Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 15#


__ADS_3

Tak terasa mereka sudah bersama selama 2 bulan , Bianca sudah 50% sembuh dari fobianya . Boy dengan baik membantu Bianca menghilangkan fobianya tersebut . Namun kadang 'EPISODE' Bianca kadang kambuh ketika Boy melakukan sentuhan-sentuhan yang tak terduga (ngerti donk maksudnya 😁😁😁) .


Hari itu Bianca dan keluarga sedang makan malam Deni dan om Tomi juga hadir .


"Bian gimana dengan pengobatan mu???". tanya Mami Erika .


"baik kok mi lancar banget lagi". jawab Bianca dengan tersipu .


"gimana gak lancar orang dia pacarin dokternya uupppsss". Deni keceplosan sambil menutup mulutnya menggunakan tangan .


"pacaran sama dokternya??? maksudnya???". kata papi Bryan


Bianca melotot kan matanya pada Deni .


"gini pi...sebenarnya...". ucapan Bianca terhenti , ketika Bi siti datang .


"maaf non Bianca , ada yang nyariin". ucap Bi Siti sopan .


"siap bi??"? .


"dokter Boy non".


"Boy!!". wajah Bianca langsung memancarkan kebahagiaan , orang tua Bianca dan om Tomi sedikit bingung dengan tingkah Bianca .


Merekapun menyelesaikan makan malam mereka , lalu menuju ruang tamu .


"selamat malam , maaf mengganggu malam-malam". ucap Boy dengan sopan .


"malam Boy silahkan duduk". mami Erika menyambut .

__ADS_1


"ada apa nak Boy kemari???". tanya Om Tomi .


"gini om sebenarnya sama mau minta izin sama om Tomi , Om Bryan sama tante Erika". jawab Boy dengan gugup .


"minta izin apa??". tanya Papi Bryan .


"sebenarnya saya dan Bianca sedang berpacaran om , tante!!!."


"haaaa???". ketiganya terkejut


"jadi maksudnya kamu minta izin untuk itu???". tanya om Tomi


"bukan om!!". jawab Boy


"lantas???". tanya Mami Erika


"saya minta izin untuk ngelamar Bianca , tante!!!".


"ngebbet banget bro???". celetuk Deni dengan cekikikan .


"lohhh kok kamu gak bilang ke aku kalau kamu mau ngelamar???". tanya Bianca .


"pengen jadi kejutan aja".jawab Boy .


"gimana om dan tante??? om sama tante kasih restukan???". Tanya Boy dengan kegugupan tingkat maksimal , keringatnya mengalir ia takut keluarga Bianca tak merestuinya .


"aku tisak setuju" ucap Papi Bryan .


Boy yang mendengar ucapan Papi Bryan membuat tubuhnya lemas .

__ADS_1


"lohh kenapa pi??". tanya mami Erika dn Bianca bersamaan .


"iya kok gak setuju sih om???". tanya Deni


"iya bang , kok tidak setuju??? kitakan sudah kenal dengan nak Boy kita juga tau dengan keluarganya . lagipula dia dan Bianca saling mencintai!!!". bujuk om Tomi .


"tidak saya tidak setuju". ucap Papi Bryan tegas


Boy diam seribu bahasa , ia hanya tertunduk lesu .


"jika ia tak menikah bulan ini". lanjut papi Bryan dengan senyumnya .


Mendengar ucapan papi Bryan , mereka sontak terkejut .


"om beneran??? om nerima lamaran Boy???". tanya Boy tak percaya .


"iya , tapi kamu akan nikahin anak saya bulan ini mengerti???".


"siappp om , jangankan bulan ini jika saja bisa hari ini pun juga boleh om". ucap Boy tegas dengan senyumnya yang tak henti-hentinya menghiasi wajahnya .


"papi ngessellin". rengek Bianca "Bian kira papi gak bakalan setuju". air mata bahagia Bianca menetes .


"hahaha papi hanya ingin menggoda kalian , lagipula aku suka dengan Boy dan aku tau kau akan bahagia dengan Boy". papi Bryan memeluk Bianca .


"papi ini bikin orang kaget aja". kata mami Erika sambil mencubit pinggang papi Bryan .


"aduuuhhb mi sakit tau". ringis Papu Bryan kesakitan .


dan disambut dengan gelak tawa yang lainnya .

__ADS_1


SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG DI LIKE YAH , MAKASIH !!!


__ADS_2