Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 16#


__ADS_3

Seminggu , Boy dan Bianca hanya diberikan waktu satu Minggu untuk mempersiapkan pernikahan mereka .


Kriiing...Kriiing..Kriiing....


"halo ma". jawab Bianca


"sayang kita jadikan fitting gaun pengantinnya???". tanya mama Jessika .


"iya ma jadi kok , ini aku udah pengen keluar kantor!!". jawab Bianca.


"yahhh udah sayang , mama tunggu di butik yah!!! kamu gak usah buru-buru hati-hati bawa mobilnya". nasehat mama Jessika .


"iya ma". ucap Bianca patuh .


Setelah beberapa saat sampailah Bianca disebuah butik yang berada dipusat kota .


"maaf ma aku telat , tadi macet banget". ucap Bianca merasa bersalah


"tidak apa-apa kok sayang , mama juga baru nyampe kok". jawab mama Jessika dengan lembut .


Bianca mencoba gaun pengantinnya , gaun putih menjuntai panjang tersebar diatas lantai dengan aksen manik-manik berwarna sampanye melekat indah pada tubuh Bianca .


"sayang kamu cantik banget!!!". mama Jessika terpesona

__ADS_1


"nona Bianca memang sudah sangat cantik , gaun ini hanya pemanis saja". puji sang pemilik butik .


Boy yang baru saja tiba dibutik seketika terperangah , ia terpesona akan kecantikan Bianca yang dipadukan dengan gaun pengantin yang indah .


"waahhh cantiknya". ucap Boy tanpa sadar membuat mulutnya menganga .


Mama Jessika dan pemilik butik tertawa melihat Boy yang terperangah .


"iya mama tau Bianca cantik , tapi mulutnya gak usah kayak gini juga kali". ucap mama Jessika sambil merapatkan mulut Boy .


"hehehe". Boy hanya cengengesan malu .


Setelah Fitting gaun pengantin dan makan siang , mereka pun pulang . Meski Boy dan Bianca masih ingin berduaan namun mama Jessika mencegah mereka .


"gak boleh , kalian gak boleh bersama sekarang dan kalian gak boleh ketemu dulu selama beberapa hari". kata mama Jessika .


"gak boleh Boy , kalian bisa bertemu saat upacara pernikahan kalian dan tidak ada tapi-tapian . Lagiankan cuma tinggal beberapa hari lagi , kalian akan bersama dan gak akan ada yang bisa misahin kalian berdua.". tegas mama Jessika .


"udahlah Boy , nurut aja kenapa sih". bujuk Bianca sambil memegang tangan Boy .


"yah udah deh". Boy mengalah .


"huuuu tadi aja mama yang ngomong ditentang mulu , giliran Bianca yang ngomong baru aja sekali ehhh malah diturutin". mama Jessika menggoda Boy .

__ADS_1


Boy hanya tersenyum lalu memeluk Bianca dan mencium pipinya .


"eehhh jangan cium-cium dulu". mama Jessika memisahkan Boy dari Bianca .


"kan gak bisa ketemu selama beberapa hari ma , masa gak bisa cium dikit sih hehehe". Boy tertawa lalu masuk kedalam mobil .


Merekapun pamit sambil melambaikan tangan .


Diperjalanan Boy dan Mamanya saling berbincang .


"tau gak waktu kamu bawa Bianca kerumah terus bilang kamu mau nikah sama Bianca , mama kaget minta ampun mama juga senang banget . Mama benar-benar gak nyangka kamu bakalan nikah". mama Jessika menarik nafas "mama kira kamu bakalan terus menemui gadis-gadis yang tidak jelas seperti biasanya". ucap mama Jessika bersemangat .


"emank mama sesenang itu??" .tanya Boy .


"tentu saja , rasa senang mama lebih dari mendapat sebuah lotre". ucapan mama Jessika membuat Boy tertawa .


"setelah nikah gak usah nunda-nunda momongan yah , soalnya mama pengen cepat-cepat punya cucu dari kamu".


"duuuhh mama , nikah aja belom malah udah nyuruh cepat-cepat punya anak . kenapa gak skalian aja ma nyuruh aku ma Bianca nya bikin anaknya sekarang supaya bisa cepet dapat cucunya!!!". ucap Boy sambil tertawa .


"iihhh dasar genit , itu sih maunya kamu . mama kan bilangnya


setelah nikah bukan sebelum nikah". mama Jessika mencubit lengan Boy gemas , yang disambut gelak tawa yang makin keras dari Boy .

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!!


__ADS_2