Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 6#


__ADS_3

"Aawwww" jerit Bianca . mendengar itu Boy dan pria yang ditabraknya itu merasa khawatir .


"Miss I will take you to the hospital " ucap pria tersebut .


"No thanks, this is just sprained." tolak Bianca .


"It's okay, just let me handle it. I am the doctor of this woman" . ucap Boy pada pria tersebut .


Pria itu lalu mengangguk dan meminta maaf pada Bianca lalu beranjak pergi .


"Sini aku bantu kamu berdiri , sepertinya kakimu membengkak . " kata Boy sambil menunjuk kaki Bianca yang membiru .


Karena merasa kesakitan dan berfikir tidak mungkin baginya harus duduk terus didepan mall tersebut , akhirnya Bianca setuju " iya , terima kasih yah" . sambil menjulirkan tangannya pada Boy .


'Nih cewek ternyata bisa juga berterima kasih' batin Boy sedikit tersenyum


   Boy mengantar Bianca ke kamarnya , Boy mendudukkan Bianca pada sofa lalu keluar tanpa berkata sepatah katapu lalu meninggalkan Bianca dikamarnya .


Setelah Boy pergi , Bianca sangat merasa kesal . " tadi aja sok perhatian , sok-sok cemas eeehh sekarang malah ni ggalin gue gitu aja , dasar cowok mesum aneh nyebelin". Ucap Bianca kesal sambil memonyongkan bibirnya .


Tak lama kemudian Boy kembali ,  dengan membawa kantongan beberapa beberapa obat , perban sekaligus kruk . "jadi dia keluar untuk beli" batin Bianca .


"Sini berikan kakimu" kata Boy sambil berjongkok dihadapan Bianca .


"Gak usah repot-repot , aku bisa sendiri kok" tolak Bianca , tanpa peduli dengan penolakan Bianca . Boy lantas mengangkat kaki Bianca ke atas paha Boy , lalu membalut kaki Bianca memakai perban .


"Aaahhh" jerit Bianca .

__ADS_1


"Tahan yah , sedikit lagi selesai kok". Ucap Boy dengan lembut hingga membuat jantung Bianca berdegup sedikit lebih kencang .


"Nah sudah selesai". Boy menurunkan kaki Bianca dengan hati-hati .


"Kamu udah makan belum..??" tanya Boy.


"Udah tadi , emank kenapa . ??"


"Nih" . sambil memberi obat perede nyeri dan sebotol air mineral pada Bianca .


Dengan wajah tersipu Bianca menerima obat dan iar tersebut lalu meminumnya .


"Makasih banyak yah , kalo aja tadi kamu gak ada . aku gak tau deh sekarang aku gimana".


Ucap Bianca sambil menundukkan kepala malu .


"Yah udah kamu istirahat sekarang , aku akan kekamarki juga".


----------


    Keesokan harinya Bianca dibangunkan dengan ketukan dipintu kamarnya .


"Bian , Bianca kamu udah bangun belum..?" panggil Rina setengah berteriak dibalik pintu .


"Tunggu" , Dengan perlahan Bianca berjalan menuju pintu , Rina terkejut melihat kondisi Bianca yang kakinya diperban dan menggunakan kruk .


"Loh kaki kamu kenapa..?" tanya Rina dengan khawatir

__ADS_1


"Hehe kemarin pas jalan-jalan gak sengaja jatuh , trus terkilir deh kakinya". Kata Bianca sambil tersenyum bodoh .


"Jatuh kok cengengesan , kamu udah kerumah sakit.?


"Aku gak kerumah sakit , tapi udah dirawat ama dokter kok". Jawab Bianca


"Haaa... Gimana caranya gak kerumah sakit tapi dirawat ama dokter????" tanya Rina dengan wajah bingung .


Belum sempat bercerita Boy mengetul pintu kamar Bianca .


"Kamu udah bangun , kami udah sarapan belum??" tanya Boy pada Bianca


"Iya aku baru aja bangun, aku belum sarapan". Jawab Bianca


Akhirnya Rina pun mengerti apa maksud Bianca tadi dengan dirawat oleh dokter , 'oohhh dokter toh , tapi kok dia bisa ada disini yah.???' tanyanya dalam hati .


 


SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG DI VOTE YAH, MAKASIH !!!!


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2