Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 3#


__ADS_3

Tok tok tok lalu bi inah membuka pintu ruang kerja Boy , "permisi den ada yang nyariin aden!" kata bi inah


"Siapa bi ?"tanya Boy


"Itu loh den pak Tomi teman papanya aden" jelas bi inah


"Oohh oke bi saya akan keluar, makasih bi"sambil tersenyum tipis.


"Iya den sama-sama"sambil tersenyum lalu pergi diikuti dengan Boy dibelakangnya .


"Eeeh om apa kabar" sapa Boy


"Baik nak , kamu gimana . ?" tanya Tomi


"Baik om ."


"Gini nak masih ingat gak ma ponakan yang om ceritain ditelpon beberapa bulan yang lalu . ?"lanjut Tomi


"Iya om , Boy inget kok ."


"Ini nak data ponakan om dari spikiater sebelumnya"sambil menyodorkan sebuah map coklat pada Boy


Dengan sigap Boy menerima map tersebut lalu membukanya , mata Boy terbelalak saat melihat foto yang ada dikertas yang dipegangnya . Bagaimana tidak foto Bianca tertera disitu , 'sh*t diakan cewek yang beberapa hari yang lalu yang ngatain gue cowok mesum' kata Boy dalam hati sambil mengumpat .


"Ada apa nak Boy?" tanya Tomi melihat ekspresi Boy .


"Gak papa kok om!" jawab Boy

__ADS_1


Boy membaca data Bianca sambil mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti dengan keadaan Bianca .


"Baik om , kebetulan besok saya tidak ada janji temu dengan pasien . om bisa kasi tau sama Bianca untuk datang dirumah sakit untuk ketemu sama saya ." jelas Boy


"Makasih nak " sambil tersenyum dan menjabat tangan Boy .


Setelah beberapa saat berbincang om Tomi pun pamit pada Boy untuk pulang .


"Om pulang dulu yah nak , om akan nelpon kamu setelah memberi tau Bianca".


"Iya om" sambil menjabat tangan om Tomi .


Keeseokan harinya dirumah sakit .


"Sus , jika nona Bianca Anderson datang langsung saja suruh masuk keruangan saya ." ucap Boy pada salah satu perawat .


Jam 10.30 pagi Bianca sampai dirumah sakit besar milik keluarga Erlangga .


"Nona Bianca Anderson" panggil suster


"Iya sus , saya" jawab Bianca


"Silahkan masuk , Dokter Boy sudah menunggu didalam"


"Makasih sus" ucap Bianca .


Tok tok tok "permisi dok" ucap Bianca sambil membuka pintu .

__ADS_1


"Masuk" jawab Boy datar .


Setelah masuk sontak Bianca terkejut melihat Boy .


'Oh my god dia kan cowok yang waktu itu , cowok yang aku katain mesum' batin Bianca .


Melihat ekspresi Bianca Boy tersenyum tipis , lalu mempersilahkan Bianca duduk .


Bianca tak langsung duduk , iya lantas bertanya " kok kamu sih ?? Kamu ngapain disini ??"


"Aku Boy Erlangga spikiater kamu !" jawab Boy dengan senyuman menggodanya .


'Sial cowok mesum ini spikiater gue' batin Bianca tak percaya .


"Kita akan langsung masuk ketahap konsultasi yang pertama" .


"Tunggu-tunggu aku gak setuju , aku gak mau kamu yang jadi spikiater aku . Aku mau ganti spikiater lain " kata Bianca sambil berbalik lalu melangkah keluar , namun belum sempat membuka pintu Boy lantas berkata .


"Yah silahkan , aku akan bilang pada om Tomi dan om Bryan kalau kamu mau ganti spikiater".


Mendengar perkataan Boy , Bianca lantas mengendus nafas kasar lalu berbalik dengan wajah kesal sambil menghentakkan kakinya kemudian duduk .


'Kalau aja ini bukan karna gak mau papi sama mami sedih gue gak mau pake banget konsul sama nih cowok mesum' batin Bianca kesal .


SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG VOTE YAH , MAKASIH !!!!

__ADS_1


__ADS_2