Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 7#


__ADS_3

*Boy yang membawakan sarapan untuk Bianca membuat Rina tersenyum . ' jangan-jangan dokter Boy suka ma Bianca' batin Rina .


"Hei,, Rin kamu ngapain berdiri disitu ? Sini ikut sarapn" . panggil Bianca


Rina tersadar dari lamunannya lalu berjalan kearah Bianca dan Boy .


"Enggak deh , aku udah sarapan tadi . sebenarnya tadinya aku mau nanya kamu udah sarapan apa blom ehh diduluangin ma dokter Boy". Jelas Rina sambil senyum penuh arti , melihat senyuman Rina . Bianca memiringkan kepalanya sambil menatap Rina dengan wajah kebingungan .


"Kalian lanjutin deh sarapannya aku balik kekamar dulu pengen lanjutin bobo syantik". Pamit Rina sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya pada Bianca .


Bianca yang masih bingung atas tingkah Rina , disadarkan dengan panggilan Boy


"Heii kamu ngapain bengong gitu , cepat makan entar makanan kami keburu dingin . habis makan kamu minum obat". Ucap Boy


--------


3 hari kemudian Bianca meminta Rina untuk pulang duluan ke indonesia , agar pekerjaan kantor tidak terlalu menumpuk .


"Rin maaf yah kamu harus pulang sendirian untuk ngurusin urusan kantor". Ucap Bianca dengan wajah bersalah .


"Gak pa-pa kok , justru aku yang minta maaf karna harus ninggalin kamu dengan kondisi kamu yang lagi cedera gini". Kata Rina dengan suara lirih


"Dia gak sendirian kok , kan ada aku". Ucap Boy yang ternyata sudah sejak tadi berada didepan pintu kamar Bianca .

__ADS_1


"Ooohh iya aku Sampe lupa , kan ada dokter Boy yang jagain kamu", lagi-lagi Rina tersenyum sambil mengamgkat kedua alisnya menatap Bianca , yang lagi-lagi membuat Bianca yang ditatap semakin bingung .


'Nih anak kenapa sih , dari beberapa hari yang lalu selalu senyum kayak gitu ke gue . kesambet kali yah' ucap Bianca dalam hati .


"Kalo gitu aku jalan dulu deh , takutnya aku telat lagi sampe bandaranya". Kata Rina


"Oke , kalo gitu kamu hati-hati yah". ucap Bianca sambil memeluk Rina .


"Dok jagain bos aku yah dan tolong dimaklumin kalo lagi bawel , dia emank kayak gitu orangnya". Rina tertawa sambil berjalan meninggalkan Bianca dan Boy .


"Mm bukannya kamu seharusnya pulang hari ini juga yah??". Tanya Bianca pada Boy


"Sebenarnya sih aku emank pulang hari ini , tapi aku tunda dulu . aku pulangnya bareng kamu aja". Jawab Boy


"Trus kerjaan kamu??".


Jantung Bianca tiba-tiba berdegup kencang , 'dia gak pulang bukan gara-gara khawatir ama gue kan??' tanyanya dalam hati .


"That is definitely not possible". Kata Bianca yang didengar oleh Boy .


"Apa yang tidak mungkin??". Tanya Boy


"Haaa bukan apa-apa kok."

__ADS_1


"Oh iya gimana kaki kamu udah ngerasa baikan??" tanya Boy


"Iya udah , aku udah ngerasa gak terlalu sakit lagi kok".


"Bagus deh kalo gitu".


Beberapa hari berlalu , Bianca bosan karna hanya menghabiskan sepanjang waktu dikamar . Boy yang merawat Bianca lebih banyak menghabiskan waktunya dikamar Biamca , Boy khawatir kalo-kalo Bianca membutuhkan sesuatu .


"Aku bosan". Ucap Bianca , yang membuat Boy melepas pandangannya pada layar ponselnya .


"Gimana kalo nonton TV aja??". Boy menawari


"Oke deh".


Merekapun menonton mereka tak menyadari waktu sudah menunjukkan sudah jam 1 malam waktu setwmpat , Bianca yang mengantum tanpa sadar ia tertidur dibahu Boy . awalnya Boy terkejut namun ia langsung tersenyum saat melihat Bianca yang tertidur pulas dibahunya.


'Bianca... Kau sangat cantik' batin Boy , tersadar dengan apa yang ia katakan . Boy lantas memukul kepalanya " astaga apa aku sudah gila??? Apa yang baru saja kupikirkan??? Katanya pada diri sendiri .


Merasa terganggu dengan gerakan Boy , Bianca membuka matanya dan sontak terkejut lalu menjauhkan dirinya pada Boy .


"Maaf aku gak sengaja". Dengan wajah malu


Boy lalu berdiri dan pamit pada Bianca untuk kembali kekamarnya .

__ADS_1


**SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG DI VOTE YAH , MAKASIH !!!!***


__ADS_2