
Tak terasa mereka sudah bersama selama 2 bulan , Bianca sudah 50% sembuh dari fobianya . Boy dengan baik membantu Bianca menghilangkan fobianya tersebut . Namun kadang 'EPISODE' Bianca kadang kambuh ketika Boy melakukan sentuhan-sentuhan yang tak terduga (ngerti donk maksudnya 😁😁😁) .
Hari itu Bianca dan keluarga sedang makan malam Deni dan om Tomi juga hadir .
"Bian gimana dengan pengobatan mu???". tanya Mami Erika .
"baik kok mi lancar banget lagi". jawab Bianca dengan tersipu .
"gimana gak lancar orang dia pacarin dokternya uupppsss". Deni keceplosan sambil menutup mulutnya menggunakan tangan .
"pacaran sama dokternya??? maksudnya???". kata papi Bryan
Bianca melotot kan matanya pada Deni .
"gini pi...sebenarnya...". ucapan Bianca terhenti , ketika Bi siti datang .
"maaf non Bianca , ada yang nyariin". ucap Bi Siti sopan .
"siap bi??"? .
"dokter Boy non".
"Boy!!". wajah Bianca langsung memancarkan kebahagiaan , orang tua Bianca dan om Tomi sedikit bingung dengan tingkah Bianca .
Merekapun menyelesaikan makan malam mereka , lalu menuju ruang tamu .
"selamat malam , maaf mengganggu malam-malam". ucap Boy dengan sopan .
"malam Boy silahkan duduk". mami Erika menyambut .
__ADS_1
"ada apa nak Boy kemari???". tanya Om Tomi .
"gini om sebenarnya sama mau minta izin sama om Tomi , Om Bryan sama tante Erika". jawab Boy dengan gugup .
"minta izin apa??". tanya Papi Bryan .
"sebenarnya saya dan Bianca sedang berpacaran om , tante!!!."
"haaaa???". ketiganya terkejut
"jadi maksudnya kamu minta izin untuk itu???". tanya om Tomi
"bukan om!!". jawab Boy
"lantas???". tanya Mami Erika
"saya minta izin untuk ngelamar Bianca , tante!!!".
"ngebbet banget bro???". celetuk Deni dengan cekikikan .
"lohhh kok kamu gak bilang ke aku kalau kamu mau ngelamar???". tanya Bianca .
"pengen jadi kejutan aja".jawab Boy .
"gimana om dan tante??? om sama tante kasih restukan???". Tanya Boy dengan kegugupan tingkat maksimal , keringatnya mengalir ia takut keluarga Bianca tak merestuinya .
"aku tisak setuju" ucap Papi Bryan .
Boy yang mendengar ucapan Papi Bryan membuat tubuhnya lemas .
__ADS_1
"lohh kenapa pi??". tanya mami Erika dn Bianca bersamaan .
"iya kok gak setuju sih om???". tanya Deni
"iya bang , kok tidak setuju??? kitakan sudah kenal dengan nak Boy kita juga tau dengan keluarganya . lagipula dia dan Bianca saling mencintai!!!". bujuk om Tomi .
"tidak saya tidak setuju". ucap Papi Bryan tegas
Boy diam seribu bahasa , ia hanya tertunduk lesu .
"jika ia tak menikah bulan ini". lanjut papi Bryan dengan senyumnya .
Mendengar ucapan papi Bryan , mereka sontak terkejut .
"om beneran??? om nerima lamaran Boy???". tanya Boy tak percaya .
"iya , tapi kamu akan nikahin anak saya bulan ini mengerti???".
"siappp om , jangankan bulan ini jika saja bisa hari ini pun juga boleh om". ucap Boy tegas dengan senyumnya yang tak henti-hentinya menghiasi wajahnya .
"papi ngessellin". rengek Bianca "Bian kira papi gak bakalan setuju". air mata bahagia Bianca menetes .
"hahaha papi hanya ingin menggoda kalian , lagipula aku suka dengan Boy dan aku tau kau akan bahagia dengan Boy". papi Bryan memeluk Bianca .
"papi ini bikin orang kaget aja". kata mami Erika sambil mencubit pinggang papi Bryan .
"aduuuhhb mi sakit tau". ringis Papu Bryan kesakitan .
dan disambut dengan gelak tawa yang lainnya .
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA !!!
TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!!