
Ceklekk
Suara pintu rumah terbuka .
Bruuukkkk
Bianca masuk lalu menjatuhkan tubuhnya dilantai .
"Haaa capeknya". Keluh Bianca .
"Emank dikantor banyak kerjaan??". Tanya Boy sambil berjongkok menatap sang istri yang berbaring dilantai .
"Huuuft bukan banyak lagi tapi banyak banget!!".
"Hahaha bukannya kau sudah biasa???". Boy menertawakan tingkah sang istri yang berguling-guling .
"aku memang sudah terbiasa bekerja tapi kali ini tubuhku sudah remuk sebelum berangkat kekantor!!".
"Kok bisa??".
"Tidak usah sok tidak tau!".
"Emank aku gak tau kok".
"Huuu itu semua gara-gara kamu , seandainya semalam kau tak hemmm sampai 3x mungkin aku gak akan selelah ini , punggungku yang sudah sakit semakin sakit saja karena bekerja!!". Ketus Bianca .
"Hemmm itu apa???". Goda Boy
"Aukk ahhh gelap!". Sambil melempar tas pada Boy .
"Hahaha baiklah baiklah aku yang salah , sini ku bantu kau bangun , mandi dan makan . aku sudah memasak makanan kesukaanmu!". Boy mengangkat tubuh Bianca .
__ADS_1
Bianca pun masuk kekamar mandi , setelah melakukan ritual mandinya ia pun makan malam bersama Boy dan kemudian menonton Tv .
"Hmmm aku mau ngomong sesuatu". Bianca memulai percakapan .
"Mau ngomong apa??". Tanya Boy namun tak mengalihkan padangannya dari TV .
"Gak jadi deh". Bianca kesal karna tak diperhatikan oleh Boy .
Mengerti sang istri yang ingin bicara serius Boy pun mematikan TV lalu menghadapkan tubuhnya pada Bianca .
"Mau ngomong apa sayang??". Tanya Boy lagi seranya membujuk Bianca .
"Aku ketemu ma Leon hari ini!". Ucap Bianca .
"Leon?? Leon Abraham mantan pacar kamu???".
"Iya".
"Dia adalah investor yang aku temui tadi!!".
"Jadi kamu dan dia akan bekerja sama mulai hari ini??". Wajah Boy seketika muram .
"Yah begitulah , aku benar-benar tak menyangka jika dia yang jadi investor!!".
"Memangnya kau tak perhatikan nama keluarganya???".
"Sebenarnya aku sempat curiga , tapi aku pikir itu gak mungkin!! Dia kan udah gak tinggal di indonesia setelah aku dan dia putus!!". Jelas Bianca .
"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya??".
"Aku harus bersikap profesional , aku tak akan mencampur masalah bisnis dan pribadi!!! Hmmm bukan aku dan dia hanya rekan bisnis!!!".
__ADS_1
"Baiklah". Boy masih memasang wajah muram .
"Kau marah??".
"Tidak , kenapa aku harus marah???".
"Lalu kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?? Sayang aku hanya ingin jujur padamu , aku tidak ingin menyembunyikan apapun darimu itu kenapa aku bercerita tentang hal ini!! Aku tidak mau kau mendengar hal yang tidak-tidak atau melihat sesuatu yang akan membuatmu salah paham!!". Bianca mencoba menenangkan hati Boy yang cemburu .
Karna Boy tau Leon adalah pria yang dulu Bianca cintai .
"Apa dia juga akan menganggap hal yang sama seperti dirimu??".
"Akan ku pastikan itu!!". Yakin Bianca .
"Tapi apa jika dia ingin memperbaiki kesalahannya , apa kau akan menerimanya??".
"Haha sayang apa yang kau katakan??? Aku mencintaimu sekarang dan seterusnya , hanya akan ada satu pria dihidupku sekarang hingga aku mati yaitu kau suamiku Boy Erlangga!!! Takkan ada yang bisa menggantikanmu dihatiku , Leon tak sebanding denganmu!!! Kau segalanya untukku". Ucap Bianca sambil memandang wajah Boy dengan memegang kedua pipinya .
Cuuppp
Boy mencium singkat bibir Bianca .
"Terima kasih sayang , aku mencintaimu!!". Boy memeluk erat Bianca . Wajah Boy kini cerah , secerah mentari pagi (lebay 😂😂😂)
Bianca pun mengganti topik pembicaraan mereka agar sang suami tak mengobarkan api cemburunya lagi .
Maklum setelah menikah si Boy jadi semakin posessif .
SELAMAT MEMBACA !!!
TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!!
__ADS_1