Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 20#


__ADS_3

Boy semakin lincah memainkan jarinya yang kini sudah dua jari ia masukkan ke dalam milik Bianca .


"Heemmm aahhhh". Desahan Bianca semakin kuat , dan Boy semakin menegang .


Baru saja Boy ingin membaringkan tubuh Bianca ke atas ranjang suara bell rumah mereka berbunyi .


Ting tong... Ting tong...


"Hhheemmm ahhhh B-Boy ada yang me-mencet bel". Ucapan Bianca diiringi desahan karena Boy tak kunjung melepasnya meski sudah mendengar suara bell rumah yang terus berbunyi .


Betapa kesalnya Boy yang harus mengakhiri kegiatannyanya tersebut dengan Bianca .


Boy yang kesal meminta Bianca untuk membuka pintu , Bianca pun merapikan pakaiannya yang telah Boy acak-acak .


Sebelum membuka pintu Bianca sekali mengecek rambut dan bajunya agar tak terlihat berantakan .


Klik


"Hai kakak ipar". Sapa Belinda


"Haii Bel , masuk".


"Kakak gak sibukkan??".


"Emank kenapa??".


"Temenin Belinda yuk!". Pinta Belinda

__ADS_1


Boy yang akhirnya bisa menenangkan miliknya melangkah keluar dari kamar , dengan wajah yang teramat kesal ia memandang adiknya sambil menuruni tangga .


"Kak Boy kenapa sih mandang aku kayak gitu??". Tanya Belinda bingung yang dipandangi oleh Boy dengan raut wajah kesal .


"Kesal aja lo datang , gangguin aja!".


"Iihh gak boleh ngomong gitu donk". Bela Bianca


"Iya nih , akukan baru dateng kok udah dibilang ganggu".


"Emank ganggu". Boy masih kesal , namun Bianca hanya tersenyum .


"Kamu mau ngapain kesini??". Tanya Boy sambil duduk didekat Bianca .


"Aku mau ngajak kak Bian shopping , aku mau ke acara pesta pernikahan manta pacarku tapi gak tau mau pake apaan!". Jelas Belinda .


"Gak bisa Bianca nya sibuk".


"Yeeee boong banget sih kak!! Kak Bian maukan nemennin Belinda shopping???". Pinta Belinda sedikit memelas .


"Tapikan...".


"Gak ada tapi-tapian". Tegas Bianca , yang membuat Boy semakin kesal pada Belinda .


"Iya aku temenin kok Bel , emank acaranya kapan??".


"Yeeeeiiii makasih kakak iparku yang paling cantik dan paling baik , acaranya besok!".

__ADS_1


Ucap Belinda kegirangan .


"Ya udah kalau gitu aku mau mandi dulu , soalnya dari tadi mau mandi ada yang gangguin mulu". Bianca melirik Boy dan melangkah naik kekamar .


"Iiihhh kak Boy nakal". Ledek Belinda , yang hanya ditatap kesal oleh Boy . Membuat Belinda makin cengengesan .


Setelah Bianca bersiap-siap , ia dan Belinda pun menuju pusat perbelanjaan terbesar dipusat kota .


Mereka berkeliling dari toko ke toko yang lain , mereka seakan membeli hampir seisi toko .


Banyaknya yang mereka beli bahkan harus menyuruh sebuah kurir untuk diantar ke rumah Bianca dan ke apartemen Belinda .


"Kok aku ngerasa ada yang perhatiin aku yah dari tadi". Bianca merasa merinding sambil melihat kearah belakang .


"Perasaan kakak aja kali , gak ada siap-siapa kok dibelakang kita". Belinda mencoba menenangkan Bianca yang merasa tidak nyaman .


Benar ada seseorang yang memperhatikan Bianca , ia mengikuti Bianca sejak ia melihat Bianca masuk ke mall tersebut .


Sepasang matanya memandang lekat kearah Bianca dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya .


Ia cepat-cepat menyembunyikan dirinya setelah Bianca menyadari bahwa ia sedang diikuti .


"Aku merindukanmu Bianca , kau semakin cantik". Ucap pria tersebut pada diri sendiri .


Pria itu terus memandang Bianca hingga Bianca menghilang dari pandangannya .


"Kita akan segera bertemu , dan takkan ku lepas lagi!! Tunggu aku Bianca". ucap pria tersebut sambil memandang foto Bianca dilayar ponselnya .

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!!


__ADS_2