
Drrrrt drrrt ponsel Bianca bergetar tanda satu pesan masuk.
"Aku ingin bertemu denganmu"
-Boy Mesum-
lama menunggu balasan dari pesannya membuat Boy merasa gelisah.
"please, aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu. "
-Boy Mesum-
"dimana?"
-Bianca Anderson-
mata Boy langsung berbinar mendapat balasan dari pujaan hatinya.
"dicafe shop dekat kantormu saja"
-Boy Mesum-
"oke"
-Bianca Anderson-
Boy lebih dulu sampai, ia menunggu Bianca dengan senyam-senyum sendiri.
Boy yang sedang melamun tak sadar dengan kehadiran Bianca.
__ADS_1
"apa yang ingin kau bicarakan???". Tanya Bianca sambil menarik kursi dan duduk dihadapan Boy
"eehh Bianca maaf aku tak perhatikan kau datang".
"jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku???". tanya Bianca sambil melipat kedua tangannya didada.
"maaf dan juga aku menyukaimu". tegas Boy
Bianca terkejut dengan pengakuan Boy itu.
"jujur, saat kau menciumku waktu itu aku juga merasakan sesuatu padamu. Tapi hanya pada saat itu saja". ucap Bianca serius
"telpon aku 3 kali, jika kau ingin mendalami perasaan itu padaku. aku akan menunggumu namun jika kau tak ingin kau tak perlu melakukan apa-apa seperti sekarang". ucap Boy sambil tersenyum
'aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, bagaimanapun caranya' batin Boy
"aku masih banyak kerjaan, aku pergi". ucap Bianca meninggalkan Boy yang masih menatapnya.
---------------
Setelah kembali kekantor Bianca tak berkonsentrasi dengan pekerjaannya, ucapan Boy terus terngiang dikepala Bianca.
"come on Bianca lupakan cowok itu dan kata-katanya, fokuslah otak fokus" Bianca mendengus kesal.
Rina yang sejak tadi melihat tingkah Bianca yang tak fokus lantas berkata.
"apa kau menyukainya??". tanya Rina
"apa???". Kaget Bianca
__ADS_1
"apa kau menyukainya??? jika kau menyukainya mengapa kau harus menghindarinya??? kau katakan saja!!!".
"aku memang menyukainya, tapi aku tak ingin menyiksanya dengan gangguanku". jawab Bianca sambil menangis
"Lalu apa kau ingin seperti ini terus??? kenapa harus menyiksa diri dengan membuat orang yang kau sukai membencimu, bukan gangguan mu yang jadi masalah melainkan ego mu. Penyakit seseorang pasti bisa sembuh jika orang itu mau mengobatinya dan yakin akan sembuh". nasehat Rina.
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang??". Tanya Bianca
"Temuai dia katakan bahwa juga menyukainya , dia seorang spikiater . dia pasti mengerti dia juga pasti bisa menyembuhkanmu , yakinlah akan perasaanmu padanya dan perasaannya padamu!!." sambil memeluk Bianca mencoba menenangkannya .
Bianca memegang ponselnya ia masih ragu untuk menelpon Boy atau tidak .
'"Astaga blum cukup sehari aku menolaknya , tapi sekarang aku yang ingin nyatakan cinta padanya!!! Dia pasti akan menertawakanku!!". Ucap Bianca Frustasi .
Ponsel Bianca berdering , tanpa memperhatikan nama si penelpon Bianca menjawab
"Halo Boy".
"Boy??? Ini aku Deni!!".
"Ohh kak Deni , ada apa kak???".
"Sepertinya kau sangat berharap untuk ditelpon Boy!! Apa kau dan Boy..".
"Gak kok , kami gak pacaran."
"Hahaha kena deh kamu , emank tadi aku ada bilang gitu kalo kamu dan Boy pacaran???." tawa Deni meledek Bianca .
SELAMAT MEMBACA!!!
__ADS_1