidak heran melihat sikap Ana yang terkesan dingin dan tidak sopan. Dia tahu kalau Ana tidak bermaksud melakukan ini. Ini memang sikapnya saat tidak menyukai orang.
"Ana sayang, kamu mau ya pergi dengan Kak Albert. Daddy yakin pasti kamu sangat senang nanti," ucap daddy.
__ADS_1
Ana menaruh sendok dengan kasar di meja Semua terdiam saat melihat hal itu. Dengah santai Ana meminum susunya dan kembali melanjutkan makannya. Ana bisa mendengar suara desahan frustasí daddy-nya.