Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 30#


__ADS_3

"aku sudah mentrasfer uang untuk akting dan ciuman hari ini". ucap Leon yang puas akan akting dari Lisa .


"thankz".Saut Lisa singkat


Leon mengantar Lisa hingga depan rumahnya , kemudian melajukan mobilnya kembali ke apartemennya .


Dirumah Bianca sedang membersiskan dapur , dengan Boy yang terus menatapnya .


"mas kamu apa-apaan sih natap aku terus??". ucap Bianca risih


"gak pa-pa pengen aja".


"huuu , ehh gimana??kamu udah yakinkan ma Leon dan Lisa??".


"iya gitu deh". sebenarnya Boy masih agak tak tenang tapi dia berusaha meyakinkan dirinya untuk percaya pada Leon dan apa yang ia liat tadi .


Setelah Bianca membersihkan dapur ia dan Boy pun kembali ke kamar untuk tidur .


Keesokan harinya , saat Bianca terbangun ia tak melihat Boy di sampingnya .


Bianca lalu ke kamar mandi dan melakukan ritual mandinya , karena mumpung Weekend ia bersantai-santai sedikit .


Setelah mandi dan berpakaian ia pun keluar dari kamar , ia berfikir Boy berada di ruang tamu atau teras namun ia tak menemukan Boy .

__ADS_1


Bianca pun berjalan ke arah dapur dan ia melihat sepucuk surat dan diatasnya ada setangkai bunga mawar merah .


"sayang maaf aku tak memberitahumu , ada pasien yang harus aku tangani hari ini Aku tak ingin membangunkan mu karena kau terlihat sangat pulas , i love u".


Bianca menaruh surat tersebut dan mencium bunga mawar tersebut lalu tersenyum .


Tiba-tiba kepala Bianca pusing , ia memegang tepi meja agar ia tak terjatuh .


"aduuh kenapa aku tiba-tiba pusing yah??". ucap Bianca sambil memegang kepalanya .


Dengan berhati-hati Bianca berjalan ke arah kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang kemudian memejamkan matanya karena kepalanya seperti berputar-putar dan iapun tertidur .


Sore menjelang sekitar 17:45 Bianca terbangun dan dia pun berjalan menuju dapur niatnya ia akan memasak makan malam , namun kepalanya kembali berputar .


Brukk


Sementara di luar rumah saat mobil Boy hendak memasuki pagar rumahnya ia melihat ayah dan ibu mertuanya yang baru turun dari mobil .


Dengan cepat Boy turun dan membantu ayah mertuanya untuk duduk si kursi rodanya .


"nak kamu ke rumah sakit??? ini kan hari sabtu". tanya mami Erika .


"iya mi tadi ada pasien mendadak".

__ADS_1


"gimana kabar kamu dan Bianca??". ucap papi Bryan .


"baik kok pi". sambil mendorong kursi roda hingga teras .


Boy membuka pintu rumah dan mempersilahkan mertuanya untuk masuk .


"sayang mami sama papi dateng nih". teriak Boy dari ruang tamu namun tak ada jawaban .


"aku mau panggil Bianca dulu yah mi di kamar , sepertinya Bianca sedang mandi".


Mami Erika pun mengangguk , Boy pun langsung berjalan menuju tangga namun ia terhenti saat melihat Bianca tergeletak tak sadarkan diri tak jauh dari tangga .


"Bianca". teriak Boy dengan wajah panik .


Mendengar teriakan Boy mami Erika dan Papi Bryan pun dengan panik pula menghampiri Boy .


"ya ampun Bianca". mami Erika dan papi Bryan terkejut .


"Boy cepat bawa Bianca kerumah sakit mami dan papi akan nyusul kamu". ucap mami Erika .


Dengan cepat Boy pun menggendong Bianca menuju mobil , wajah Boy pucat ia begitu khawatir .


Sesampainya di rumah sakit ia langsung membawanya ke ruang IGD , ia sudah di tunggu oleh sepupunya Wanda yang sempat ia telpon saat berada di mobil .

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA YAH .


TOLONG LIKE AND KOMENTNYA YAH , MAKASIH .


__ADS_2