
Boy memasuki apartemennya masih dengan wajahnya yang lesu .
"Bianca masih marah padaku , apa yang harus aku lalukan???" tanyanya sendiri
Tiba-tiba ponsel Boy berbunyi membunyarkan lamunannya , dengan deretan angka yang ia tak kenal tertera di ponselnya .
"Halo" jawab Boy
"Hai Bro apa kabar??".
"Deni??". Tanya Boy setengah tak percaya mendengar suara sahabatnya yang menghilang selama beberapa tahun .
"Iya ini gue".
"Astaga Den , gue gak nyangka akhirnya gue bisa ngedengar suara lo juga". Ucap Boy yang masih tidak percaya .
"Hehe ketemuan yuk Boy". Ajak Deni
" oke oke dimana???".
"Gimana kalo ditempat lo aja , skalian pengen tau lo tinggal dimana!!!." saran Deni
"Oke , gue share location ke elo dulu".
"Siip , see you soon". Kata Deni lalu menutup telponnya .
Ting tong suara bel apartemen Boy berbunyi .
"Apa kabar bro???." tanya Deni sambil melangkah masuk keapartemen Boy .
__ADS_1
"Baik bro , silahkan duduk". Ucap Boy
"Lo gimana???". Lanjut Boy
"Yah gue gitu-gitu aja , lo tambah ganteng aja . kangen gue!". Ucap Deno sambil tertawa .
"Jangan ngomong gitu , gue geli dengernya!!!". Boy merasa merinding , yang diikuti oleh tawa Deni .
"Lo tinggal dimana skarang??." tanya Boy
"Gue tinggal disingapore , gue punya bisnis sendiri disana.!"
"Jadi lo udah pengen balik menetap dijakarta??". Tanya Boy
"Gak , gue cuman punya beberapa urusan aja . begitu urusan gue selesai gue bakal balik kesingapore."
"Ehh lo kemarin habis dari kantornya Bianca kan??." tanya Deni
"Iya" sambil menunduk "gue psikiaternya Bianca". Sambungnya .
"Masa , tapi yang gue liat bukan cuman itu deh!!." sambil menatap Boy
"Bro ...gue mau cerita sesuatu."!! Kata Boy dengan wajah lesu .
"Tentang lo ma Bianca??."
"Loh kok lo bisa tau???".
"Yah gue nebak aja!!!".
__ADS_1
"Iya , tapi lo gak bakalan marahkan ma gue??."
"Lo cerita dulu , baru gue bisa mutusin gue bakalan marah ama lo ato nggak.!!"
Boy pun akhirnya memberanikan diri menceritakan perihal dia yang mencium Bianca tanpa izin , sehingga membuat Bianca marah padanya . mendengar cerita Boy Deni pun mengerti apa yang membuat sahabatnya menjadi galau dan adik sepupunya merasa gelisah dan kesal .
"Sikap dingin dan kasar Bianca ama lo itu bukan karna dia gak suka ama lo , tapi itu hanya modus pertahanan dirinya terhadap memori yang menyakitkan." jelas Deni
"Seharusnyakan lo udah tau itu kan tentang fobia Bianca , lo kan psikiaternya.!!"
"Ya gue emank tau , tapi gue emank bodoh . bisa-bisanya gue lupa ama fobianya dia."
"Boy Kalo lo gak serius ma Bianca sebaiknya lo gak ganggu dia lagi , sorry gue ngomong kayak gini ama lo tapi kalo lo gak serius itu bisa aja makin buat dia terluka". Ucap Deni dengan serius sambil menatap Boy yang terus tertunduk .
"Apalagi penampilan lo itu dan juga rumor yang beredar tentang lo , pasti bikin Bianca salah paham."
"Emank penampilan gue kayak gimana.??? Dan rumor apa???" tanya Boy sedikit penasaran.
"Penampilan lo terlihat seperti orang yang sombong dan rumor yang beredar kalo lo itu playboy , seperti gue dulu playboy sombong." sambil tertawa yang diikuti senyuman Boy.
"Trus gue harus gimana???". Tanya Boy
"Kalo emank serius lo berusaha , tapi kalo gak serius mending lo mundur secara teratur!!!". Jawab Deni .
"Tapi gue serius ma Bianca". Jawab Boy Tegas .
SELAMAT MEMBACA !!!!!!!
TERIMA KASIH!!!
__ADS_1