Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 22#


__ADS_3

Ceklekk


Suara pintu rumah terbuka .


Bruuukkkk


Bianca masuk lalu menjatuhkan tubuhnya dilantai .


"Haaa capeknya". Keluh Bianca .


"Emank dikantor banyak kerjaan??". Tanya Boy sambil berjongkok menatap sang istri yang berbaring dilantai .


"Huuuft bukan banyak lagi tapi banyak banget!!".


"Hahaha bukannya kau sudah biasa???". Boy menertawakan tingkah sang istri yang berguling-guling .


"aku memang sudah terbiasa bekerja tapi kali ini tubuhku sudah remuk sebelum berangkat kekantor!!".


"Kok bisa??".


"Tidak usah sok tidak tau!".


"Emank aku gak tau kok".


"Huuu itu semua gara-gara kamu , seandainya semalam kau tak hemmm sampai 3x mungkin aku gak akan selelah ini , punggungku yang sudah sakit semakin sakit saja karena bekerja!!". Ketus Bianca .


"Hemmm itu apa???". Goda Boy


"Aukk ahhh gelap!". Sambil melempar tas pada Boy .


"Hahaha baiklah baiklah aku yang salah , sini ku bantu kau bangun , mandi dan makan . aku sudah memasak makanan kesukaanmu!". Boy mengangkat tubuh Bianca .

__ADS_1


Bianca pun masuk kekamar mandi , setelah melakukan ritual mandinya ia pun makan malam bersama Boy dan kemudian menonton Tv .


"Hmmm aku mau ngomong sesuatu". Bianca memulai percakapan .


"Mau ngomong apa??". Tanya Boy namun tak mengalihkan padangannya dari TV .


"Gak jadi deh". Bianca kesal karna tak diperhatikan oleh Boy .


Mengerti sang istri yang ingin bicara serius Boy pun mematikan TV lalu menghadapkan tubuhnya pada Bianca .


"Mau ngomong apa sayang??". Tanya Boy lagi seranya membujuk Bianca .


"Aku ketemu ma Leon hari ini!". Ucap Bianca .


"Leon?? Leon Abraham mantan pacar kamu???".


"Iya".


"Dia adalah investor yang aku temui tadi!!".


"Jadi kamu dan dia akan bekerja sama mulai hari ini??". Wajah Boy seketika muram .


"Yah begitulah , aku benar-benar tak menyangka jika dia yang jadi investor!!".


"Memangnya kau tak perhatikan nama keluarganya???".


"Sebenarnya aku sempat curiga , tapi aku pikir itu gak mungkin!! Dia kan udah gak tinggal di indonesia setelah aku dan dia putus!!". Jelas Bianca .


"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya??".


"Aku harus bersikap profesional , aku tak akan mencampur masalah bisnis dan pribadi!!! Hmmm bukan aku dan dia hanya rekan bisnis!!!".

__ADS_1


"Baiklah". Boy masih memasang wajah muram .


"Kau marah??".


"Tidak , kenapa aku harus marah???".


"Lalu kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?? Sayang aku hanya ingin jujur padamu , aku tidak ingin menyembunyikan apapun darimu itu kenapa aku bercerita tentang hal ini!! Aku tidak mau kau mendengar hal yang tidak-tidak atau melihat sesuatu yang akan membuatmu salah paham!!". Bianca mencoba menenangkan hati Boy yang cemburu .


Karna Boy tau Leon adalah pria yang dulu Bianca cintai .


"Apa dia juga akan menganggap hal yang sama seperti dirimu??".


"Akan ku pastikan itu!!". Yakin Bianca .


"Tapi apa jika dia ingin memperbaiki kesalahannya , apa kau akan menerimanya??".


"Haha sayang apa yang kau katakan??? Aku mencintaimu sekarang dan seterusnya , hanya akan ada satu pria dihidupku sekarang hingga aku mati yaitu kau suamiku Boy Erlangga!!! Takkan ada yang bisa menggantikanmu dihatiku , Leon tak sebanding denganmu!!! Kau segalanya untukku". Ucap Bianca sambil memandang wajah Boy dengan memegang kedua pipinya .


Cuuppp


Boy mencium singkat bibir Bianca .


"Terima kasih sayang , aku mencintaimu!!". Boy memeluk erat Bianca . Wajah Boy kini cerah , secerah mentari pagi (lebay 😂😂😂)


Bianca pun mengganti topik pembicaraan mereka agar sang suami tak mengobarkan api cemburunya lagi .


Maklum setelah menikah si Boy jadi semakin posessif .


SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!!

__ADS_1


__ADS_2