
Saat seorang suster membawa sebuah map laporan medis milik Bianca , Leon mencegahnya masuk ke ruangan Bianca .
"itu milik Bianca Anderson??". tanya Leon
"iya".
"berikan saja padaku , aku kakaknya".
Suster itupun memberikan map tersebut kepada Leon lalu pergi .
Leon dengan cepat mengganti laporan tersebut dengan dengan laporan medis yang sudah ia palsukan .
Lisa yang sudah memperhatikannya sejak tadi berusaha untuk mengambil map tersebut agar tak sampai pada Bianca ataupun Leon .
Kriiing Kriiing
Ponsel Leon berdering .
"Lisa pastikan laporan palsu ini jatuh ketangan Bianca , kau mengerti???".
"iya".
Lisa sangat tidak tega pada Bianca dan Boy .
"aku ingin memberitahumu sesuatu , tapi sekarang kalian harus berpura-pura sedih bahkan menangis sambil memegang laporan ini".
"tapi kenapa??".
"aku tak bisa menjelaskan nya sekarang , aku akan menjelaskannya setelah Leon pergi!!!".
"baiklah". ucap Bianca dan Boy bersamaan .
Saat Leon masuk ke dalam ruangan Bianca , ia melihat kesedihan di mata Bianca dan Boy .
Dengan jelas terlihat ia tersenyum tipis .
"ada apa??". tanya Leon
"ak aku...aku...sudah gak bisa hamil lagi hiks hiks". ucap Bianca
Boy hanya terdiam lesu , namun pikirannya melayang .
__ADS_1
'apa maksud Lisa dengan mengatakan itu laporan palsu??? apa pula maksudnya dengan menyuruh kami berpura-pura sedih di hadapan Leon??? apa keguguran yang di alamai Bianca ada hubungannya dengan dia'. batin Boy penuh curiga
Drrrrt drrrrt
Ponsel Boy bergetar .
Ia melihat chat dari Lisa .
"malam ini aku akan menemuimu dan Bianca di rumahmu!!! kalau bisa buat Leon tau kalau Bianca akan menginap di rumah sakit agar bisa banyak istirahat".
Setelah membaca chat dari Lisa , Boy pun mendekati Bianca .
"sayang sudahlah jangan menangis lagi, sebaiknya kau beristirahat!!! bukankah dokter menyuruhmu untuk banyak istirahat". ucap Boy membelai lembut rambut Bianca sambil mengedipkan matanya .
Bianca yang mengerti dengan isyarat dari Boy pun mengangguk setuju .
Boy , Leon dan Lisa pun keluar dari kamar inap Bianca .
"jadi Bianca akan menginap malam ini di sini??".
"yah , dokter menyuruh Bianca untuk menginap disini semalam agar di bisa lebih banyak istirahat".
Leon pun mengangguk .
"maaf aku tak bisa mengantar kalian".
"tidak apa-apa".
Leon dan Lisa pun berjalan keluar menuju lobby rumah sakit . Setelah yakin bahwa Leon dan Lisa sudah pergi , Boy pun kembali masuk ke kamar Bianca .
"sayang kamu ngerti gak apa maksud dari Lisa??".
"aku emank punya pikiran sendiri tentang apa yang di bicarakan tadi oleh Lisa , tapi sebaiknya kita mendengarkan Lisa dulu sebelum menilainya".
"tapi jika ini memang ada hubungannya dengan Leon , aku pastikan akan membuat dia menyesal seumur hidupnya".
"kalau begitu sebaiknya kita cepat kembali ke rumah".
"aku akan menandatangani surat izin pulangmu dari dokter dulu".
Boy pun pergi keruangan dokter yang menangani Bianca , setelah beberapa saat Boy pun menjemput Bianca .
__ADS_1
"kamu harus hati-hati sayang". ucap Boy dengan memapah Bianca dengan pelan .
Setelah beberapa menit diperjalanan ia pun sampai di halaman rumah mereka , ia sudah melihat Lisa yang sudah menunggu .
"kau sudah sejak tadi di sini??".
"aku baru saja sampai kok".
"ayo silahkan masuk".
Setelah masuk dan duduk , Lisa menarik nafas panjangnya .
"setelah mendengar ceritaku ini , aku mohon jangan membenciku".
"tergantung dari apa yang akan kau ceritakan".
"mmm sebenarnya... sebenarnya aku yang memasukkan obat penggugur kandungan itu di dalam makananmu".
"apa???". Boy terkejut
"kau sangat tega!!". Bianca sangat marah .
"dengarkan aku... itu bukan keinginanku". ucap Lisa
"apa maksudmu??".
"ini semua suruhan Leon!!!".
"aku ingin mendengar cerita detailnya". Boy kesal
Lisa pun menceritakan semuanya , mulai dari kontrak pacar palsu , obat penguat kandungan yang ternyata penggugur kandungan sampai laporan medis palsu yang ia berikan .
"sumpah aku tidak tau , aku baru tau kalau itu penggugur kandungan setelah di rumah sakit!!! saat aku tau kalau Leon ingin memberi kalian laporan palsu aku bertekad membongkar kebohongannya!!! maafkan aku , aku benar-benar tak bermaksud mencelakai bayi kalian!!! aku benar-benar tidak tau akan hal itu hiks hiks". Lisa sangat merasa bersalah .
"aku mengerti!!! tapi bukan berarti aku memaafkanmu".
"sayang lalu apa yang harus kita lakukan??".
"maaf jika boleh aku memberi saran!!! sebaiknya kalian lanjutkan berpura-pura saja , itu akan memancing Leon dan kita akan sejauh mana ia akan bertindak!!! dan kalian tenang saja , setiap Leon merencanakan sesuatu aku akan memberi tahukan pada kalian".
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1
TOLONG LIKE AND KOMENTNYA , MAKASIH