
*Boy yang membawakan sarapan untuk Bianca membuat Rina tersenyum . ' jangan-jangan dokter Boy suka ma Bianca' batin Rina .
"Hei,, Rin kamu ngapain berdiri disitu ? Sini ikut sarapn" . panggil Bianca
Rina tersadar dari lamunannya lalu berjalan kearah Bianca dan Boy .
"Enggak deh , aku udah sarapan tadi . sebenarnya tadinya aku mau nanya kamu udah sarapan apa blom ehh diduluangin ma dokter Boy". Jelas Rina sambil senyum penuh arti , melihat senyuman Rina . Bianca memiringkan kepalanya sambil menatap Rina dengan wajah kebingungan .
"Kalian lanjutin deh sarapannya aku balik kekamar dulu pengen lanjutin bobo syantik". Pamit Rina sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya pada Bianca .
Bianca yang masih bingung atas tingkah Rina , disadarkan dengan panggilan Boy
"Heii kamu ngapain bengong gitu , cepat makan entar makanan kami keburu dingin . habis makan kamu minum obat". Ucap Boy
--------
3 hari kemudian Bianca meminta Rina untuk pulang duluan ke indonesia , agar pekerjaan kantor tidak terlalu menumpuk .
"Rin maaf yah kamu harus pulang sendirian untuk ngurusin urusan kantor". Ucap Bianca dengan wajah bersalah .
"Gak pa-pa kok , justru aku yang minta maaf karna harus ninggalin kamu dengan kondisi kamu yang lagi cedera gini". Kata Rina dengan suara lirih
"Dia gak sendirian kok , kan ada aku". Ucap Boy yang ternyata sudah sejak tadi berada didepan pintu kamar Bianca .
__ADS_1
"Ooohh iya aku Sampe lupa , kan ada dokter Boy yang jagain kamu", lagi-lagi Rina tersenyum sambil mengamgkat kedua alisnya menatap Bianca , yang lagi-lagi membuat Bianca yang ditatap semakin bingung .
'Nih anak kenapa sih , dari beberapa hari yang lalu selalu senyum kayak gitu ke gue . kesambet kali yah' ucap Bianca dalam hati .
"Kalo gitu aku jalan dulu deh , takutnya aku telat lagi sampe bandaranya". Kata Rina
"Oke , kalo gitu kamu hati-hati yah". ucap Bianca sambil memeluk Rina .
"Dok jagain bos aku yah dan tolong dimaklumin kalo lagi bawel , dia emank kayak gitu orangnya". Rina tertawa sambil berjalan meninggalkan Bianca dan Boy .
"Mm bukannya kamu seharusnya pulang hari ini juga yah??". Tanya Bianca pada Boy
"Sebenarnya sih aku emank pulang hari ini , tapi aku tunda dulu . aku pulangnya bareng kamu aja". Jawab Boy
"Trus kerjaan kamu??".
Jantung Bianca tiba-tiba berdegup kencang , 'dia gak pulang bukan gara-gara khawatir ama gue kan??' tanyanya dalam hati .
"That is definitely not possible". Kata Bianca yang didengar oleh Boy .
"Apa yang tidak mungkin??". Tanya Boy
"Haaa bukan apa-apa kok."
__ADS_1
"Oh iya gimana kaki kamu udah ngerasa baikan??" tanya Boy
"Iya udah , aku udah ngerasa gak terlalu sakit lagi kok".
"Bagus deh kalo gitu".
Beberapa hari berlalu , Bianca bosan karna hanya menghabiskan sepanjang waktu dikamar . Boy yang merawat Bianca lebih banyak menghabiskan waktunya dikamar Biamca , Boy khawatir kalo-kalo Bianca membutuhkan sesuatu .
"Aku bosan". Ucap Bianca , yang membuat Boy melepas pandangannya pada layar ponselnya .
"Gimana kalo nonton TV aja??". Boy menawari
"Oke deh".
Merekapun menonton mereka tak menyadari waktu sudah menunjukkan sudah jam 1 malam waktu setwmpat , Bianca yang mengantum tanpa sadar ia tertidur dibahu Boy . awalnya Boy terkejut namun ia langsung tersenyum saat melihat Bianca yang tertidur pulas dibahunya.
'Bianca... Kau sangat cantik' batin Boy , tersadar dengan apa yang ia katakan . Boy lantas memukul kepalanya " astaga apa aku sudah gila??? Apa yang baru saja kupikirkan??? Katanya pada diri sendiri .
Merasa terganggu dengan gerakan Boy , Bianca membuka matanya dan sontak terkejut lalu menjauhkan dirinya pada Boy .
"Maaf aku gak sengaja". Dengan wajah malu
Boy lalu berdiri dan pamit pada Bianca untuk kembali kekamarnya .
__ADS_1
**SELAMAT MEMBACA !!!
TOLONG DI VOTE YAH , MAKASIH !!!!***