Heii My Boy

Heii My Boy
CHAPTER 23#


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk". Ucap Bianca .


"Maaf Bu ada kiriman bunga!!". Rina menyodorkan buket bungan mawar pada Bianca .


"Siapa yang pagi-pagi begini mengirimiku bunga??". Tanya Bianca .


"Mungkin pak Boy!! Saya permisi dulu bu!!".


Rina pamit permisi dengan senyum menggoda .


Bianca sangat senang menerima buket bunga tersebut , namun raut wajahnya tiba-tiba berubah ketika ia membaca surat dari si pengirim .


"Ku harap kau menyukainya dariku yang mengharapkan maaf mu Leon Abraham".


Seketika Bianca kesal , ia melempar buket bunga tersebut .


"Dasar sinting , bukannya aku udah tegasin kemarin kalau aku udah nikah yah!!! Tapi sekarang ngapain nih cowok brengsek ngirim bunga segala". Bianca sangat marah .


Bianca menelpon kekantor Leon .


"Selamat siang , Abraham corporation!". Ucap sekertaris Leon .


"Saya Bianca Anderson , dari Anderson Grup . saya mau bicara dengan pak Leon".


"Baik bu saya akan sangbungkan . tuttttt".


"Halo Bianca!". Sapa Leon dengan ramah .

__ADS_1


"Gak usah sok ramah deh ma gue!!! Ngapain lo kirim bunga ke kantor gue??".


"Oohh sekarang pake' gue elo nih ceritanya???".


"Gak usah ngalihin pembicaraan deh!!! Ada maksud apa lo ngirim bunga??". Bianca makin kesal .


"Bukannya udah jelas yah , disitu kan tertulis aku yang mengharapkan maaf darimu!".


"Aku udah maafin kamu jauh sebelum kamu minta maaf!!!".


"Jadi aku masih ada harapan!".


"Jangan mengharapkan apapun , aku memaafkanmu bukan untuk membuka hatiku untukmu!!! Karena tidak ada dan takkan pernah ada lagi tempat dihatiku untukmu selamanya!!". Tegas Bianca dengan nada yang tinggi .


"Tapi aku akan tetap mengharapkan mu!!".


Rina terkejut melihat ruangan Bianca mulai dari bunga mawar yang terhambur hingga telpon yang hancur dilantai dan wajah Bianca yang merah akibat marah .


"Kamu kenapa???". Rina mendekati Bianca bukan sebagai sekertaris melainkan sebagai sahabat Bianca .


"Aku sangat marah!!! Lain kali jika ada yang mengirim bunga pastikan dulu siapa pengirimnya lalu terima!!". Rina yang masih belum mencerna perkataan Bianca lantas bertanya lagi .


"Emank kenapa??? Pengirim bunga bukan Boy???".


"Bukan , bunga itu dari cowok brengsek!!".


"Leon maksud kamu??". Rina terkejut .


"Iya siapa lagi cowok brengsek dalam hidupku selain dia!!".

__ADS_1


FLASHBACK (kemarin)


Setelah Leon pergi dengan wajah kesal , Rina yang penasaran lantas bertanya pada Bianca .


"gak jumpa selama 5 tahun??? Kamu udah kenal lama sama pak Leon??".


"Gitu dehh , dia mantan aku!!". Jawab Bianca santai .


"Beneran??? Kok gak pernah cerita?? Tadi dia bilang 5 tahun yah , Berarti setahun kalian putus baru kita ketemu donk!!! Wahh beruntung banget bisa pacaran ma cowok cakep kayak dia!!".


"Setelah aku dan dia putus bercerita tentang dia adalah hal yang menjijikkan , Bagiku berpacaran dan kenal dengannya adalah kesialan di hidupku!!".


"Emank kenapa??". Rina makin penasaran .


"Dia memutuskanku dan mengolok-olokku karena gangguan kecemasan yang ku derita , dia bahkan bilang dia jijik berpacaran dengan wanita aneh seperti ku!".


"Sialan tuh cowok , muka aja cakep tapi mulut gak bisa dikontrol!!!". Rina kesal telah memuji Leon .


FLASHBACK selesai .


"Ngapain si Leon kasih kamu bunga??".


Tanpa menjawab pertanyaan Rina Bianca hanya memberikan surat yang terselip tadi dibuket bunga .


"si Leon ini udah gak punya malu kali yah!! Ngeharep maaf sekaligus mengganggu istri orang!!! Nih orang bene-bener cari mati".


SELAMAT MEMBACA !!!


TOLONG LIKE DAN KOMENNYA YAH , MAKASIH !!

__ADS_1


__ADS_2