
Boy semakin lincah memainkan jarinya yang kini sudah dua jari ia masukkan ke dalam milik Bianca .
"Heemmm aahhhh". Desahan Bianca semakin kuat , dan Boy semakin menegang .
Baru saja Boy ingin membaringkan tubuh Bianca ke atas ranjang suara bell rumah mereka berbunyi .
Ting tong... Ting tong...
"Hhheemmm ahhhh B-Boy ada yang me-mencet bel". Ucapan Bianca diiringi desahan karena Boy tak kunjung melepasnya meski sudah mendengar suara bell rumah yang terus berbunyi .
Betapa kesalnya Boy yang harus mengakhiri kegiatannyanya tersebut dengan Bianca .
Boy yang kesal meminta Bianca untuk membuka pintu , Bianca pun merapikan pakaiannya yang telah Boy acak-acak .
Sebelum membuka pintu Bianca sekali mengecek rambut dan bajunya agar tak terlihat berantakan .
Klik
"Hai kakak ipar". Sapa Belinda
"Haii Bel , masuk".
"Kakak gak sibukkan??".
"Emank kenapa??".
"Temenin Belinda yuk!". Pinta Belinda
__ADS_1
Boy yang akhirnya bisa menenangkan miliknya melangkah keluar dari kamar , dengan wajah yang teramat kesal ia memandang adiknya sambil menuruni tangga .
"Kak Boy kenapa sih mandang aku kayak gitu??". Tanya Belinda bingung yang dipandangi oleh Boy dengan raut wajah kesal .
"Kesal aja lo datang , gangguin aja!".
"Iihh gak boleh ngomong gitu donk". Bela Bianca
"Iya nih , akukan baru dateng kok udah dibilang ganggu".
"Emank ganggu". Boy masih kesal , namun Bianca hanya tersenyum .
"Kamu mau ngapain kesini??". Tanya Boy sambil duduk didekat Bianca .
"Aku mau ngajak kak Bian shopping , aku mau ke acara pesta pernikahan manta pacarku tapi gak tau mau pake apaan!". Jelas Belinda .
"Gak bisa Bianca nya sibuk".
"Yeeee boong banget sih kak!! Kak Bian maukan nemennin Belinda shopping???". Pinta Belinda sedikit memelas .
"Tapikan...".
"Gak ada tapi-tapian". Tegas Bianca , yang membuat Boy semakin kesal pada Belinda .
"Iya aku temenin kok Bel , emank acaranya kapan??".
"Yeeeeiiii makasih kakak iparku yang paling cantik dan paling baik , acaranya besok!".
__ADS_1
Ucap Belinda kegirangan .
"Ya udah kalau gitu aku mau mandi dulu , soalnya dari tadi mau mandi ada yang gangguin mulu". Bianca melirik Boy dan melangkah naik kekamar .
"Iiihhh kak Boy nakal". Ledek Belinda , yang hanya ditatap kesal oleh Boy . Membuat Belinda makin cengengesan .
Setelah Bianca bersiap-siap , ia dan Belinda pun menuju pusat perbelanjaan terbesar dipusat kota .
Mereka berkeliling dari toko ke toko yang lain , mereka seakan membeli hampir seisi toko .
Banyaknya yang mereka beli bahkan harus menyuruh sebuah kurir untuk diantar ke rumah Bianca dan ke apartemen Belinda .
"Kok aku ngerasa ada yang perhatiin aku yah dari tadi". Bianca merasa merinding sambil melihat kearah belakang .
"Perasaan kakak aja kali , gak ada siap-siapa kok dibelakang kita". Belinda mencoba menenangkan Bianca yang merasa tidak nyaman .
Benar ada seseorang yang memperhatikan Bianca , ia mengikuti Bianca sejak ia melihat Bianca masuk ke mall tersebut .
Sepasang matanya memandang lekat kearah Bianca dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya .
Ia cepat-cepat menyembunyikan dirinya setelah Bianca menyadari bahwa ia sedang diikuti .
"Aku merindukanmu Bianca , kau semakin cantik". Ucap pria tersebut pada diri sendiri .
Pria itu terus memandang Bianca hingga Bianca menghilang dari pandangannya .
"Kita akan segera bertemu , dan takkan ku lepas lagi!! Tunggu aku Bianca". ucap pria tersebut sambil memandang foto Bianca dilayar ponselnya .
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA !!!
TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!!