
Esok harinya saat Bianca terbangun ia merasa tak enak di bagian perutnya .
"kok perut aku gak enak yah". gumam Bianca
Boy yang sedang bersiap-siap memperhatikan Bianca dari cermin .
"sayang kamu kenapa??".
"perut aku rasanya kok gak enak yah??".
"kita ke rumah sakit yuk". cemas Boy
"gak usah deh , mungkin hanya bawaan hamil aja".
"kamu yakin?? sebaiknya kita periksa aja dulu aku khawatir ma kamu dan baby kita".
"gak usah sayang!!! nanti kalau sampai sore perut aku masih gak enak aku akan ke rumah sakit kok".
"yahh udah , tapi kalau kamu mau ke rumah sakit jangan lupa telpon aku yah".
"iya suamiku sayang".
"yahh udah , kamu gak akan kekantor kan??".
"gak kok , aku di rumah aja".
"yah udah aku pergi dulu".
"tunggu dulu aku siapin sarapan buat kamu".
"gak usah , tadi aku udah sarapan!! aku juga udah buatin buat kamu".
"makasih sayang".
"kalau gitu aku pergi yah".
"iya , bye".
"bye".
Boy pun pergi dan Bianca mepanjutkan istirahatnya .
__ADS_1
Menjelang sore hari perut Bianca semakin sakit , saat ia menekan nomor Boy tiba-tiba...
"halo mas...perut aku.....".
Brukkk
Bianca jatuh pingsan .
"halo sayang...kok gak ada suara???halo halo...Bianca....".
Boy panik , dengan tergesa-gesa ia mengambil tas dan kunci mobilnya .
Ia melanjukan mobilnya dengan cepat .
"ku mohon jangan sampai terjadi apa-apa sama kamu sayang". ucap Boy dengan mata berkaca-kaca .
sampai di halaman tanpa pikir panjang ia memasuki rumahnya , ia mendapati Bianca yang sudah tergeletak tak sadarkan diri dengan di penuhi bercak darah di daerah selangkangannya .
Ia menggendong Bianca dan langsung membawanya ke rumah sakit .
Leon yang tau akan terjadinya hal ini sudah menunggu di rumah sakit yang terdekat di rumah Bianca dengan berpura-pura mengantar Lisa yang sedang sakit .
Leon melihat Boy khawatir menunggu di ruang IGD .
Leon menghampiri dan berpura-pura khawatir .
"Boy apa yang kau lakukan di sini???".
"Bianca hiks hiks...."
"apa yang terjadi pada Bianca???". Leon berpura-pura panik
"maaf keluarga pasien Nyonya Bianca". teriak seorang suster
"saya sus , saya suaminya".
"silahkan masuk , dokter sudah menunggu anda".
Boy dengan cepat melangkahkan kakinya masuk ke ruangan tersebut .
"Dok gimana keadaan istri saya??".
__ADS_1
"Nyonya Bianca baik-baik saja , tapi kami tak bisa menyelamatkan bayi di kandungannya".
Mendengar ucapan dokter wajah Boy berubah , ia sangat sedih .
"apa yang akan aku katakan pada Bianca???". gumam Boy sedih .
"kapan saya bisa melihat istri saya??".
"anda sudah bisa menjenguk istri anda setelah Nyonya Bianca di pindahkan di ruangn intensif".
"baik dok terima kasih".
Boy melangkah keluar dengan hati yang lirih , ia tak tau harus menghadapi Bianca dengan cara apa .
"Boy bagaimana??? apa yang dikatakan dokter??". tanya Leon
"Bianca keguguran".
"apa??". Lisa terkejut .
Lisa memandang Leon dengan penuh ke curigaan .
"aku permisi , aku ingin menemui Bianca dulu". ucap Boy Lirih
Setelah Boy pergi Lisa menarik tangan Leon menuju lorong rumah sakit yang lumayan sepi .
"itu obat pengugur kandungankan?? bukan penguat kandungan!!".
"iya".
"kamu gila yah??? kamu udah buat aku bunuh seorang bayi yang tak berdosa".
"terus??".
"haaa kamu udah gila tau gak!! kita udah menghilangkan sebuah nyawa dan kamu masih terlihat santai seperti itu??? karena obsesimu terhadap Bianca membuatmu kehilangan akal!!! aku udah gak mau bersandiwara sama kamu". Lisa sangat kesal dan sangat merasa bersalah pada Bianca karena sudah memberikan Bianca obat tersebut .
"ingat perjanjian kita!!! kau akan membayar sangat mahal jika kau melanggar kontrak tersebut".
"sial aku lupa kalau aku telah menandatangani sebuah kontrak dengannya". gumam Lisa Kesal .
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1
TOLONG LIKE AND KOMENTNYA , MAKASIH