
Kriiing...Kriiing...Kriiing....
Ponsel Bianca berbunyi senyumnya langsung mengembang bagai seseorang yang baru saja mendapat sebuah lotre setelah melihat siapa penelponnya bukan lagi 'Boy Mesum' melainkan 'My Boy' . Dia masih memandang layar ponselnya jantungnya terus saja berdegup kencang baru saja Bianca ingin mengangkat telpon dari Boy namun tiba-tiba ponselnya berhenti berdering .
"haaaa loh kok mati???". sambil mengetuk-getuk layar ponselnya , setelah beberapa saat ponselnya kembali berdering tanpa pikir panjang Bianca langsung mengangkatnya .
"pagi" jawab Bianca malu
"haaa syukurlah" ucap Boy lega
"kenapa kau terdenger sangat cemas??? ada apa???". tanya Bianca sedikit bingung .
"aku kira aku sedang bermimpi!!!".
"bermimpi???".Bianca makin bingung
"saat kau tak mengangkat telponku aku kira kejadian dan kata-kata yang kemarin itu adalah sebuah mimpi". jelas Boy .
"hahaha jujur sebenarnya aku juga sempat merasa kalau semua ini hanya mimpi sampai kau menelpon". ucap Bianca yang makin malu
"babe kau ada dimana sekarang??". tanya Boy
"babe???".
"iya babe!!!!! kenapa???". goda Boy
__ADS_1
"berhenti memanggilku seperti itu aku geli mendengarnya!!!". ucap Bianca geli
"lalu aku harus memanggil mu apa , yank , sayang , honey , pacar atau cal....". Boy terhenti .
"stoooppp , kau membuat ku merinding dengan sebutan-sebutan itu". Bianca menggidikkan bahunya .
"lalu apa???? aku hanya ingin terdengar mesra???".
"panggil Bian saja , meski hanya nama tapi jika kau yang memanggil namaku itu sudah sangat mesra dan romantis bagiku". ucap Bianca tersipu pipinya makin memerah .
Jantung Boy berdegup kencang , rasanya seakan jantungnya ingin meloncat keluar menari-nari saat mendengar perkataan Bianca .
"love u!!".
"aku akan menjemputmu saat makan siang". kata Boy
"okee aku akan menunggumu , bye". Bianca menutup telponnya , sambil terus memegang dadanya .
"ya ampun kenapa aku seperti ini??? aku seperti anak remaja yang baru jatuh cinta???'. ucap Bianca sambil menggeleng-gelengkan kepalanya .
Disaat bersamaan "Astaga kalau seperti ini aku akan terkena serangan jantung , aduuuuhh kenapa dia bisa segitu manis dan imut". ucap Boy sambil memegang dadanya dan memukul-mukul meja dengan raut wajah bahagia .
--------------
Siang menjelang Rina akan keluar makan siang .
__ADS_1
"Bu mau makan siang??? apa perlu saya pesankan sesuatu???". Tanya Rina
"tidak perlu terima kasih , saya akan ada janji makan siang dengan seseorang!!". dengan tersenyum ceria .
'ada apa nih beberapa hari ini emosinya selalu meledak-ledak , tapi kenapa hari ini???". batin Rina
Lamunan Rina buyar , ketika seseorang mengetuk pintu Bianca , saat Boy membuka Rina makin bingung .
'bukannya dokter Boy dan Bianca lagi ada masalah???'. batin Rina tak mengerti
"sayang apa kau sudah siap???". tanya Boy
'haaaa sayang apa dia dan dia sudah pacaran???'. Rina memandang keduanya bergantian .
"iiihhh aku udah bilang kamu jangan panggil gitu". Bianca kesal .
"maaf aku lupa hehe". Boy cengengesan .
"jadi kalian udah jadian nih ceritanya??? kok gak bilang-bilang sih??? maaf lancang tapi sekarang aku gak nanya sebagai seorang sekertaris melainkan seorang sahabat". tanya Rina yang tersenyum melihat dua sejoli ini yang beberapa hari ini perang dingin sambil melipat kedua tangannya didepan dada .
"hmmm yah gitu deh". ucap Bianca malu , ia dan Boy sejenak lupa bahwa masih ada Rina dalam ruangan tersebut . Mereka mengobrol seakan dunia milik mereka berdua yang lain ngontrak hehehe 😂😂😂😂
SELAMAT MEMBACA !!!!
TOLONG LIKENYA YAH , MAKASIH !!!!
__ADS_1