
Setelah berfikir semalaman akhirnya Bianca memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Boy .
"hmmm kurasa aku tak usah menelponnya , lebih baik aku langsung ke rumah sakit menemuinya sekalian mengajaknya makan siang , kira-kira bagaimana yah reaksinya???". sambil tersenyum bahagia .
Bianca pun menancap gas mobilnya menuju rumah sakit milik keluarga Boy .
----------
"Surprice". kata seorang wanita yang langsung masuk keruangan Boy .
"Belinda???".
Yah Belinda Erlangga adik satu-satunya Boy .
"hy kak".
"kapan kamu pulang???". tanya Boy
"kemaren , kakak sih gak pulang-pulang makanya aku kesini!!!".
"ohh iya , aku sibuk".
"sibuk apa sibuk???". ucap Belinda menggoda Boy
Boy hanya terdiam mendengar candaan Belinda
"kakak gak mau peluk aku??".
"sini". sambil membuka lebar kedua tangannya .
Belinda pun mendekat lalu memeluk erat kakaknya , disaat bersamaan Bianca masuk keruangan Boy tanpa mengetuk pintu . Bianca terkejut melihat Boy yang sedang memeluk seorang wanita , Boy dan Belinda juga terkejut lalu melepas pelukan mereka .
"maaf aku gak maksud mengganggu". ucap Bianca ingin menutup pintu .
'baru aja kemarin nyatain cinta ma aku!!! ehhh sekarang malah meluk cewek kain dasar playboy' batin Bianca kesal .
"Tunggu Bian ini gak seperti yang kamu kira!!". sambil memegang tangan Bianca .
"hai nama ku Belinda Erlangga adiknya kak Boy!". Belinda sengaja memperkenalkan dirinya agar Bianca tak lagi berfikir aneh-aneh .
__ADS_1
"kau adiknya Boy??". tanya Bianca
"iya aku Belinda adiknya kak Boy , ohh jadi ini yah kak calon kakak ipar yang pernah ceritain???". Belinda berbohong , Belinda bisa menebak situasi Boy saat mencegah Bianca keluar dari ruangan tersebut .
'kurasa kali ini kak Boy benar-benar jatuh cinta pada wanita ini' batin Belinda
"dia cerita tentang aku??". tanya Bianca pada Belinda .
"iya , kak Boy itu cerita tentang kakak ipar . iyakan kak??". tanyanya pada Boy sambil Belinda mengedipkan satu matanya , Boy yang mengerti akan kode yang Belinda berikan mengangguk-anggukkan kepalanya dan Bianca pun tersenyum .
'ya ampun hampir aja aku salah paham padanya' batin Bianca
"kalian lanjut deh ngobrolnya aku pengen jalan-jalan dulu kangen dengan jakarta bye kak Boy bye kakak ipar". ucap Belinda sambil melangkahkan kakinya keluar , wajah Bianca memerah saat dipanggil kakak ipar oleh Belinda .
"hmmm kamu ngapain kesini??". tanya Boy
"aku pengen ngajak kamu makan siang dan juga mau...mau...!!". ucap Bianca gugup .
"mau apa??". tanya Boy penasaran
"aku mau bilang iya!!!".
"ituloh jawaban pernyataan kamu yang kemarin!!". ucap Bianca mulai sedikit kesal .
'ya ampun di imut sekali ingin rasanya aku menggigitnya' . batin Boy tertawa kecil .
"penyataan??? emank aku nyataain apa???".
"iiihhh nyebelin banget sih!!! ya udak kalo gak ingat , aku pergi". ucap Bianca yang tidak bisa menahan kekesalannya , Bianca yang berdiri dan hendak pergi lantas ditarik kembali oleh Boy kemudian ia langsung mencium bibir Bianca yang sudah sejak tadi menahan diri .
"kau tau wajahmu sangat lucu tadi hihihi".tawa Boy sambil memegang pipi Bianca yang memerah .
Namun Bianca yang masih baru dengan sentuhan-sentuhan dan juga akibat fobianya membuat Bianca berkeringat yang hampir membasahi seluruh tubuhnya .
"kau baik-baik saja???". kata Boy dengan wajah khawatir .
"iya aku tak apa!!".
"kau yakin??". masih dengan wajah yang khawatir
__ADS_1
"aku yakin". ucap Bianca dengan tersenyum .
"duduklah aku akan mengambilkanmu secangkir teh!".
"ini minumlah agar perasaan nu membaik". ucap Boy sambil memberikan secangkir teh .
"makasih".
"apa kau tidak akan merasa aneh punya pacar yang memiliki gangguan kecemasan seperti ku bukan???". tanya Bianca
"tidak sama sekali". jawab Boy tegas
"baguslah dan thank you". ucap Bianca lega
"ngomong-ngomong tadi kau bilang pacar???".
"hmmm bukannya kita sudah sepakat untuk berpacaran??".tanya Bianca
Boy tak menjawab pertanyaan Bianca , ia mendekatkan wajahnya pada Bianca ingin menciumnya namun naas Boy lupa ia masih memegang cangkir yang berisi teh , iya tak sengaja menunpahkan teh diatas celananya .
"astaga". kaget Bianca .
"maaf aku tak sengaja , apa terkena kakimu???". ucap Boy
"tidak aku tak terkena , tapi celana mu basah". sambil memberikan tissu pada Boy .
"tidak akan kering jika seperi ini , buka celanamu!!". ucap Bianca , Boy sedikit terkejut kemudian berkata
"bukankah ini terlalu cepat???". goda Boy
"apanya yang terlalu cepat??". tanya Bianca bingung
"bukankah kau tadi menyuruhku melepas celanaku???? kurasa ini terlalu cepat lagipula tidak mungkinkan kita melakukannya dirumah sakit". goda Boy sambil mengedipkan matanya dengan genit .
"yaaaaaa apa maksudmu melakukannya??? aku hanya menyuruh mu melepas celanamu untuk ku keringkan kenapa kau malah berfikir yang aneh-aneh!!!". ucap Bianca gelagapan yang disambut gelak tawa oleh Boy .
SELAMAT MEMBACA!!!
TOLONG DILIKE DAN DI VOTE YAH , MAKASIH!!!
__ADS_1